Nogo Dino dalam Tradisi Jawa, Begini Posisi Arah dan Bulan yang Dipercaya Perlu Diperhatikan

Ais Mufida Zamzam • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:55 WIB
Nogo Dino dalam tradisi Jawa membagi posisi naga berdasarkan arah mata angin dan bulan, mulai dari timur, selatan, barat hingga utara.
Nogo Dino dalam tradisi Jawa membagi posisi naga berdasarkan arah mata angin dan bulan, mulai dari timur, selatan, barat hingga utara.

JAKARTA - Nogo Dino merupakan salah satu tradisi perhitungan dalam masyarakat Jawa yang berkaitan dengan posisi naga berdasarkan arah mata angin dan bulan tertentu. Dalam materi dari kanal Kandhakno Wong, Nogo Dino disebut masih kerap digunakan oleh masyarakat Jawa, terutama ketika akan menentukan waktu untuk menggelar pernikahan atau proses lamaran.

Nogo Dino memiliki beberapa bentuk, seperti Nogo Dino yang berkaitan dengan hari, bulan, dan tahun. Namun, pembahasan dalam video tersebut secara khusus berfokus pada Nogo Dino berdasarkan bulan. Materi itu juga ditujukan terutama bagi pemula agar lebih mudah memahami pembagian arah dan posisi naga tanpa harus bingung ketika melakukan perhitungan.

Dalam penjelasannya, empat arah mata angin dibagi menjadi timur, selatan, barat, dan utara. Dalam istilah Jawa, timur disebut Wetan, selatan disebut Kidul, barat disebut Kulon, sedangkan utara disebut Lor.

Baca Juga: Hari Baik Membuka Usaha Menurut Primbon Jawa, Senin Disebut Paling Cocok

Perhitungan kemudian dimulai dari bulan-bulan dalam kalender Jawa. Posisi Nogo Dino dibagi berdasarkan empat kelompok bulan yang mengikuti urutan arah mata angin. Kelompok pertama adalah Suro, Sapar, dan Mulud. Pada tiga bulan tersebut, posisi naga berada di arah timur.

Setelah dari timur, posisi naga kemudian berpindah ke selatan. Arah tersebut berkaitan dengan bulan Bakda Mulud, Jumadil Awal, dan Jumadil Akhir. Dengan demikian, dalam penjelasan video, posisi naga berada di selatan selama tiga bulan tersebut.

Posisi Nogo Dino Berdasarkan Bulan

Setelah posisi selatan, naga kemudian berpindah ke arah barat. Kelompok bulan yang disebut berada dalam posisi tersebut adalah Rejeb, Ruwah, dan Poso. Setelah itu, posisi naga bergerak ke arah utara yang dikaitkan dengan bulan Syawal, Apit, dan Besar.

Baca Juga: 7 Ikan Pembawa Hoki dan Rezeki, dari Koi hingga Ikan Dewa

Urutan tersebut secara sederhana adalah timur, selatan, barat, kemudian utara. Dalam istilah Jawa, urutannya menjadi Wetan, Kidul, Kulon, dan Lor. Pembagian ini menjadi dasar yang digunakan dalam video untuk menentukan apakah arah perjalanan atau perpindahan tertentu dianggap sesuai dengan posisi Nogo Dino.

Salah satu contoh yang diberikan berkaitan dengan proses lamaran. Jika posisi naga sedang berada di selatan, seseorang yang hendak melakukan perjalanan dari utara menuju selatan disebut tidak diperbolehkan dalam kepercayaan yang dibahas. Contohnya, ketika posisi naga berada di selatan pada bulan Jumadil Akhir, perjalanan dari utara menuju selatan disebut perlu menunggu hingga posisi naga berpindah.

Dalam contoh tersebut, waktu yang disarankan untuk menunggu adalah bulan Rejeb atau Syawal karena posisi naga sudah tidak lagi berada di selatan. Penjelasan ini digunakan untuk menggambarkan bagaimana posisi naga berdasarkan bulan diterapkan dalam tradisi yang dibahas.

Baca Juga: Nogo Dino dalam Primbon Jawa, Ini Arah Rezeki Setiap Hari dan Pasaran

Contoh lain adalah perjalanan dari timur menuju barat. Arah tersebut disebut dapat dilakukan dengan melihat posisi Nogo Dino pada bulan yang bersangkutan. Namun, dalam penjelasan video, terdapat bulan tertentu yang perlu diperhatikan. Ketika posisi naga berada di barat, yakni pada bulan Rejeb, Ruwah, dan Poso, perjalanan dari timur menuju barat disebut tidak diperbolehkan berdasarkan kepercayaan tersebut.

Ada Larangan Melintas Berlawanan Arah

Dalam video juga diberikan contoh mengenai seseorang yang ingin melakukan perjalanan dari barat menuju timur ketika posisi Nogo Dino berada di timur. Perjalanan langsung dari barat ke timur disebut tidak dianjurkan.

Ada pula cara yang disebut-sebut dilakukan sebagian orang dengan terlebih dahulu menuju utara, kemudian melanjutkan perjalanan ke timur. Namun, narator menegaskan bahwa cara tersebut bukan merupakan rekomendasi dalam pembahasan. Jika seseorang tetap ingin mengikuti aturan tersebut, disebutkan perlu menunggu hingga posisi Nogo Dino berubah.

Baca Juga: Nogo Dino dalam Primbon Jawa, Ini Arah Rezeki Setiap Hari dan Pasaran

Pada bagian akhir, narator kembali menegaskan pola dasar perhitungannya. Posisi Nogo Dino bergerak secara berurutan dari timur, selatan, barat, kemudian utara, dengan masing-masing arah mencakup tiga bulan dalam kalender Jawa.

Materi tersebut merupakan penjelasan mengenai kepercayaan dan tata cara Nogo Dino sebagaimana disampaikan dalam video. Pembahasan tidak menjelaskan dasar ilmiah dari tradisi tersebut, sehingga penerapannya berada dalam konteks kepercayaan dan tradisi masyarakat Jawa.

 

source: Youtube @KANDHAKNO WONG

Editor : Ais Mufida Zamzam
bulan jawa Kepercayaan Jawa Tradisi Jawa Nogo Dino kalender jawa