Dulu Jadi Destinasi, Kini Wisata Sawah Mulai Sepi

Mohammad Bima Faisal Mirza • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:44 WIB
HARUS INOVASI:  Wisata Sawah Desa Salamrejo di wilayah Salam Lor, Desa Salamrejo, Kecamatan Karangan, mulai kehilangan geliat.(M. BIMA FAISAL/ RADAR TRENGGALEK)
HARUS INOVASI: Wisata Sawah Desa Salamrejo di wilayah Salam Lor, Desa Salamrejo, Kecamatan Karangan, mulai kehilangan geliat.(M. BIMA FAISAL/ RADAR TRENGGALEK)

KARANGAN, Radar Trenggalek - Wisata Sawah Desa Salamrejo di wilayah Salam Lor, Desa Salamrejo, Kecamatan Karangan, mulai kehilangan geliat. Destinasi yang sebelumnya menjadi salah satu pilihan warga untuk menikmati suasana persawahan tersebut kini terlihat sepi dari aktivitas pengunjung.

Kondisi kawasan yang mulai kurang terawat menjadi salah satu sorotan. Sejumlah bagian area wisata membutuhkan perhatian dan perawatan agar tidak semakin terkesan terbengkalai. Minimnya kunjungan juga membuat keberadaan destinasi tersebut belum memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.

Padahal, wisata sawah tersebut dibangun dengan konsep wisata berbasis alam dan edukasi. Selain hamparan persawahan, kawasan ini sebelumnya diarahkan untuk mendukung kegiatan masyarakat, termasuk kuliner lokal dan aktivitas budaya.

Kepala Desa Salamrejo Ibnu Jadid mengakui masih terdapat pekerjaan rumah dalam pengelolaan wisata tersebut.

Menurut dia, keberadaan destinasi itu memang belum berjalan sesuai harapan. “Wisata Sawah Desa Salamrejo adalah destinasi wisata berbasis alam dan edukasi yang berada di Salam Lor. Di sana ada pemandangan sawah, kuliner lokal, serta kegiatan budaya masyarakat,” kata Ibnu.

Baca Juga: Bupati Rotasi 62 Pejabat Diminta Langsung Bekerja Tak Tersentuh Eselon II

Selain pengembangan wisata, kawasan tersebut juga pernah diarahkan sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan. Salah satunya melalui gerakan penanaman bibit pohon buah di sekitar area wisata.

Namun, keberadaan program tersebut belum cukup untuk membuat kawasan wisata kembali ramai. Perawatan lingkungan dan fasilitas tetap menjadi persoalan yang perlu diperhatikan. Sebab, destinasi wisata membutuhkan pengelolaan rutin agar tidak hanya ramai pada waktu tertentu, kemudian kembali sepi.

Kondisi tersebut juga menunjukkan pentingnya evaluasi terhadap keberlanjutan pengelolaan wisata desa. Keberadaan destinasi tidak cukup hanya dengan membangun atau menyediakan fasilitas. Perawatan, pengelolaan, serta kepastian aktivitas di kawasan wisata juga menjadi faktor yang menentukan keberlangsungan destinasi.

“Masih ada yang perlu dibenahi. Kami tentu berharap pengelolaan ke depan bisa lebih baik,” ujar Ibnu.

Baca Juga: Pemkab Trenggalek Dukung Indonesia Swasembada Bawang Putih Punya Lahan Potensial, Kurangi Ketergantu

Sepinya pengunjung menjadi catatan tersendiri bagi pemerintah desa. Apalagi, kawasan tersebut mengandalkan kondisi alam sebagai daya tarik utama. Jika tidak dirawat secara rutin, potensi yang ada justru berisiko semakin tidak menarik bagi masyarakat.

Kini, keberadaan Wisata Sawah Salamrejo kembali dihadapkan pada persoalan klasik sejumlah destinasi desa. Yakni, bagaimana menjaga fasilitas dan kawasan tetap terurus ketika tingkat kunjungan tidak lagi tinggi.

Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pengelola dan pemerintah desa agar keberadaan wisata tidak berhenti sebagai fasilitas yang pernah ramai, tetapi kemudian perlahan ditinggalkan. (bim/c1/din)

Editor : Juwita Ratnasari
Sumber : RADAR TRENGGALEK
WisataDesa pariwisata trenggalek