Nogo Dino dalam Tradisi Jawa, Simak Arah yang Dipercaya Memengaruhi Rezeki

Ais Mufida Zamzam • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:55 WIB
Nogo Dino dalam tradisi Jawa dipercaya berkaitan dengan arah perjalanan dan rezeki. Simak penjelasan posisi naga berdasarkan hari dan pasaran.
Nogo Dino dalam tradisi Jawa dipercaya berkaitan dengan arah perjalanan dan rezeki. Simak penjelasan posisi naga berdasarkan hari dan pasaran.

MALANG - Nogo Dino menjadi salah satu pembahasan dalam tradisi Jawa yang berkaitan dengan arah perjalanan, rezeki, perdagangan, hingga berbagai keperluan penting. Dalam video yang menjadi sumber artikel ini, Nogo Dino digambarkan sebagai pengetahuan Jawa yang menentukan posisi naga berdasarkan hari dan pasaran tertentu.

Menurut penjelasan dalam video, posisi Nogo Dino berubah mengikuti hari. Masyarakat yang mempercayai perhitungan tersebut biasanya menghindari arah tempat Nogo Dino berada ketika hendak mencari rezeki atau melakukan perjalanan. Sebaliknya, arah yang berlawanan dengan posisi naga dianggap dapat menjadi pilihan untuk memperoleh keberuntungan.

Pembahasan Nogo Dino dalam tradisi Jawa tersebut juga dikaitkan dengan aktivitas pedagang keliling, membeli barang, bertemu seseorang, hingga prosesi lamaran. Narasumber menyebut konsep ini sebagai bagian dari kearifan Jawa yang berkembang melalui pengamatan dan pengalaman masyarakat secara turun-temurun.

Baca Juga: Kekurangan Guru, PGRI Tagih Janji Pemerintah

Arah Nogo Dino dan Hari

Dalam video tersebut disebutkan beberapa posisi Nogo Dino berdasarkan hari. Pada Sabtu, Nogo Dino berada di arah selatan. Karena itu, perjalanan ke selatan dipercaya kurang baik untuk mencari rezeki maupun berdagang. Narasumber menyarankan memilih arah lain seperti utara, barat, atau timur.

Sementara itu, pada Rabu, Nogo Dino disebut berada di barat. Karena arah tersebut dianggap sebagai posisi naga, perjalanan ke timur disebut lebih baik.

Untuk Senin, narasumber menjelaskan posisi Nogo Dino berada di barat laut, yang dalam istilah Jawa disebut lor kulon. Sedangkan Jumat disebut berada di timur laut.

Baca Juga: 78 Siswa Masih Sakit Satgas Catat 549 Korban Tak Hanya Satu Sekolah

Dalam transkrip juga terdapat penjelasan bahwa arah timur berkaitan dengan Kamis, Jumat, dan Minggu. Namun, penjelasan mengenai posisi Nogo Dino berdasarkan hari di dalam video memiliki beberapa bagian yang tidak konsisten. Karena itu, daftar arah tersebut perlu dipahami sebagai keterangan narasumber dalam video, bukan sebagai tabel perhitungan yang telah diverifikasi dari sumber primbon lain.

Nogo Dino dalam Perdagangan

Nogo Dino dalam video juga dikaitkan dengan keberuntungan ketika seseorang melakukan aktivitas perdagangan. Contohnya, apabila Nogo Dino berada di timur pada Jumat Legi, perjalanan ke timur dari rumah dipercaya dapat membuat keberuntungan seseorang "dimakan" naga.

Dampaknya, menurut narasumber, seseorang bisa mengalami kerugian, mendapatkan barang dengan kualitas buruk, tertipu, atau mengalami penjualan yang tidak sesuai harapan. Sebaliknya, pedagang disarankan bergerak berlawanan dengan posisi Nogo Dino.

Baca Juga: Operasional SPPG Tamanan Dihentikan Untuk Sementara Waktu Akibat Dugaan Keracunan MBG

Konsep tersebut juga diterapkan ketika seseorang hendak membeli barang atau bertemu orang lain. Arah perjalanan dianggap perlu diperhitungkan agar tidak mendapatkan pengalaman yang kurang baik.

Pasaran Jawa Juga Diperhitungkan

Selain hari, narasumber menjelaskan posisi Nogo berdasarkan hari pasaran Jawa. Dalam video disebutkan Kliwon berada di tengah, Pahing di selatan, Pon di barat, Wage di utara, dan Legi di timur.

Khusus pasaran Wage, narasumber memberikan penjelasan bahwa Wage dianggap sebagai kondisi "kosong". Karena itu, dalam menentukan hari baik untuk membangun rumah, memulai usaha, atau pindah rumah, narasumber mengatakan dirinya tidak menggunakan Wage.

Baca Juga: Satu Anak Diduga Keracunan MBG Dirawat di RSUD Dehidrasi Berat, Muntah dan Diare Lebih dari 10 Kali

Contohnya, untuk acara pernikahan, Wage disebut dapat membuat tamu yang datang sedikit. Sementara untuk pindah rumah, narasumber mengaitkannya dengan kondisi rezeki yang dianggap stagnan.

Kearifan Jawa yang Berdasarkan Pengamatan

Narasumber menekankan bahwa pengetahuan Jawa banyak dibangun melalui pengamatan terhadap kejadian dan pengalaman. Ia bahkan mengajak penonton untuk mengamati sendiri apakah perjalanan mengikuti atau melawan arah Nogo Dino memberikan hasil berbeda.

Namun, Nogo Dino merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa, bukan kepastian ilmiah mengenai rezeki, keberuntungan, kerugian, atau keselamatan. Karena itu, informasi tersebut dapat dipahami sebagai pengetahuan budaya yang diwariskan dan diyakini sebagian masyarakat.

Baca Juga: Jadwal Hyundai Hill State 20 Agustus 2026, Ada Laga Uji Coba dengan Phil Seung Wonder Dog

 

source: Youtube @massepty4058

Editor : Ais Mufida Zamzam
pasaran jawa arah rezeki Tradisi Jawa Primbon Jawa Nogo Dino