PULE, Radar Trenggalek – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek turut mendukung upaya pemerintah pusat mewujudkan swasembada bawang putih. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui penanaman bawang putih di area Desa Karanganyar, Kecamatan Pule, Rabu (19/8).
Penanaman tersebut merupakan bagian dari program nasional yang diinisiasi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan dilaksanakan serentak di 17 provinsi. Di Jawa Timur, terdapat empat daerah yang ditunjuk, salah satunya Kabupaten Trenggalek.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, langkah tersebut menjadi penting mengingat kebutuhan bawang putih nasional masih sangat bergantung pada pasokan impor. “Ini inisiasi dari Bapak Kapolri dan di daerah dikerjakan oleh Bapak Kapolres. Kita sama-sama tahu bahwa ketergantungan kita terhadap impor, khususnya bawang putih, masih sangat tinggi,” ujar pria yang akrab disapa Mas Ipin ini.
Menurut dia, Trenggalek memiliki potensi untuk ikut memperkuat produksi bawang putih nasional. Sejumlah wilayah memiliki karakteristik ketinggian yang sesuai untuk pengembangan komoditas tersebut. “Kita memiliki daerah-daerah dengan ketinggian sekitar 700 sampai 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Ini menjadi potensi yang bisa kita kembangkan,” jelasnya.
Baca Juga: Bupati Rotasi 62 Pejabat Diminta Langsung Bekerja Tak Tersentuh Eselon II
Sebagai tahap awal, 150 kilogram (kg) bibit bawang putih varietas Lumbu Hijau ditanam di lahan seluas 0,2 hektare (ha) di Desa Karanganyar, Kecamatan Pule. Penanaman melibatkan delapan petani yang tergabung dalam beberapa kelompok tani.
Mas Ipin mengatakan, hasil penanaman tersebut akan dievaluasi setelah sekitar tiga bulan. Jika hasilnya sesuai harapan, luasan tanam akan diperluas. “Kalau dalam tiga bulan ini kita evaluasi dan bisa panen, maka ke depan bisa kita luaskan. Harus panen, sehingga betul-betul untuk swasembada pangan, khususnya mengurangi impor bawang putih,” tegasnya.
Dengan kegiatan tersebut, Pemkab Trenggalek berharap pengembangan bawang putih tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan komoditas, tetapi juga membantu menjaga stabilitas harga. Ketika ketergantungan terhadap impor berkurang, pasokan dalam negeri diharapkan semakin kuat.
“Kalau kita sudah tidak ketergantungan dengan impor, kita bisa swasembada dan produksinya melimpah. Harapannya, harga juga terkendali dan inflasi bawang putih bisa kita kendalikan,” ungkapnya.
Baca Juga: Dispora Wajid Memaksimalkan Aset dan Event Proses Tren Positif Tingkatkan PAD
Di sisi lain, Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya menambahkan, program penanaman bawang putih tersebut dilaksanakan serentak di 17 provinsi. Kabupaten Trenggalek menjadi salah satu dari empat daerah di Jawa Timur yang mendapat bagian dalam program tersebut. “Kita hari ini (kemarin, Red) menanam bawang putih sebanyak 0,20 ha. Kalau melihat hasil panen tiga bulan ke depan bisa dikembangkan menjadi 1,5 ha. Untuk target sementara di angka 1,5 ha dan nanti kita lihat sambil evaluasi,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapan) Trenggalek Imam Nurhadi mengatakan, pengembangan bawang putih menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Trenggalek dinilai memiliki sejumlah kawasan yang potensial untuk komoditas tersebut.
“Untuk potensi bawang putih sendiri di ketinggian 700 mdpl itu sudah merupakan potensi yang ada di Kabupaten Trenggalek. Di daerah Pule sampai Puyung, kemudian Kecamatan Bendungan di daerah Botoputih juga memiliki potensi yang luar biasa untuk penanaman bawang putih,” pungkasnya. (jaz/c1/din)
Editor : Juwita RatnasariSumber : RADAR TRENGGALEK