Proteksi Pekerja Laut dengan Jaminan Sosial, Cakupan Hanya 1.200 Nelayan

Gunawan Awan • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:37 WIB
HARUS WASPADA: Nelayan diharapkan selalu memantau kondisi cuaca untuk mengurangi risiko kecelakaan laut.(DHARAKA R. PERDANA/RADAR TRENGGALEK)
HARUS WASPADA: Nelayan diharapkan selalu memantau kondisi cuaca untuk mengurangi risiko kecelakaan laut.(DHARAKA R. PERDANA/RADAR TRENGGALEK)

WATULIMO, Radar Trenggalek - Kondisi laut yang makin tak bersahabat juga menuntut penguatan keselamatan kerja nelayan. Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Trenggalek terus menggandeng BPJS Ketenagakerjaan untuk memproteksi para pekerja laut dari risiko kecelakaan kerja. Saat ini, sekitar 1.200 nelayan kecil di Trenggalek telah ter-cover jaminan sosial.

"Kondisi alam memang terkadang tidak ramah. Selain dorongan ekonomi alternatif, wanti-wanti keselamatan melaut dan pentingnya jaminan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan terus kami tekankan di setiap pertemuan nelayan,"  terang Kepala UPT TPI Prigi Disnakkan Trenggalek, Samsu Rijal.   

Dia mengaku ada alokasi anggaran untuk mendaftarkan dan menanggung iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan rentan sehingga ada jaminan perlindungan atas risiko kecelakaan kerja dan kematian.

Klaim pun sangat beragam sehingga lebih mudah bagi para penerima manfaat untuk mendapatkan haknya. “Saat membeli BBM dan kecelakaan pun bisa mendaptakan jaminan sosial itu,” tandasnya.    

Dia mengaku, dari total lima TPI yang ada, dua di kawasan pelabuhan perikanan dan tiga di tingkat kecamatan, sebagian besar justru dihuni oleh armada nelayan berskala kecil. “Kapal-kapal kecil ini yang perlu diperhatikan, kalau kapal besar biasanya sudah dari perusahaan atau pemilik kapal,” ungkapnya.

Baca Juga: Polisi Hentikan Kendaraan selama 3 Menit Bukan Sekadar Mengatur Lalu Lintas, Ajak Warga Hormati Proklamasi

Jika dirinci, wilayah Kecamatan Watulimo, Munjungan, dan Panggul menopang ribuan armada kapal mulai dari 1.000 unit lebih perahu kecil (<5 GT), 120 armada kapal slerek (yang menyerap 3.000–4.000 ABK), hingga 350-an unit pancing tonda dan pancing ulur. Dipekirakan ada sekitar  10 ribu nelayan di Kabupaten Trenggalek.

Seluruh armada ini beroperasi di zona Samudra Hindia yang sangat rentan terhadap cuaca buruk. "Hasil tangkapan bisa naik dan turun sesuai musim, tetapi keselamatan jiwa nelayan tidak boleh ditawar. Saat gelombang ekstrem datang, kepatuhan penggunaan rompi pelampung (life jacket), dan kelengkapan navigasi adalah batas antara hidup dan mati," tegasnya.

Dinas terus menggencarkan edukasi keselamatan pelayaran serta membagikan perlengkapan keselamatan wajib. Nelayan diminta disiplin memantau rilis cuaca BMKG dan tidak memaksakan diri melaut jika situasi berbahaya.

Guna mencegah nelayan nekat melaut pada situasi ekstrem demi alasan ekonomi, Pemkab Trenggalek menghadirkan solusi dari darat. Dinas melatih para nelayan untuk menguasai budi daya ikan darat sebagai sumber pendapatan alternatif saat angin kencang dan gelombang tinggi melanda pesisir selatan. (gun/c1/din)

Editor : Adinda Okta Fitriana
Sumber : RADAR TRENGGALEK
BPJS Ketenagakerjaan Trenggalek Samsu Rijal bmkg disnakkan