PRESTASI membanggakan kembali diukir oleh putra-putri terbaik Kabupaten Trenggalek di ajang bergengsi Pemilihan Raka Raki Jawa Timur 2026. Dalam malam penganugerahan yang berlangsung penuh khidmat dan kemegahan, delegasi Trenggalek berhasil menyita perhatian dewan juri dan publik. Jenna Adelya Fansdena sukses menyabet gelar Raki Inspiratif Jawa Timur 2026 sekaligus menembus Top 10 Raki Jatim.
Sementara itu, rekannya, Firdan Ihsanul In’am, tampil memukau hingga dinobatkan sebagai Top 10 Raka Berdampak Jawa Timur Tahun 2026.
Capaian spektakuler ini bukanlah buah dari proses yang serba-instan. Sejak melangkah ke karantina awal hingga panggung grand final, baik Jenna maupun Firdan harus melewati ujian bertahap yang menguras fisik, mental, dan intelektualitas. Namun, ketekunan, kedisiplinan, serta komitmen tinggi membawa hasil setimpal bagi duo wakil Southern Paradise ini.
Jenna Adelya Fansdena, dara asal Desa Wonorejo, Kecamatan Gandusari, mengungkapkan rasa syukur mendalam atas raihan yang diraihnya. Sebelum melangkah ke panggung utama, dia telah menunjukkan konsistensi luar biasa dengan menyabet predikat Top 10 Raki Berbudaya (Berbakat), Winner Raki Irari Talk Grup 4, hingga meraih posisi Top 10 Raki Berdampak berkat Program Berdampak yang diusungnya di daerah.
“Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur, bangga, dan terharu. Perjalanan ini bukanlah proses yang singkat. Setiap pencapaian menjadi pengingat bahwa rasa lelah dan pengorbanan selama berbulan-bulan memiliki arti besar,” ujar Jenna, Jumat (14/8).
Baca Juga: Badai Cuaca Gulung Perekonomian Pesisir Tangkap Ikan Anjlok Drastis, Serapan BBM Subsidi Tak Optimal
Persiapan matang menjadi kunci utama keberhasilan mereka. Jenna menerangkan bahwa dirinya melakukan penguatan wawasan secara terstruktur mencakup sektor pariwisata, seni budaya, ekonomi kreatif, hingga isu-isu strategis Jawa Timur dan potensi lokal Trenggalek.
Keterampilan public speaking, penguasaan bahasa Inggris, serta personal branding diasah secara intensif agar mampu menyampaikan ide gagasan secara solutif dan lugas di depan juri.
Di sisi lain, tantangan mental juga menjadi bagian dari ujian yang harus ditaklukkan. Perasaan overthinking dan insecure sempat menghampiri ketika melihat perwakilan kabupaten/kota lain amat kompeten. Namun, Jenna memilih menjadikan hal tersebut sebagai pemicu untuk belajar lebih keras, menjaga fokus, dan konsisten mengevaluasi diri.
Hal senada diungkapkan Firdan Ihsanul In’am, Raka asal Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek. Mengandalkan latar belakang pendidikan lingkungan dan jiwa wirausaha, Firdan mengusung gagasan advokasi pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism). Dia menegaskan pentingnya menjaga daya dukung lingkungan di tengah pesatnya pembangunan sektor pelesiran di Jawa Timur.
“Tantangan terbesarnya adalah manajemen waktu dan menjaga fokus. Sebagai mahasiswa yang juga mengelola usaha, saya harus membagi konsentrasi dengan persiapan kompetisi. Namun, dinamika ini justru membentuk mental saya menjadi lebih tangguh dan adaptif,” tutur Firdan.
Baca Juga: Cuaca Pengaruhi Kualitas Getah
Sinergi yang kuat antara Firdan dan Jenna selama masa persiapan juga menjadi energi penguat. Keduanya saling bertukar pikiran, mengevaluasi penampilan, dan membangun keharmonisan sebagai pasangan utusan Trenggalek.
Keberhasilan duo duta wisata ini tidak terlepas dari kolaborasi dan iklim suportif di sekeliling mereka. Dukungan penuh mengalir deras dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Paguyuban Kakang Mbakyu Kabupaten Trenggalek, para mentor, sponsor, hingga doa dari keluarga besar serta masyarakat Trenggalek.
Menatap peran baru sebagai bagian dari Raka Raki Jawa Timur, baik Jenna maupun Firdan berkomitmen untuk tidak sekadar berhenti pada raihan piala. Mereka bertekad menjadikan platform ini sebagai ruang aksi nyata dalam mempromosikan pariwisata, memperkuat ekonomi kreatif, serta menginspirasi generasi muda agar berani berkarya memajukan daerah.
“Target terdekat tentu memberikan yang terbaik bagi Trenggalek. Namun lebih jauh dari itu, kami ingin menjadi representasi yang aktif dan relevan sehingga kehadiran Raka Raki benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” pungkas Firdan optimistis. (gun/c1/din)
Editor : Juwita RatnasariSumber : RADAR TRENGGALEK