KOTA, Radar Trenggalek – Kondisi SA, 11, asal Kecamatan Tugu, yang menjalani perawatan di RSUD dr Soedomo Trenggalek setelah mengalami dugaan gangguan kesehatan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), berangsur membaik. Kendati demikian, saat ini siswa SDI Luqman Al Hakim tersebut masih mengalami diare.
Perkembangan tersebut terlihat saat Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi menjenguk langsung korban di ruang perawatan, Kamis (13/8) sore. Doding datang untuk melihat kondisi kesehatan SA sekaligus memastikan penanganan medis terhadap siswa kelas V SD tersebut berjalan optimal.
SA sebelumnya dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soedomo pada Rabu (12/8) sekitar pukul 20.00 setelah mengalami muntah dan diare berulang.
Setelah mendapat penanganan selama kurang lebih 3 jam di IGD, SA kemudian dipindahkan ke Ruang Dahlia sekitar pukul 23.00 untuk menjalani rawat inap.
“Berdasarkan keterangan kakaknya yang saat ini menemani, kondisi adeknya ini, sebelumnya cukup lemas karena muntah dan diare yang dialaminya membuat cairan tubuh banyak berkurang,” ungkap Doding.
Baca Juga: Satu Anak Diduga Keracunan MBG Dirawat di RSUD Dehidrasi Berat, Muntah dan Diare Lebih dari 10 Kali
Namun, saat dikunjungi Doding, kondisi SA sudah menunjukkan perkembangan positif. Keluhan muntah dan pusing yang sebelumnya dirasakan berulang kini telah berhenti. Sementara diare yang masih dialami juga sudah jauh berkurang.
“Perkembangan kesehatannya sudah sangat bagus. Hari ini pasien hanya diare dua kali, sementara rasa pusing dan muntahnya sudah benar-benar terhenti,” ujarnya.
Tak hanya keluhan fisik yang membaik, nafsu makan SA juga mulai kembali. Kondisi tersebut menjadi tanda positif dalam proses pemulihan setelah sebelumnya siswa tersebut kesulitan mengonsumsi makanan maupun minuman akibat gangguan pada saluran pencernaan.
“Nafsu makannya juga sudah kembali pulih dengan baik,” imbuhnya.
Doding menyebut, berdasarkan keterangan keluarga kepada pihak medis, SA sempat mengalami muntah dan diare terus-menerus ketika berada di rumah. Kondisi itu muncul setelah siswa tersebut menyantap paket MBG yang diterima dari SPPG Tamanan Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah pada Selasa (11/8).
Baca Juga: Operasional SPPG Tamanan Dihentikan Untuk Sementara Waktu Akibat Dugaan Keracunan MBG
Salah satu menu yang dikonsumsi SA saat itu berupa ayam bumbu sate. Setelah mengonsumsi makanan tersebut, SA kemudian mengalami keluhan berupa mual, muntah, hingga diare yang berulang.
Meski demikian, dugaan gangguan kesehatan tersebut masih dalam penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut. Terlebih, penyebab pasti keluhan yang dialami para penerima manfaat MBG masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Di sisi lain, Doding memastikan keluarga korban tidak perlu memikirkan persoalan biaya selama SA menjalani perawatan di rumah sakit. Sebab, biaya pengobatan pasien telah ditanggung melalui kepesertaan BPJS Kesehatan milik keluarga.
“Mengenai biaya perawatan tidak ada masalah karena sudah ter-cover penuh oleh BPJS Kesehatan milik keluarga pasien,” tegasnya.
Doding berharap kondisi SA terus membaik hingga dokter menyatakan pasien diperbolehkan pulang. Menurutnya, pemulihan kesehatan korban menjadi hal utama sembari proses penelusuran terhadap dugaan gangguan kesehatan setelah konsumsi MBG terus dilakukan.
Baca Juga: 78 Siswa Masih Sakit Satgas Catat 549 Korban Tak Hanya Satu Sekolah
Kasus SA menjadi bagian dari rangkaian laporan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah penerima manfaat setelah menyantap menu MBG dari SPPG Tamanan.
“Kami serta pemerintah dan stakeholder terkait masih melakukan pendataan, pemeriksaan, serta evaluasi untuk memastikan penyebab munculnya keluhan tersebut sekaligus mencegah kejadian serupa kembali terjadi,“ jelas Doding.
Diberitakan sebelumnya, jumlah penerima manfaat yang mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu MBG dari SPPG Tamanan, Kelurahan Tamanan, Trenggalek, terus bertambah. Terbaru, Satuan Tugas (Satgas) MBG Trenggalek mencatat sedikitnya 549 orang terindikasi mengalami keluhan setelah mengonsumsi menu MBG.
Baca Juga: 404 Siswa dan 17 Guru Mulas Usai Santap MBG Terjadi di SMPN 1 Trenggalek Ganggu Aktivitas Belajar
Jumlah tersebut tersebar di tiga lokasi penerima manfaat. Rinciannya, sebanyak 493 orang di SMPN 1 Trenggalek, kemudian 30 orang di SDI Luqman Al Hakim, serta 26 orang dari sejumlah posyandu di Kelurahan Tamanan, Kecamatan Trenggalek, yang juga mendapatkan layanan MBG dari SPPG Tamanan.
Data tersebut merupakan hasil pembaruan pendataan yang dilakukan tim di lapangan. Satgas masih terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada penerima manfaat yang mengalami keluhan tetapi belum masuk dalam pendataan.
"Di SMPN 1 Trenggalek saat ini update terakhir ada 493 anak. Kemudian di SDI Luqman Al Hakim ada 30 kejadian dan di Kelurahan Tamanan ada 26," ujar Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, dr Sunarto, Kamis (13/8). (jaz/c1/din)
Editor : Juwita RatnasariSumber : RADAR TRENGGALEK