Penyertaan Modal Rp 10 M, Dorong Pembiayaan UMKM dan Peningkatan PAD

Mohammad Bima Faisal Mirza • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:54 WIB
FOTO ILLUSTRASI
FOTO ILLUSTRASI

KOTA, Radar Trenggalek  – Penambahan penyertaan modal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek kepada Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Jwalita Trenggalek diharapkan tidak hanya memperkuat posisi lembaga keuangan milik daerah tersebut, tetapi juga semakin memperluas manfaat yang diterima masyarakat.

Penguatan modal menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas pelayanan, terutama dalam membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (Perekonomian dan SDA) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Trenggalek, Agus Subchi mengaku, Pemkab Trenggalek telah menetapkan tambahan penyertaan modal Rp 10 miliar kepada BPR Jwalita. Penambahan tersebut dilakukan secara bertahap, yakni Rp 5 miliar pada 2027 dan Rp 5 miliar pada 2028. Sebelum adanya tambahan tersebut, total penyertaan modal Pemkab Trenggalek di BPR Jwalita mencapai sekitar Rp 20,3 miliar. Dengan tambahan modal secara bertahap, total penyertaan modal ditargetkan mencapai sekitar Rp 30 miliar pada 2028.

“Dengan adanya penambahan modal ini, harapannya BPR Jwalita semakin kuat dalam memberikan pelayanan keuangan kepada masyarakat, terutama melalui program-program yang mendukung UMKM,” ujarnya.

Baca Juga: Genting Kamulan Uji Mutu SNI

Salah satu program yang selama ini dijalankan adalah  Gangsar, yakni fasilitas kredit yang menyasar pedagang pasar dan masyarakat kecil pelaku UMKM. Melalui program tersebut, masyarakat dapat memperoleh pembiayaan dengan plafon maksimal Rp 5 juta. Keunggulan lainnya, kredit diberikan tanpa agunan dengan proses yang relatif cepat dan mudah sehingga lebih sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha kecil.

“Program Gangsar itu memang ditujukan untuk membantu masyarakat kecil dan UMKM. Kreditnya maksimal Rp 5 juta, tanpa agunan, dengan proses yang cepat dan mudah,” jelasnya.

Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usaha sehari-hari. Pedagang pasar, misalnya, dapat memanfaatkan pembiayaan untuk menambah stok dagangan, memenuhi kebutuhan operasional, maupun menjaga keberlangsungan usaha. Dengan akses kredit yang lebih mudah, masyarakat diharapkan tidak kesulitan mendapatkan permodalan ketika membutuhkan tambahan dana.

Selain Gangsar, BPR Jwalita juga memiliki program Krisna yang berkaitan dengan kebutuhan sanitasi dan air masyarakat. Keberadaan program tersebut menunjukkan bahwa fungsi BPR Jwalita tidak semata-mata berorientasi pada layanan perbankan, tetapi juga berupaya menghadirkan produk pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerah.

“Selain Gangsar, ada juga program Krisna untuk kebutuhan sanitasi dan air. Jadi, pelayanan BPR Jwalita tidak hanya soal pembiayaan usaha, tetapi juga menyentuh kebutuhan masyarakat lainnya,” lanjutnya.

Baca Juga: DPRD Trenggalek Kejar Target, Nomor Registrasi Perda Pilkades Ditarget Muncul Akhir Agustus

Dengan tambahan penyertaan modal tersebut, BPR Jwalita diharapkan memiliki kapasitas yang lebih besar untuk mengembangkan berbagai program pembiayaan. Penguatan modal juga diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang mudah dan terjangkau, khususnya bagi pelaku UMKM yang membutuhkan dukungan modal untuk mempertahankan maupun mengembangkan usahanya.

Di sisi lain, penambahan modal tersebut diharapkan memberikan dampak terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Peningkatan kinerja BPR Jwalita diharapkan tidak hanya berhenti pada bertambahnya pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga meningkatkan kontribusi yang disetorkan kepada Pemkab Trenggalek.

“Selain pelayanan kepada masyarakat, harapannya dengan adanya penambahan modal ini PAD yang disetorkan kepada Pemkab Trenggalek juga mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.

Penguatan BPR Jwalita tersebut sejalan dengan upaya Pemkab Trenggalek mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan modal yang semakin kuat, BPR Jwalita diharapkan dapat memperluas pembiayaan UMKM, meningkatkan kualitas layanan, sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian daerah dan PAD Trenggalek. (bim/c1/din)

Editor : Juwita Ratnasari
Sumber : RADAR TRENGGALEK
PemkabTrenggalek BPRJwalita umkm