KOTA, Radar Trenggalek – Agustus menjadi bulan “emas” bagi para pelaku usaha penyewaan kostum di Bumi Menak Sopal. Berbagai kegiatan mulai dari karnaval tingkat desa, gerak jalan, hingga upacara bendera, memicu lonjakan permintaan yang drastis. Termasuk salah satu titik yang paling sibuk adalah Salon Imapia di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek.
Hampir setiap hari tempat usaha ini tidak pernah sepi. Konsumen datang silih berganti untuk mencari kostum terbaik demi merayakan Hari Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia.
Berdasarkan pantauan Radar Trenggalek di lokasi, kesibukan di Salon Imapia terasa jelas. Bagian depan toko dipadati dengan gantungan berbagai jenis baju adat dari Sabang sampai Merauke.
Koleksi topi adat, aksesori sabuk, dan pernak-pernik pendukung lainnya terlihat tertata namun juga sedikit berjubel, mencerminkan tingginya perputaran barang.
Baca Juga: Cuaca Pengaruhi Kualitas Getah
Di tengah tumpukan pesanan, dua wanita paro baya, yang merupakan pengelola salon, terlihat sibuk bekerja. Satu orang duduk di bangku kayu, tangannya cekatan menata kain batik dan melipat baju adat yang baru saja dikembalikan atau disiapkan untuk penyewa berikutnya.
Di sampingnya, wanita lain yang mengenakan pakaian merah cerah tampak fokus merapikan perlengkapan aksesori, memastikan setiap setelan lengkap.
“Tahun ini (peningkatannya) sangat terasa, Mas. Dibandingkan bulan-bulan biasa, lonjakannya bisa lebih dari 100 persen. Kalau Agustus begini, kami hampir tidak ada waktu istirahat,” ujar salah satu pengelola salon, Nur.
Baju adat tetap menjadi primadona, terutama untuk peserta karnaval dan upacara di sekolah-sekolah maupun instansi. Namun, tren baru juga muncul. Kostum bertema kemerdekaan dengan nuansa merah-putih atau kostum profesi ala pejuang juga banyak diburu.
Baca Juga: Jenna sempat Inscure, Firdan bagi Konsentrasi
“Baju adat masih paling banyak dicari. Tapi tahun ini, kostum kreasi yang warnanya merah-putih atau bertema pahlawan juga mulai banyak pesanan untuk acara gerak jalan dan pentas seni,” jelasnya.
Fenomena ini tidak hanya menguntungkan bagi pemilik usaha besar, tetapi juga bagi perajin aksesori rumahan yang menjadi mitra. Tingginya permintaan menciptakan efek domino bagi perekonomian lokal.
"Pemasukan bulan Agustus ini bisa menutup target untuk beberapa bulan ke depan. Kami sangat bersyukur, tapi konsekuensinya harus kerja ekstra dari pagi sampai larut malam," tandasnya.
Lonjakan permintaan ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga pertengahan bulan September, mengingat masih banyaknya rangkaian acara perayaan kemerdekaan yang dijadwalkan oleh masyarakat Trenggalek. (gun/c1/din)
Editor : Juwita RatnasariSumber : RADAR TRENGGALEK