OJK Kediri Dorong Pelajar Trenggalek Rajin Menabung, Sangu Sampah Jadi Jalan Siapkan Masa Depan

Rahmat Nur Yahya • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:25 WIB
ANTUSIAS : Sesi foto bersama menyambut acara Hari Indonesia Menabung (HMI)
ANTUSIAS : Sesi foto bersama menyambut acara Hari Indonesia Menabung (HMI)

TRENGGALEK, Radar Trenggalek – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri terus mendorong budaya menabung di kalangan pelajar sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang cakap mengelola keuangan sejak dini.


Pesan tersebut disampaikan Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri dalam peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 Kabupaten Trenggalek di GOR Gajah Putih, Kamis (20/8).

Kegiatan bertema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan” itu diikuti 853 pelajar jenjang SMP dan SMA se-Kabupaten Trenggalek.

Baca Juga: Nogo Dino dalam Tradisi Jawa, Begini Posisi Arah dan Bulan yang Dipercaya Perlu Diperhatikan

Ismirani mengatakan, kebiasaan menabung perlu dibangun sejak usia sekolah. Sebab, menabung tidak hanya berkaitan dengan menyimpan uang, tetapi juga menjadi sarana belajar mempersiapkan masa depan.

LITERASI : Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri saat memberi sambutan dengan mengenalkan OJK kepada siswa-siswi serta memberikan literasi keuangan dalam acara Hari Indonesia Menabung (HMI)
LITERASI : Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri saat memberi sambutan dengan mengenalkan OJK kepada siswa-siswi serta memberikan literasi keuangan dalam acara Hari Indonesia Menabung (HMI)

 
“Menabung adalah belajar menyiapkan masa depan. Sesuatu yang besar sering kali dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten,” ujar Ismirani.


Menurut dia, OJK terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui Program KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar). Program tersebut diharapkan semakin memperluas akses pelajar terhadap layanan keuangan formal sekaligus mengenalkan pengelolaan keuangan secara bijak.


Menariknya, pelaksanaan HIM 2026 di Trenggalek dikolaborasikan dengan program Sangu Sampah. Kolaborasi tersebut dinilai memiliki semangat yang sejalan, yakni membangun kebiasaan positif sejak dini.

Baca Juga: 10 Ikan Pembawa Keberuntungan, Dipercaya Datangkan Rezeki hingga Harmoni
Ismirani menjelaskan, melalui Sangu Sampah, pelajar diajak memilah dan mengumpulkan sampah dari rumah maupun sekolah. Hasilnya kemudian dapat dikonversikan menjadi tabungan melalui rekening Simpanan Pelajar (SimPel).


“Kalau sampah bisa dikumpulkan dan ditabung, mengapa tidak sekalian cita-cita juga kita kumpulkan dan persiapkan melalui kebiasaan menabung?” tuturnya.


Dia berharap pembukaan rekening SimPel yang dilakukan secara simbolis dalam puncak HIM 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Rekening tersebut harus benar-benar dimanfaatkan pelajar untuk membangun kebiasaan menabung, termasuk dari hasil Sangu Sampah.


Dengan konsep tersebut, pelajar tidak hanya belajar mengelola uang, tetapi juga belajar menjaga lingkungan.


“Jaga lingkungan, kelola uang dengan bijak, dan persiapkan masa depan sejak sekarang,” tegas Ismirani.

SIMBOLIS : Penyerahan sertifikat pengurang emisin gas rumah kaca (SPE-GRK) oleh Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri kepada Dirut BPR Jwalita Dwi Fraidianriani
SIMBOLIS : Penyerahan sertifikat pengurang emisin gas rumah kaca (SPE-GRK) oleh Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri kepada Dirut BPR Jwalita Dwi Fraidianriani

 
OJK Kediri juga mengingatkan pelajar agar mulai menerapkan kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari rajin belajar, menyisihkan uang untuk ditabung, memilah sampah, menjaga lingkungan, hingga menggunakan uang secara bijak dan tidak mudah tergoda membeli sesuatu yang tidak diperlukan.

Baca Juga: 7 Ikan Pembawa Hoki dan Rezeki, dari Koi hingga Ikan Dewa


“Ketika adik-adik memilah sampah, adik-adik sedang belajar peduli. Ketika adik-adik menabung, adik-adik sedang belajar disiplin. Ketika adik-adik mengelola uang dengan bijak, adik-adik sedang belajar bertanggung jawab,” jelasnya.


Sementara itu, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi OJK Kediri, LPS, BPR Jwalita, dan PT Jwalita Energi Trenggalek (JET) dalam menggabungkan literasi keuangan dengan kepedulian lingkungan melalui Sangu Sampah.


Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pencanangan pembukaan Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) serta edukasi mengenai peran OJK, LPS, lembaga jasa keuangan, dan program Sangu Sampah.


Rangkaian HIM 2026 juga dikemas secara edukatif dan interaktif. Para pelajar mengikuti Lomba Cerdas Keuangan berupa Kuis Ranking Satu yang menguji pemahaman peserta mengenai literasi dan pengelolaan keuangan.


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pengetahuan keuangan dengan cara yang lebih menarik bagi pelajar. Melalui kuis, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman berkompetisi, tetapi juga diajak memahami pentingnya menabung, menggunakan uang secara bijak, serta mengenali layanan keuangan formal.


Peringatan HIM 2026 Kabupaten Trenggalek diharapkan semakin memperkuat sinergi antara literasi keuangan dan kepedulian lingkungan. Pesan yang dibawa sederhana, namun penting untuk masa depan generasi muda: menabung sejak dini, bijak mengelola uang, dan peduli terhadap lingkungan. (yay/c1/din)

Editor : Amalia Rizky Indah Permadani
Sumber : RADAR TRENGGALEK
OJK KEDIRI ojk