Tim Hibah PKM STKIP PGRI Trenggalek Usung Konsep Zero Waste Berkelanjutan

Gunawan Awan • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:41 WIB
SALING MENDUKUNG: Kolaborasi STKIP PGRI Trenggalek dan masyarakat lokal, diharapkan mampu menjadikan destinasi wisata edukatif, rapi, dan berwawasan lingkungan.(GUNAWAN/RADAR TRENGGALEK)
SALING MENDUKUNG: Kolaborasi STKIP PGRI Trenggalek dan masyarakat lokal, diharapkan mampu menjadikan destinasi wisata edukatif, rapi, dan berwawasan lingkungan.(GUNAWAN/RADAR TRENGGALEK)

DURENAN, Radar Trenggalek – Upaya mendorong pengelolaan destinasi wisata berbasis lingkungan dan teknologi terus digalakkan di Kabupaten Trenggalek. Melalui program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) hibah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), tim akademisi dari STKIP PGRI Trenggalek terjun langsung mendampingi Kelompok Tani Hutan (KTH) Wonoasri di kawasan Wana Wisata Bukit Tunggangan.

Program yang mengusung tema "Penguatan Literasi Lingkungan dan Tata Kelola Partisipatif Kelompok Tani Hutan Melalui Model Wana Wisata Edukasi Zero Waste Berkelanjutan" ini bertujuan untuk menjawab tantangan tata kelola sampah dan sistem administrasi pengunjung yang selama ini masih dihadapi pengelola lokal.

Ketua Tim Hibah PKM STKIP PGRI Trenggalek, Dwi Putri Hartiningsari MPd, menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan pada tiga pilar utama pengembangan kawasan wisata Bukit Tunggangan. "Pertama, kami melihat masih perlunya peningkatan literasi pengunjung terkait pengelolaan sampah. Maka, kami memberikan edukasi melalui media papan interpretasi lingkungan serta pengembangan E-Guide wisata edukasi berbasis teknologi," ujar Dwi Putri saat ditemui di lokasi kegiatan, Rabu (19/8).

Pilar kedua berfokus pada pembenahan tata pengelolaan dan administrasi tempat wisata. Tim PKM merapikan sistem manajemen operasional yang sebelumnya masih bersifat parsial, sekaligus menerapkan teknologi pemindaian QR Code (barcode) untuk mendata jumlah kunjungan wisatawan secara akurat dan real-time.

Adapun pilar ketiga menyasar pemanfaatan limbah dan sampah lokasi wisata. "Sampah yang selama ini menjadi permasalahan utama tidak lagi sekadar dibuang, melainkan diolah agar memiliki nilai guna dan ekonomi. Dalam program ini, kami menghibahkan tiga unit mesin pengolah sampah untuk mendukung operasional Wana Wisata Bukit Tunggangan," tambahnya.

Baca Juga: Bupati Rotasi 62 Pejabat Diminta Langsung Bekerja Tak Tersentuh Eselon II

KOLABORASI: Tim akademisi dari STKIP PGRI Trenggalek terjun langsung mendampingi KTH Wonoasri  di kawasan Wana Wisata Bukit Tunggangan.(GUNAWAN/RADAR TRENGGALEK)
KOLABORASI: Tim akademisi dari STKIP PGRI Trenggalek terjun langsung mendampingi KTH Wonoasri di kawasan Wana Wisata Bukit Tunggangan.(GUNAWAN/RADAR TRENGGALEK)

Dalam pelaksanaannya, Dwi Putri didampingi oleh tim dosen anggota pelaksana, yakni Wawan Prasetyo MPd dan Intan Susetyo Kusumo MPd, serta melibatkan empat mahasiswa pelaksana yaitu Sandro Arega Ferdiansyah, Arda Rifki Fauzi, Najwa Aulia Aurora, dan Livia Della Sasmita.

Ketua KTH Wonoasri Bukit Tunggangan, Abdul Rohman, menyambut hangat dan mengapresiasi penuh pendampingan serta bantuan yang disalurkan oleh tim STKIP PGRI Trenggalek.

Dia mengungkapkan bahwa selama ini pengelolaan kawasan Bukit Tunggangan masih berjalan secara konvensional. "Kami mewakili teman-teman KTH Wonoasri merasa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada tim PKM STKIP PGRI Trenggalek. Bantuan mesin, alat peraga, hingga pendampingan tata kelola dan ilmu baru ini sangat berarti bagi kami," ungkap Abdul Rohman.

Dia menambahkan, penerapan teknologi barcode pemantau pengunjung sangat membantu operasional harian, terutama saat terjadi lonjakan pengunjung pada akhir pekan. "Sebelumnya, kami menghitung secara manual atau sebatas rekap penjualan tiket sehingga sulit memantau angka pasti. Dengan sistem barcode ini, margin error bisa ditekan dan data kunjungan mingguan bisa terekam jelas. Ini modal besar bagi kami untuk melangkah ke depan," pungkasnya.

Melalui sinergi antara akademisi dan masyarakat lokal ini, Wana Wisata Bukit Tunggangan diharapkan mampu bertransformasi menjadi destinasi wisata edukatif, rapi, dan berwawasan lingkungan secara berkelanjutan di Trenggalek.(gun/c1/din)

Editor : Adinda Okta Fitriana
Sumber : RADAR TRENGGALEK
Kemendikbudristek KTH Dwi Putri Hartiningsari MPd Abdul Rohman stkip pgri