POGALAN, Radar Trenggalek – Kondisi sarana dan prasarana di Pasar Bendo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, kini mengundang keluhan dari para pedagang setempat.
Penataan fasilitas fisik yang dinilai kurang matang serta buruknya layanan fasilitas umum disinyalir menjadi biang keladi menurunnya tingkat kunjungan pembeli ke pasar tradisional tersebut.
Salah seorang pedagang setempat, Nur Nurcholis, menyoroti keberadaan pembatas fisik atau pagar kayu di area depan pasar yang dinilai mengganggu estetika dan aksesibilitas.
Pagar tersebut dinilai membuat tampilan pasar terlihat tertutup dari jalan raya sehingga menyurutkan minat masyarakat yang melintas untuk singgah dan berbelanja.
"Kami berharap pagar kayu di bagian depan itu bisa dilepas saja. Keberadaannya membuat pandangan dari luar terhalang. Pasar jadi terkesan kurang menarik bagi calon pembeli yang lewat," ujar Nurcholis saat ditemui di lapaknya, Rabu (27/8).
Baca Juga: Embung Desa Semarum Dangkal Terbawa Sedimen Pemdes Harapkan Perbaikan dan Pengerukan dari Pemerintah
Dia menambahkan, pembongkaran pembatas kayu tersebut akan membuat area depan pasar terasa lebih luas dan terbuka. Pengunjung juga dapat melihat aktivitas perdagangan secara langsung dari luar layaknya pasar tradisional pada umumnya.
Bila memungkinkan, area tersebut lebih baik difungsikan secara optimal sebagai tempat parkir kendaraan yang memadai guna mempermudah akses pengunjung.
Selain permasalahan pagar, keluhan krusial yang dirasakan para pedagang dan pengunjung adalah minimnya fasilitas sanitasi, khususnya ketersediaan air bersih di toilet umum pasar. Selama musim kemarau, pasokan air bersih sering mengalami kekeringan total, terutama pada siang hari.
"Kondisi toilet sangat tidak layak. Airnya sering tidak mengalir, apalagi kalau sudah siang. Padahal, toilet merupakan layanan publik yang sangat vital di tempat keramaian seperti pasar," lanjutnya.
Akibat minimnya pasokan air tersebut, para pedagang maupun pembeli kerap terpaksa mengambil air secara manual demi bisa memanfaatkan fasilitas sanitasi dasar. Kondisi ini dinilai sangat mengganggu kenyamanan serta kebersihan lingkungan pasar.
Para pedagang mengaku telah menyampaikan aspirasi dan keluhan ini kepada pihak pengelola secara tertulis, tetapi hingga saat ini belum ada langkah konkret atau penanganan nyata di lapangan.
Mereka berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek melalui dinas terkait dapat segera membenahi infrastruktur fisik dan fasilitas sanitasi di Pasar Bendo Pogalan agar aktivitas ekonomi warga dapat kembali bergairah. (gun/c1/din)
Editor : Adinda Okta FitrianaSumber : RADAR TRENGGALEK