404 Siswa dan 17 Guru Mulas Usai Santap MBG Terjadi di SMPN 1 Trenggalek Ganggu Aktivitas Belajar

Zaki Jazai • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:26 WIB
SEMOGA AMAN: Tumpukan menu MBG yang hendak dibagikan untuk siswa dan guru di SMPN 1 Trenggalek, Rabu (12/8).(ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)
SEMOGA AMAN: Tumpukan menu MBG yang hendak dibagikan untuk siswa dan guru di SMPN 1 Trenggalek, Rabu (12/8).(ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek – Perubahan tata kelola dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus segera dilakukan. Pasalnya, dugaan gangguan kesehatan setelah menyantap MBG terjadi di SMPN 1 Trenggalek.

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek, sebanyak 404 siswa dan 17 guru dilaporkan mengalami keluhan mulas atau sakit perut setelah menyantap menu MBG yang dibagikan pada Selasa (11/8).

Kondisi tersebut membuat aktivitas pembelajaran di sekolah terdampak. Sebab, sejumlah siswa yang masih mengalami keluhan pada Rabu (12/8) diperbolehkan pulang lebih awal. “Pada proses itu (pulang lebih awal, Red) anak-anak dijemput orang tua masing-masing,” ungkap Kepala SMPN 1 Trenggalek, Mokhamad Amir Mahmud.

Berdasarkan laporan yang didapat pihak sekolah, keluhan mulai dirasakan sejumlah siswa setelah mengonsumsi MBG. Sebagian siswa mengalami mulas setelah berada di rumah, sementara beberapa lainnya masih merasakan keluhan ketika kembali ke sekolah. “Jadi, ada beberapa siswa kami memang mulas, diindikasi setelah makan MBG kemarin (Rabu, red),” ujar Amir.

Menurut dia, kondisi tersebut tidak hanya dialami siswa. Sejumlah guru yang ikut menerima dan mengonsumsi menu MBG juga mengeluhkan hal serupa. “Dari hampir 900 penerima manfaat, tadi ada sekitar 404 siswa dan 17 guru merasakan hal yang sama. Mulas,” jelasnya.

Baca Juga: Siswa Alami Mulas hingga Keesokan Hari, Dugaan Keracunan MBG di SMPN 1 Trenggalek

Amir menyebut pihak sekolah tidak ingin mengambil risiko terhadap siswa yang masih mengalami gangguan kesehatan. Mereka kemudian diizinkan pulang setelah pihak sekolah berkoordinasi dengan orang tua. “Kemudian, siswa di rumah banyak yang mulas, dan di sekolah juga masih ada yang mulas. Anak-anak yang masih seperti itu kami izinkan untuk diambil oleh orang tua,” katanya.

Penanganan awal juga dilakukan sekolah melalui unit kesehatan sekolah (UKS). Siswa yang masih mengalami keluhan mendapat pemeriksaan dan penanganan awal sebelum diperbolehkan melanjutkan aktivitas maupun pulang ke rumah.

“Kemudian kalau sudah sembuh ya sudah, UKS juga memberikan penanganan kepada anak-anak yang masih mulas,” ungkap Amir.

Menu MBG yang dibagikan sehari sebelumnya berupa sate ayam. Amir menyebut sate tersebut disajikan tanpa menggunakan tusuk sate. Kendati demikian, pihak sekolah belum dapat memastikan makanan tersebut menjadi penyebab gangguan kesehatan yang dialami siswa dan guru. “Kemarin menunya sate ayam, tapi tidak ada sunduknya, dibiarkan,” ujarnya.

Pihak sekolah telah melaporkan kejadian tersebut kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku pemasok menu MBG. Laporan itu disampaikan agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap makanan yang dikonsumsi para penerima manfaat. “Tadi juga kami lapor ke SPPG dan katanya akan dicek lagi. Semoga kejadian ini tidak terulang,” kata Amir. (jaz/c1/din)

Editor : Adinda Okta Fitriana
Sumber : RADAR TRENGGALEK
Mbg sakit perut Kepala SMPN 1 Trenggalek Mokhamad Amir Mahmud