KOTA, Radar Trenggalek – Suasana berbeda terlihat di ruas jalan Lingkar Kota Trenggalek, Senin (17/8). Sejumlah polisi lalu lintas menghentikan sejenak kendaraan yang melintas untuk mengajak pengguna jalan bersama-sama menghormati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tepat pukul 10.17, personel Satlantas Polres Trenggalek memberikan aba-aba penghormatan. Sirene kendaraan dinas yang telah disiagakan di lokasi turut dibunyikan sebagai penanda dimulainya penghormatan detik-detik Proklamasi.
Pengguna jalan yang semula melintas pun spontan turun dari kendaraan. Mereka berdiri tegak mengambil sikap sempurna. Sebagian lainnya terlihat meletakkan tangan di dada sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih dan perjuangan para pahlawan.
Di tengah ruas jalan, seorang personel satlantas juga membawa bendera merah putih yang diikatkan pada tongkat besi sebagai tiang bendera. “Saat kegiatan itu, seluruh aktivitas lalu lintas dihentikan sementara selama kurang lebih 3 menit,“ ungkap Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Kharisma Afriansyah.
Penghentian kendaraan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Polisi sengaja melibatkan pengguna jalan agar momentum detik-detik Proklamasi dapat dirasakan bersama. “Seluruh kendaraan kita hentikan sejenak selama 3 menit untuk penghormatan detik-detik Proklamasi,” ujar Kharisma.
Baca Juga: PAD Anjlok, Terjepit Tumpang Tindih Aturan Tiga Tahun Terakhir Turun Drastis
Menurut dia, peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk kembali menggelorakan semangat nasionalisme dan patriotisme sekaligus mengenang jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga untuk kemerdekaan Indonesia.
Kegiatan serupa tidak hanya berlangsung di kawasan perkotaan. Polisi menggelarnya secara serentak di sejumlah wilayah kecamatan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Khusus wilayah Kota Trenggalek, penghormatan detik-detik Proklamasi juga dilakukan di sejumlah titik, seperti Simpang Tiga Widowati dan Simpang Empat Pasar Pon.
Kharisma berharap keterlibatan masyarakat dalam penghormatan tersebut dapat menumbuhkan kembali rasa cinta terhadap tanah air. Lebih dari itu, semangat kemerdekaan diharapkan menjadi energi bersama untuk membangun daerah dan bangsa. “Harapan kita, rasa cinta tanah air semakin tumbuh dibarengi dengan optimisme untuk bersama-sama membangun negara, meneguhkan kembali semangat persatuan menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” pungkasnya. (jaz/c1/din)
Editor : Adinda Okta FitrianaSumber : RADAR TRENGGALEK