Nogo Dino Hari Ini: Simak Arah Naga Hari, Nogo Rijalullah, dan Nogo Pekan

Ais Mufida Zamzam • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:45 WIB
Nogo Dino, Nogo Rijalullah, dan Nogo Pekan memiliki arah berbeda berdasarkan hari dan pasaran Jawa. Simak arah lengkapnya dalam tradisi Jawa.
Nogo Dino, Nogo Rijalullah, dan Nogo Pekan memiliki arah berbeda berdasarkan hari dan pasaran Jawa. Simak arah lengkapnya dalam tradisi Jawa.

MALANG - Dalam tradisi masyarakat Jawa, dikenal sejumlah istilah yang berkaitan dengan perhitungan hari dan arah, di antaranya Nogo Dino, Nogo Rijalullah, dan Nogo Pekan. Ketiganya dipercaya menunjukkan arah tertentu pada hari atau pasaran tertentu.

Konsep Nogo Dino juga dikenal sebagai naga hari. Berdasarkan materi dalam transkrip, posisi Nogo Dino berpindah mengikuti hari dalam sepekan. Karena itu, masyarakat yang masih menggunakan petunjuk tersebut dalam menentukan perjalanan dianjurkan memperhatikan arah yang dianggap menjadi tempat naga berada.

Selain Nogo Dino, terdapat pula Nogo Rijalullah atau Nogo Rijalullah yang memiliki arah berbeda setiap hari. Sementara Nogo Pekan atau naga pasaran ditentukan berdasarkan lima hari pasaran Jawa, yakni Kliwon, Legi, Pahing, Pon, dan Wage.

Baca Juga: Kekurangan Guru, PGRI Tagih Janji Pemerintah

Arah Nogo Dino Setiap Hari

Berdasarkan penjelasan dalam transkrip, posisi Nogo Dino berubah setiap hari. Pada Minggu, Nogo Dino berada di arah selatan.

Kemudian pada Senin, Nogo Dino berada di barat daya. Selasa berada di barat, sedangkan Rabu berada di barat laut.

Pada Kamis, Nogo Dino disebut berada di utara atau timur laut. Selanjutnya pada Jumat, arahnya berada di timur, dan pada Sabtu berada di tenggara.

Baca Juga: 78 Siswa Masih Sakit Satgas Catat 549 Korban Tak Hanya Satu Sekolah

Perhitungan tersebut menjadi salah satu bagian dari pengetahuan tradisional yang digunakan untuk menentukan arah dalam aktivitas tertentu.

Arah Nogo Rijalullah

Selain Nogo Dino, transkrip juga menjelaskan mengenai Nogo Rijalullah yang memiliki perpindahan arah berdasarkan hari.

Pada Senin, Nogo Rijalullah berada di selatan. Kemudian pada Selasa, posisinya berada di tenggara. Pada Rabu, Nogo Rijalullah berada di timur.

Baca Juga: Operasional SPPG Tamanan Dihentikan Untuk Sementara Waktu Akibat Dugaan Keracunan MBG

Sementara pada Kamis, arahnya berada di timur laut. Pada Jumat, Nogo Rijalullah berada di utara. Kemudian pada Sabtu, posisinya berada di barat.

Adapun pada Minggu, Nogo Rijalullah disebut berada di barat daya.

Arah Nogo Pekan Berdasarkan Pasaran Jawa

Berbeda dengan Nogo Dino dan Nogo Rijalullah yang menggunakan hari dalam sepekan, Nogo Pekan atau naga pasaran menggunakan lima pasaran Jawa sebagai patokan.

Pada pasaran Kliwon, Nogo Pekan berada di tengah. Kemudian pada Legi, arahnya berada di timur.

Baca Juga: Operasional SPPG Tamanan Dihentikan Untuk Sementara Waktu Akibat Dugaan Keracunan MBG

Pada pasaran Pahing, Nogo Pekan berada di selatan. Selanjutnya pasaran Pon berada di barat, sedangkan Wage berada di utara.

Dengan demikian, masyarakat yang mengenal perhitungan tradisional tersebut dapat melihat arah Nogo Pekan berdasarkan pasaran yang sedang berlangsung.

Kepercayaan dalam Tradisi Masyarakat Jawa

Dalam transkrip disebutkan, pengetahuan mengenai Nogo Dino, Nogo Rijalullah dan Nogo Pekan berkaitan dengan kepercayaan masyarakat terhadap adanya hari atau arah yang dianggap kurang baik untuk melakukan perjalanan atau kepentingan tertentu.

Baca Juga: Jadwal Hyundai Hill State 20 Agustus 2026, Ada Laga Uji Coba dengan Phil Seung Wonder Dog

Materi tersebut juga mengingatkan bahwa sebagian masyarakat mungkin tidak lagi memperhatikan perhitungan semacam ini. Namun, bagi mereka yang masih memegang tradisi Jawa, mengetahui posisi naga berdasarkan hari dan pasaran dianggap dapat menjadi salah satu pertimbangan sebelum bepergian.

Perhitungan ini merupakan bagian dari tradisi atau kepercayaan yang berkembang di masyarakat Jawa. Karena itu, informasi mengenai arah Nogo Dino, Nogo Rijalullah, dan Nogo Pekan sebaiknya dipahami dalam konteks budaya dan tradisi, bukan sebagai kepastian ilmiah mengenai baik atau buruknya suatu perjalanan.

 

source: Youtube @BALEKAMANGtv

Editor : Ais Mufida Zamzam
pasaran jawa Nogo Rijalullah Nogo Pekan Tradisi Jawa Nogo Dino