Najwa Berlyane Temukan Jalan di Dunia Kreatif

Mohammad Bima Faisal Mirza • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:59 WIB
TERUS BERJUANG: Najwa Berlyane, warga Widoro, Kecamatan Gandusari, suka membaca dan menekuni beragam bidang ekonomi kreatif hingga miliki banyak pengalaman.(NAJWA BERLYANE UNTUK RADAR TRENGGALEK)
TERUS BERJUANG: Najwa Berlyane, warga Widoro, Kecamatan Gandusari, suka membaca dan menekuni beragam bidang ekonomi kreatif hingga miliki banyak pengalaman.(NAJWA BERLYANE UNTUK RADAR TRENGGALEK)

KOTA - Radar Trenggalek TIDAK semua perjalanan menuju pekerjaan yang disukai dimulai dengan perencanaan matang. Najwa Berlyane, 21, warga Widoro, Kecamatan Gandusari, justru menemukan passion di dunia kreatif setelah mencoba pekerjaan sementara saat libur kuliah.

Sejak kecil hingga kini, Najwa memiliki suka membaca komik dan novel. Baginya, membaca menjadi cara sederhana untuk mengambil jeda dari kesibukan sekaligus menenangkan pikiran. "Membaca itu termasuk time out sejenak dari keramaian dan kesibukan. Saya bisa merasa tenang dan terhanyut ke dalam ceritanya," ungkapnya.

Namun, pengalaman berbeda justru membawanya menemukan ketertarikan baru. Saat libur kuliah, Najwa mencoba mencari pekerjaan sementara di sebuah studio. Awalnya, dia bekerja sebagai frontliner. Tidak pernah menyangka, pekerjaan tersebut justru memperkenalkannya pada dunia kreatif.

Selama bekerja di studio, Najwa mulai tertarik mengabadikan berbagai momen. Dari orang-orang terdekat hingga orang lain yang ditemuinya dalam berbagai kesempatan. Ketertarikan tersebut kemudian berkembang menjadi kemampuan membuat konten dan mengedit video.

Berbekal rasa penasaran, Najwa belajar secara otodidak. Dia mulai menerima pekerjaan freelance sebagai content creator. Job pertamanya banyak berkaitan dengan dokumentasi pernikahan.

Baca Juga: Kebijakan Negara Butuh Gotong Royong

Dari sana, kepercayaan terhadap kemampuannya terus berkembang. Kini, Najwa menerima berbagai pekerjaan pembuatan konten, mulai wedding, prewedding, tedak siten, ulang tahun, engagement hingga wisuda.

"Awalnya tidak menyangka bakal masuk ke dunia kreatif seperti ini. Berawal dari admin studio, kemudian bisa menjadi freelance content creator dan bertemu banyak orang," tuturnya.

Perjalanan tersebut membuat Najwa akhirnya memilih meninggalkan pekerjaan di studio dan fokus mengembangkan diri sebagai freelance content creator. Menariknya, seluruh kemampuan yang dimilikinya dipelajari secara mandiri.

Menurut Najwa, dunia kreatif memberinya ruang untuk terus belajar. Setiap klien membawa karakter dan kebutuhan berbeda sehingga membuatnya harus mampu beradaptasi sekaligus menemukan cara baru dalam mengemas sebuah momen.

Kesempatan yang diperolehnya pun semakin luas. Salah satunya ketika Najwa mendapat kesempatan membuat konten untuk band Frasa. Dalam event tersebut, dia juga berkesempatan berada di satu panggung dengan Payung Teduh, yang kini melakukan rebranding menjadi Parade Hujan.

Pengalaman itu menjadi salah satu pencapaian yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Dari sekadar menyukai aktivitas mengabadikan momen, Najwa akhirnya mendapat kesempatan menangkap momen para musisi yang sebelumnya hanya dikenal melalui karya mereka. "Berawal dari hobi kecil, ternyata bisa membawa saya sampai mendapat kesempatan untuk meng-capture band besar," katanya. (bim/din)

Editor : Adinda Okta Fitriana
Sumber : RADAR TRENGGALEK
passion time out frontliner otodidak Kecamatan Gandusari