Bicara Digitalisasi, Pengurus Muslimat dan Fatayat NU Trenggalek Digembleng Pelatihan AI

Gunawan Awan • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:32 WIB
TERUS BELAJAR: Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jatim Fraksi PKB Dapil IX Hj Siti Mukiyarti SAg MAg, Ketua PC Fatayat NU Trenggalek Ning Idamatul Khoiriyah, pengurus ranting, PAC, hingga PC Muslimat NU dan Fatayat NU se-Kabupaten Trenggalek, bersama pemateri Jawa Pos Radar Trenggalek, usai pelatihan Melek Digital, di Aula Hotel Hayam Wuruk, Minggu (23/8).(GUNAWAN/ RADAR TRENGGALEK)
TERUS BELAJAR: Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jatim Fraksi PKB Dapil IX Hj Siti Mukiyarti SAg MAg, Ketua PC Fatayat NU Trenggalek Ning Idamatul Khoiriyah, pengurus ranting, PAC, hingga PC Muslimat NU dan Fatayat NU se-Kabupaten Trenggalek, bersama pemateri Jawa Pos Radar Trenggalek, usai pelatihan Melek Digital, di Aula Hotel Hayam Wuruk, Minggu (23/8).(GUNAWAN/ RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Upaya memperkuat dakwah digital serta meningkatkan pemanfaatan teknologi di kalangan kadernya terus digencarkan oleh pimpinan cabang badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Trenggalek.

Bertempat di gedung pertemuan, digelar kegiatan "Sosialisasi META (Melek Digital): Pelatihan AI untuk Pengelolaan Media Sosial sebagai Sarana Pembelajaran serta Dakwah".

Acara intensif yang berlangsung maraton selama empat hari mulai Jumat (21/8) hingga Senin (24/8) di berbagai titik lokasi ini diikuti secara antusias oleh jajaran pengurus ranting, Pimpinan Anak Cabang (PAC), hingga Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU dan Fatayat NU, se-Kabupaten Trenggalek.

Kegiatan strategis ini diinisiasi oleh Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PKB Dapil IX (Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Magetan, Ngawi), Hj Siti Mukiyarti SAg MAg. Dalam keterangannya, Siti Mukiyarti menyampaikan rasa bangga dan terkesannya atas antusiasme peserta yang mayoritas merupakan kaum ibu.

Baca Juga: Angkutan Pelajar Masih Andalkan Mobil Pelat Merah Siapkan Rp 391 Juta, Keterlibatan MPU Masih Tunggu

Menurut dia, literasi digital dan penguasaan kecerdasan buatan artificial intelligence (AI) sangat krusial agar penggunaan media sosial berjalan positif dan berdaya guna.

"Alhamdulillah, hari ini sangat mengesankan. Seluruh peserta memiliki keinginan kuat untuk bisa ngonten. Medsos jika tidak dibarengi dengan ilmunya, maka bisa berdampak negatif. Tetapi dengan pelatihan AI ini, emak-emak tidak hanya mendapat ilmu dan langsung praktik, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian keluarga serta menyebarkan pesan positif," ujar Hj Siti Mukiyarti, Minggu (23/8). 

Selama empat hari pelaksanaan, para peserta dibimbing oleh tim pemateri berpengalaman yaitu Diyah Ayu, Didin Cahya  Firman Syah, serta Zidni 'Ilman Nafi'a. Ketiganya memberikan materi teknis mulai dari pengenalan perintah dasar AI, pemanfaatan alat pembuat konten, hingga strategi pengelolaan media sosial berbasis pembelajaran dan dakwah.

Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Trenggalek, Ning Idamatul Khoiriyah, menegaskan pentingnya tata kelola media sosial yang profesional bagi organisasi keagamaan di era modern.

Dia menilai keberadaan media sosial kini bukan lagi sekadar platform hiburan, melainkan etalase utama organisasi.

Baca Juga: Naylatul Lestari Lewat Tari, Temukan Ruang Ekspresi Bisa Percaya Diri

"Kegiatan Melek Digital ini bertujuan agar sahabat-sahabat Fatayat NU se-Kabupaten Trenggalek, khususnya para pengelola media, betul-betul mampu mengelola media sosial organisasi secara baik dan bijak," ungkap Idamatul.

"Saat ini medsos tidak hanya tempat mengunggah foto atau video, tetapi sudah menjadi wajah dari organisasi kita," imbuhnya.

Dia berharap, usai pelatihan ini, pengelolaan media komunikasi mulai dari tingkat PAC hingga PC—termasuk tata kelola situs web resmi—dapat berjalan lebih rapi, terstruktur, dan profesional. Melalui sinergi pelatihan ini, kader Muslimat dan Fatayat NU Trenggalek siap menjadi pelopor dakwah digital yang santun, informatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi modern.(gun/c1/din)

Editor : Juwita Ratnasari
Sumber : RADAR TRENGGALEK
LiterasiDigital DakwahDigital FatayatNUTrenggalek