MALANG - Nogo Dino atau naga hari merupakan salah satu perhitungan yang dikenal dalam tradisi dan Primbon Jawa. Dalam materi yang menjadi sumber tulisan ini, Nogo Dino dikaitkan dengan arah perjalanan yang dipercaya dapat membawa keselamatan dan rezeki, sekaligus arah yang sebaiknya dihindari karena dianggap berpotensi mendatangkan kesialan atau musibah.
Menurut penjelasan dalam transkrip, masyarakat yang masih mengikuti perhitungan Nogo Dino biasanya memperhatikan arah naga sebelum bepergian, terutama ketika hendak mencari rezeki. Arah yang sejalan dengan posisi naga dianggap sebagai arah baik, sedangkan arah yang berlawanan dengan posisi naga dipercaya sebagai arah kurang baik.
Dalam gambaran tradisional tersebut, naga diibaratkan sebagai ular besar yang terbang di angkasa. Jika seseorang berjalan berlawanan dengan arah naga, ia dipercaya dapat menjadi korban. Sebaliknya, mengikuti arah perjalanan Nogo Dino dipercaya dapat membuat seseorang selamat dan memperoleh rezeki.
Baca Juga: Kekurangan Guru, PGRI Tagih Janji Pemerintah
Arah Nogo Dino Setiap Hari
Berdasarkan transkrip, perhitungan Nogo Dino memiliki arah berbeda untuk setiap hari. Pada Ahad atau Minggu, Nogo Dino disebut menghadap ke utara. Karena itu, perjalanan menuju arah selatan dipercaya sebagai arah yang perlu dihindari, sedangkan arah utara menjadi pilihan yang dianggap lebih aman menurut perhitungan tersebut.
Pada Senin, Nogo Dino menghadap ke timur. Perjalanan menuju barat disebut dapat membuat seseorang menjadi korban atau bertemu musuh. Sementara itu, bagi orang yang ingin mencari keselamatan dan rezeki, arah timur disebut sebagai arah yang sebaiknya dituju.
Kemudian pada Selasa, Nogo Dino menghadap ke selatan. Dalam transkrip, perjalanan menuju arah yang berlawanan disebut berpotensi membawa hal-hal yang menyusahkan. Karena itu, arah selatan menjadi arah yang disarankan sesuai posisi Nogo Dino pada hari tersebut.
Baca Juga: 78 Siswa Masih Sakit Satgas Catat 549 Korban Tak Hanya Satu Sekolah
Rabu hingga Sabtu
Pada Rabu, Nogo Dino kembali disebut menghadap ke utara. Arah selatan dianggap dapat membuat seseorang menjadi korban. Sebaliknya, arah utara disebut sebagai arah yang dapat dipilih apabila ingin mencari keselamatan dan rezeki.
Selanjutnya pada Kamis, Nogo Dino menghadap ke barat. Perjalanan menuju timur disebut sebagai arah yang berlawanan dengan naga dan dipercaya dapat membuat seseorang menjadi korban. Arah barat kemudian disebut sebagai arah yang sesuai untuk mencari keselamatan dan rezeki.
Pada Jumat, Nogo Dino menghadap ke selatan. Arah utara disebut sebagai arah yang berlawanan dan perlu dihindari menurut perhitungan dalam transkrip. Arah selatan menjadi arah yang disarankan.
Baca Juga: Operasional SPPG Tamanan Dihentikan Untuk Sementara Waktu Akibat Dugaan Keracunan MBG
Sementara pada Sabtu, Nogo Dino juga disebut menghadap ke selatan. Karena itu, arah utara dianggap sebagai arah yang berlawanan, sedangkan arah selatan menjadi arah yang sesuai dengan posisi Nogo Dino pada hari tersebut.
Bagian dari Tradisi Primbon Jawa
Perhitungan Nogo Dino merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan yang berkembang dalam masyarakat Jawa. Dalam materi sumber, orang yang mengikuti perhitungan tersebut dianjurkan berhati-hati ketika mencari rezeki dan menentukan perjalanan.
Namun, sebagai bagian dari keyakinan tradisional, perhitungan tersebut tidak dapat dianggap sebagai kepastian ilmiah mengenai keselamatan, rezeki, kesialan, atau musibah. Bagi masyarakat beragama, transkrip juga mengingatkan agar tetap percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berdoa memohon perlindungan dan keselamatan.
Baca Juga: Satu Anak Diduga Keracunan MBG Dirawat di RSUD Dehidrasi Berat, Muntah dan Diare Lebih dari 10 Kali
Dengan demikian, informasi Nogo Dino dapat dipahami sebagai pengetahuan budaya yang diwariskan secara turun-temurun dalam tradisi Primbon Jawa.
source: Youtube @IQ8_Channel
Editor : Ais Mufida Zamzam