Kesehatan Siswa Tetap Dipantau SA Telah Pulang dari RSUD Pemeriksaan Kembali Telah Dijadwal

Zaki Jazai • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:21 WIB
KEMBALI SEHAT: Siswa SDI Luqman Al Hakim, SA, korban dugaan keracunan MBG kini sudah diperbolehkan pulang oleh tim medis RSUD dr Seodomo, pada Jumat (14/8).(ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)
KEMBALI SEHAT: Siswa SDI Luqman Al Hakim, SA, korban dugaan keracunan MBG kini sudah diperbolehkan pulang oleh tim medis RSUD dr Seodomo, pada Jumat (14/8).(ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek – Kabar baik datang dari SA, 11, siswa SDI Luqman Al Hakim Trenggalek yang sebelumnya menjalani perawatan di RSUD dr Soedomo setelah mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Setelah tiga hari menjalani perawatan, kondisi SA berangsur membaik dan akhirnya diperbolehkan pulang pada Jumat (14/8).

SA meninggalkan Ruang Dahlia RSUD dr Soedomo sekitar pukul 10.30. Sebelumnya, siswa tersebut menjalani perawatan sejak Rabu (12/8) akibat muntah dan diare berulang hingga mengalami dehidrasi.

Karena kondisi sudah membaik dokter memperbolehkan pulang. Pihak RSUD dr Soedomo membenarkan pasien telah diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatannya membaik.

“Pasien sudah KRS (keluar rumah sakit) dan resmi pulang setelah menerima perawatan sejak 12 hingga 14 Agustus 2026,” ujar Direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek dr Saeroni.

Meski sudah diperbolehkan pulang, tim medis belum sepenuhnya melepas pemantauan terhadap kondisi SA. Rumah sakit menjadwalkan pasien kembali menjalani pemeriksaan pada Selasa (18/8. “Kami menganjurkan pasien melakukan kontrol lagi pada 18 Agustus 2026. Jika parameternya stabil dan membaik, pasien tidak perlu menjalani kontrol lanjutan,” jelasnya.

Baca Juga: Najwa Berlyane Temukan Jalan di Dunia Kreatif

Saeroni menerangkan, selama menjalani perawatan, tim medis fokus menangani kondisi klinis yang dialami pasien. SA sebelumnya datang dengan keluhan muntah dan diare yang cukup berat sehingga membutuhkan penanganan untuk mengatasi dehidrasi. “Pasien masuk dengan diagnosis diare akibat peradangan atau infeksi. Tim dokter sukses menangani infeksi tersebut hingga kondisi pasien membaik dan bisa pulang,” ungkapnya.

Kendati kondisi korban telah membaik, Saeroni menegaskan rumah sakit belum dapat memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami SA. Terlebih, dugaan tersebut dikaitkan dengan konsumsi menu MBG yang diterima dari SPPG Tamanan Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah.

Menurut dia, rumah sakit memiliki fokus utama pada penanganan medis pasien. Sementara untuk memastikan apakah gangguan kesehatan tersebut berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh instansi berwenang. “Fokus utama kami di rumah sakit adalah memberikan pelayanan medis terbaik agar tidak memicu komplikasi yang tidak kita inginkan,” tegasnya.

Saeroni menambahkan, kepastian mengenai dugaan keracunan tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan kondisi klinis pasien. Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mengetahui penyebab secara lebih akurat.

Dengan kepulangan SA, kondisi korban kini dapat dipantau dari rumah sembari menunggu jadwal kontrol pada Selasa mendatang. Sementara kepastian mengenai penyebab gangguan kesehatan setelah konsumsi MBG masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium pihak terkait. “Mengenai pembuktian keracunan, instansi berwenang harus menjalankan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut,” pungkas mantan Kepala Dinkes PPKB Trenggalek ini.

Diberitakan sebelumnya, jumlah penerima manfaat yang mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu MBG dari  SPPG Tamanan, Kelurahan Tamanan, Kecamatan Trenggalek, terus bertambah. Terbaru, Satuan Tugas (Satgas) MBG Trenggalek mencatat sedikitnya 549 orang terindikasi mengalami keluhan setelah mengonsumsi menu MBG.

Jumlah tersebut tersebar di tiga lokasi penerima manfaat. Rinciannya, sebanyak 493 orang di SMPN 1 Trenggalek, kemudian 30 orang di SDI Luqman Al Hakim, serta 26 orang dari sejumlah posyandu di Kelurahan Tamanan, Kecamatan Trenggalek, yang juga mendapatkan layanan MBG dari SPPG Tamanan.

Data tersebut merupakan hasil pembaruan pendataan yang dilakukan tim di lapangan. Satgas masih terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada penerima manfaat yang mengalami keluhan tetapi belum masuk dalam pendataan.

"Di SMPN 1 Trenggalek saat ini update terakhir ada 493 anak. Kemudian di SDI Luqman Al Hakim ada 30 kejadian dan di Kelurahan Tamanan ada 26," ujar Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, dr Sunarto. (jaz/din)

Editor : Adinda Okta Fitriana
Sumber : RADAR TRENGGALEK
Mbg Direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek rsud dr soedomo dr Saeroni