Merah Putih Kembali Berkibar di Tebing Sepikul Tradisi Perayaan Kemerdekaan yang Terus Dijaga

Gunawan Awan • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:12 WIB
KONSISTEN: FPTI Jatim mengibarkan bendera Merah Putih di Tebing Sepikul, Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo.(SLAMET WIDODO UNTUK RADAR TRENGGALEK)
KONSISTEN: FPTI Jatim mengibarkan bendera Merah Putih di Tebing Sepikul, Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo.(SLAMET WIDODO UNTUK RADAR TRENGGALEK)

WATULIMO, Radar Trenggalek  – Semangat memperingati kemerdekaan Republik Indonesia kembali diwujudkan dengan cara berbeda di Kabupaten Trenggalek. Sejumlah pemanjat tebing mengibarkan bendera Merah Putih di Tebing Sepikul, Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo, salah satu tebing yang menjadi tujuan favorit pemanjat di Jawa Timur (Jatim).

Kegiatan tersebut bukan kali pertama dilakukan. Pengibaran bendera di Tebing Sepikul telah menjadi agenda yang terus dipertahankan oleh komunitas pemanjat. Tahun ini, mereka kembali menjalankan prosesi serupa dengan memanfaatkan jalur panjat yang telah dipersiapkan sebelumnya.

“Tebing Sepikul dipilih karena memiliki karakteristik yang menantang. Tebing tersebut dikenal memiliki ukuran besar dan ketinggian yang menarik bagi para pemanjat, sehingga sekaligus menjadi lokasi yang tepat untuk menggabungkan aktivitas panjat tebing dengan peringatan Hari Kemerdekaan,” kata Ketua Bidang Organisasi Federasi Panjat Tebing Jatim, Aries Setuiwan, Minggu (16/8).   

Dia menjelaskan, pengibaran bendera dilakukan dari bagian bawah tebing menggunakan sistem tali. Para pemanjat terlebih dahulu membuat jalur menuju bagian atas tebing. Setelah berada di posisi yang ditentukan, bendera kemudian ditarik dari bawah menggunakan sistem jaringan tali hingga dapat dikibarkan di ketinggian.

Tahun ini, ukuran bendera yang digunakan disebut lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya. Bendera dikibarkan pada ketinggian sekitar 250 meter dari permukaan bawah tebing, menyesuaikan kondisi dan teknis pelaksanaan di lokasi.

Baca Juga: Polisi Hentikan Kendaraan selama 3 Menit Bukan Sekadar Mengatur Lalu Lintas, Ajak Warga Hormati Proklamasi

Cuaca yang cerah turut mendukung pelaksanaan kegiatan. Kondisi tersebut membuat proses pemanjatan dapat berlangsung tanpa kendala berarti.

Peserta pengibaran bendera tidak hanya berasal dari Trenggalek. Tim melibatkan pemanjat dari berbagai daerah di Jawa Timur, di antaranya Pacitan, Ponorogo, Surabaya, dan Trenggalek.

Keterlibatan pemanjat lintas daerah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan komunitas. Pengibaran Merah Putih di tebing Sepikul menjadi ruang berkumpul bagi para pemanjat untuk memperingati kemerdekaan melalui aktivitas yang mereka tekuni.

Di bawah tebing, rangkaian peringatan juga dilengkapi upacara pengibaran bendera. Sementara pengibaran Merah Putih di tebing menjadi bagian lain dari prosesi yang dilakukan di lokasi tersebut.

Bagi komunitas pemanjat, kegiatan tersebut memiliki pesan yang lebih panjang daripada sekadar seremoni tahunan.

Konsistensi mengibarkan Merah Putih di Tebing Sepikul diharapkan dapat melahirkan generasi penerus yang bersedia melanjutkan tradisi tersebut. Regenerasi menjadi salah satu perhatian karena kegiatan pemanjatan membutuhkan kemampuan teknis dan kesiapan fisik.

Pengibaran bendera di tebing juga terus dievaluasi setiap tahun. Tahun berikutnya terdapat rencana untuk melakukan perubahan, baik dari sisi ukuran bendera maupun lokasi pemasangannya.

Perubahan tersebut bukan semata untuk mencari sensasi baru. Posisi bendera perlu mempertimbangkan teknik pemanjatan serta sistem penarikan yang digunakan agar proses pengibaran tetap aman dan dapat dilakukan oleh tim. “Harapannya ada generasi penerus yang bisa melanjutkan jadi tim pengibar,” ujarnya.

Tradisi tersebut pada akhirnya menjadi salah satu cara masyarakat memaknai kemerdekaan melalui bidang yang mereka kuasai. Jika dahulu perjuangan mempertahankan kemerdekaan dilakukan dengan berbagai cara, generasi sekarang memiliki bentuk perjuangan dan penghormatan yang berbeda.

Di Tebing Sepikul, Merah Putih dikibarkan dari ketinggian. Bukan hanya menjadi simbol perayaan kemerdekaan, tetapi juga pengingat bahwa semangat tersebut dapat diwariskan melalui kegiatan komunitas dan ruang-ruang publik yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Dengan terus dilakukannya pengibaran bendera dari tahun ke tahun, Tebing Sepikul perlahan memiliki cerita tersendiri dalam rangkaian peringatan kemerdekaan di Trenggalek. (gun/c1/din)

Editor : Adinda Okta Fitriana
Sumber : RADAR TRENGGALEK
Tebing Sepikul Ketua Bidang Organisasi Federasi Panjat Tebing Jatim Aries Setuiwan kecamatan watulimo