Satu Anak Diduga Keracunan MBG Dirawat di RSUD Dehidrasi Berat, Muntah dan Diare Lebih dari 10 Kali

Zaki Jazai • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:35 WIB
JADI PERHATIAN: Kasus dugaan keracunan MBG mengakibatkan satu siswa terpaksa dirawat di RSUD dr Soedomo, Kamis (13/8). ( ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)
JADI PERHATIAN: Kasus dugaan keracunan MBG mengakibatkan satu siswa terpaksa dirawat di RSUD dr Soedomo, Kamis (13/8). ( ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek – Dugaan gangguan kesehatan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berlanjut.

Pasalnya, satu siswa SDI Luqman Al Hakim Trenggalek harus menjalani perawatan di RSUD dr Soedomo setelah mengalami muntah dan diare berulang hingga menyebabkan dehidrasi berat.

Pasien berinisial SA, perempuan berusia 11 tahun, warga Kecamatan Tugu, tersebut masuk ke ruang perawatan RSUD dr Soedomo sekitar pukul 23.00.

Kondisinya saat dibawa ke rumah sakit sudah cukup lemas karena cairan tubuh yang keluar melalui muntah dan diare jauh lebih banyak dibandingkan asupan cairan yang masuk.

Sebab, berdasarkan keterangan keluarga, sebelum menjalani perawatan, pasien tersebut mengalami muntah lebih dari tujuh kali dan diare lebih dari 10 kali.

Baca Juga: 404 Siswa dan 17 Guru Mulas Usai Santap MBG Terjadi di SMPN 1 Trenggalek Ganggu Aktivitas Belajar

Kondisi tersebut membuat pasien membutuhkan penanganan medis berupa pemberian cairan melalui infus untuk mengatasi dehidrasi.

"Karena muntah dan diarenya tidak berhenti-berhenti. Masuk makanan lewat mulut juga sulit. Jadi dibawa ke rumah sakit karena membutuhkan infus untuk rehidrasi," terang dokter spesialis anak RSUD dr Soedomo Trenggalek yang melakukan penanganan, dr Riza Maulina.

Menurut dia, berdasarkan pemeriksaan sementara, pasien mengalami gastroenteritis akut dengan kondisi dehidrasi yang sudah ditangani melalui pemberian cairan infus.

Suhu tubuh pasien yang sebelumnya meningkat juga berangsur turun setelah mendapatkan perawatan.

"Alhamdulillah kondisi terkini aman. Saat visite sudah tidak pusing, tidak muntah. Yang masih dirasakan mual dan nyeri ulu hati. Untuk diarenya sudah tidak ada," jelasnya.

Hasil pemeriksaan darah juga menunjukkan adanya peningkatan leukosit. Namun, hingga kini belum diketahui bakteri atau mikroorganisme tertentu yang menjadi penyebab keluhan tersebut.

Karena itu, pihak rumah sakit belum dapat memastikan hubungan medis antara kondisi pasien dan makanan MBG yang dikonsumsinya. 

Di sisi lain, berdasarkan keterangan pasien tersebut kepada pihak rumah sakit, pasien mengaku menghabiskan seluruh menu MBG yang diterimanya di sekolah.

Menu tersebut di antaranya lauk sate ayam. Setelah mengonsumsi makanan itu, pasien mulai mengalami mual yang kemudian berlanjut menjadi muntah dan diare.

"Anaknya sendiri sudah kelas lima SD dan bisa diajak komunikasi. Katanya dia menghabiskan seluruh menu MBG-nya, satu porsi habis, termasuk lauk sate ayam. Setelah itu mual, kemudian muntah dan semakin lama semakin banyak," ungkap wanita yang akrab disapa dr Icha ini.

Baca Juga: Siswa Alami Mulas hingga Keesokan Hari, Dugaan Keracunan MBG di SMPN 1 Trenggalek

Kondisi tersebut membuat asupan cairan pasien semakin berkurang. Di sisi lain, cairan tubuh terus keluar melalui muntah dan diare sehingga akhirnya pasien mengalami lemas dan membutuhkan penanganan di rumah sakit.

Tak hanya satu pasien, dr Icha menyebut terdapat satu pasien lain yang juga datang ke IGD dengan keluhan serupa.

Namun, pasien tersebut merupakan siswa SMP dan kondisinya lebih ringan sehingga setelah mendapatkan rehidrasi di IGD dan diperbolehkan pulang.

"Ada satu lagi, tetapi kondisinya membaik. Kami lakukan rehidrasi di IGD dan tidak sampai rawat inap. Kalau yang ini (pasien yang jalani perawatan, Red) usianya lebih kecil sehingga membutuhkan perawatan," katanya.

Dengan demikian, terdapat dua anak yang sempat mendapatkan penanganan medis di RSUD dr Soedomo terkait keluhan kesehatan yang muncul setelah mengonsumsi MBG.

Satu pasien dari jenjang SMP cukup mendapatkan penanganan di IGD, sedangkan satu siswa SDI Luqman Al Hakim masih menjalani perawatan karena sebelumnya mengalami dehidrasi akibat muntah dan diare berulang.

Riza memastikan kondisi pasien yang menjalani perawatan saat ini sudah membaik. Muntah dan diare telah berhenti sehingga kondisi cairan tubuh juga mulai kembali stabil. Meski demikian, pasien masih mengeluhkan mual dan nyeri pada bagian ulu hati.

Pihak rumah sakit pun terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pasien. Sementara penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Terlebih, dugaan keterkaitan dengan konsumsi MBG belum dapat dipastikan hanya berdasarkan riwayat makanan dan gejala yang muncul. "Untuk bakterinya belum diketahui," pungkas dr Icha.(jaz/c1/din)

Editor : Adinda Okta Fitriana
Sumber : RADAR TRENGGALEK
Mbg SDI Luqman Al Hakim Trenggalek dr Riza Maulina rsud dr soedomo