KOTA, Radar Trenggalek – Capaian pendapatan asli daerah (PAD) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Trenggalek pada awal tahun 2026 terbilang positif.
Namun, raihan tersebut justru menjadi dorongan agar pengelolaan aset dan gelaran event semakin dimaksimalkan.
Hal itu terjadi lantaran sebelum pertengahan tahun 2026 ini realisasi PAD dispora telah mencapai sekitar Rp 112 juta atau 52,39 persen dari target Rp 215 juta. Angka ini menempatkan dispora pada posisi cukup aman untuk mengejar bahkan melampaui target tahunan.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa aset olahraga memiliki potensi besar sebagai sumber pendapatan daerah.
“Sebelum Juni kemarin, target setengah tahun telah terpenuhi. Sebab, kami sudah mencapai 52,39 persen lebih dari target Rp 215 juta, dan tiga bulan ini masih dalam proses. Artinya, sebelum semester pertama berakhir, realisasi sudah di angka Rp 112 juta,” jelas pelaksana tugas (Plt) Kepala Dispora Trenggalek, Arief Setiyawan.
Baca Juga: Pekerja SPPG Tak Luput dari Verifikasi Dampak Kasus Keracunan MBG
Menurut dia, capaian itu harus diikuti dengan langkah yang lebih agresif. Dispora dituntut terus memaksimalkan pemanfaatan aset agar kontribusi PAD semakin optimal.
Tiga aset utama yang menjadi tulang punggung PAD dispora meliputi Stadion Menak Sopal, GOR Gajah Putih, dan GOR Jwalita.
Ketiganya kini tidak hanya difungsikan untuk kegiatan olahraga formal, tetapi juga dibuka untuk berbagai aktivitas masyarakat.
“Kami memaksimalkan aset yang ada. Pendekatan kami sekarang melibatkan cabang olahraga, komunitas pemuda, hingga masyarakat umum untuk memanfaatkan fasilitas,” imbuh Arief.
Strategi tersebut dinilai efektif. Pasalnya, peningkatan PAD tidak lepas dari banyaknya event yang digelar di fasilitas olahraga milik pemerintah daerah.
“Peningkatan ini karena ada beberapa event yang digelar di tiga aset tersebut dan cukup diminati masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, dispora diharapkan tidak hanya mengandalkan pola lama. Inovasi dalam penyelenggaraan event serta pengelolaan aset menjadi kunci agar tren positif ini terus berlanjut.
Dengan capaian yang sudah melampaui 50 persen sebelum pertengahan tahun, peluang melampaui target PAD 2026 terbuka lebar.
Namun, tanpa optimalisasi aset dan konsistensi gelaran event, potensi tersebut bisa tidak maksimal. “Saat ini kami dihadapkan pada tantangan untuk menjaga momentum, sekaligus membuktikan bahwa sektor olahraga mampu menjadi salah satu penopang pendapatan daerah,“ jelas Kabag Administrasi Pembangunan Setda Trenggalek ini. (jaz/c1/din)
Editor : Adinda Okta FitrianaSumber : RADAR TRENGGALEK