POGALAN, Radar Trenggalek – Ancaman kekeringan akibat kemarau panjang kian meluas di wilayah Kabupaten Trenggalek. Dampak paling parah kini dirasakan oleh warga dan petani di Desa/Kecamatan Pogalan. Selain memicu retaknya tanah di area persawahan, bencana krisis air ini juga mulai mengancam pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari warga setempat.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi lahan pertanian pascapanen tampak mengering hingga tanah berbelah-belah akibat kehilangan kelembapan. Batang-batang jerami sisa panen mengering di atas tanah yang retak, menggambarkan parahnya penurunan debit air tanah maupun pasokan dari saluran irigasi.
Kondisi tersebut dibenarkan oleh Kepala Desa Pogalan, Suparni. Dia membeberkan bahwa kekeringan telah melanda sebagian besar dusun di wilayahnya. Dampak yang paling terasa bagi sektor pertanian adalah membengkaknya biaya operasional yang harus dikeluarkan para petani untuk menjaga kelangsungan tanaman mereka.
Baca Juga: Debit Sumur Warga Menyusut Kekeringan Rambah Kecamatan Kota Mulai Andalkan Pasokan BPBD
"Petani harus merogoh kocek lebih dalam lantaran terpaksa menyedot air menggunakan mesin diesel. Jika tidak disedot menggunakan pompa mesin, lahan pertanian akan benar-benar mengering dan memicu gagal tanam," ujar Suparni saat dikonfirmasi mengenai kondisi terkini di desanya.
Penggunaan mesin diesel ini tak pelak menambah beban finansial petani. Sebab, mereka harus membeli bahan bakar minyak (BBM) ekstra setiap harinya agar mesin penyedot air dapat terus beroperasi. Langkah ini menjadi satu-satunya pilihan rasional agar lahan produktif warga tidak sepenuhnya mati.
Tak hanya merugikan sektor pertanian, kekeringan yang melanda Desa Pogalan juga berimbas pada kebutuhan dasar masyarakat. Suparni menambahkan, sebagian warga kini mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk konsumsi harian, seperti memasak, minum, serta kebutuhan rumah tangga lainnya. Sumur-sumur warga mulai mengering seiring turunnya elevasi air tanah.
Warga dan pemerintah desa setempat berharap adanya perhatian dan penanganan cepat dari pihak Pemkab Trenggalek maupun dinas terkait, khususnya bantuan suplai air bersih serta solusi irigasi jangka pendek agar dampak kekeringan tidak semakin parah.(gun/c1/din)
Editor : Adinda Okta FitrianaSumber : RADAR TRENGGALEK