Cara Membuat Air Akuarium Jernih dan Tak Cepat Kotor, Ikuti 10 Tips Ini

Ais Mufida Zamzam • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 11:10 WIB
Cara membuat air akuarium jernih dan tak cepat kotor dengan under gravel, pasir Malang, filter, pompa, pakan, dan perawatan kaca.
Cara membuat air akuarium jernih dan tak cepat kotor dengan under gravel, pasir Malang, filter, pompa, pakan, dan perawatan kaca.

JAKARTA - Cara membuat air akuarium jernih menjadi perhatian penting bagi penghobi ikan hias yang lelah harus berulang kali mengganti air. Dalam sebuah video, pemilik channel membagikan sejumlah tips agar air akuarium tetap bening dan tidak cepat kotor, mulai dari penggunaan under gravel, pasir Malang, pompa dan filter yang sesuai hingga mengatur pemberian pakan.

Pemilik channel tersebut mengaku memiliki akuarium yang airnya tetap jernih selama hampir enam bulan tanpa pernah diganti. Air yang digunakan merupakan air hujan. Air hanya ditambahkan ketika volumenya berkurang. Bahkan, ia menyebut ada akuarium lain yang airnya tidak diganti hingga lebih dari enam bulan sampai satu tahun.

Langkah pertama yang disebut perlu diperhatikan adalah penggunaan styrofoam sebagai alas akuarium. Alas tersebut berfungsi membantu meminimalkan dampak permukaan dasar yang kurang rata sehingga akuarium dinilai lebih aman dari risiko pecah.

Baca Juga: Cara Merawat Ikan Hias untuk Pemula, Jangan Abaikan 5 Hal Penting Ini

Gunakan Under Gravel dan Pasir Malang

Setelah itu, dasar akuarium disarankan menggunakan under gravel. Peralatan tersebut ditempatkan di bagian paling bawah, tepat di atas kaca akuarium. Ukuran under gravel yang dicontohkan adalah 7 x 14 sentimeter dan dapat disesuaikan dengan ukuran akuarium.

Jika tidak memiliki under gravel, pemilik akuarium juga disebut dapat menggunakan dudukan bekas korek bensin sebagai alternatif. Setelah under gravel terpasang, dasar akuarium perlu diberi pasir Malang.

Pasir Malang disebut menjadi salah satu bagian penting untuk membantu menjaga kejernihan air. Ketebalannya disarankan sekitar dua sentimeter atau minimal setebal ibu jari. Di atasnya, penghobi dapat menambahkan batu seperti batu pancawarna atau batu rainbow sebagai hiasan. Namun, batu tersebut disebut bukan bagian yang wajib.

Baca Juga: Toyota Pamerkan Mobil “Krowak” di GIIAS Surabaya 2026, Baterai hingga Kabin Bisa Dilihat

Hiasan lain seperti rumput sintetis, bunga, karakter, atau batu dapat diletakkan di atas pasir. Susunan tersebut disebut membantu agar kotoran ikan tidak terus terombang-ambing atau teracak-acak oleh aktivitas ikan. Kotoran kemudian dapat masuk ke bagian bawah.

Sesuaikan Pompa dan Box Filter

Tips berikutnya adalah memilih pompa air sesuai ukuran akuarium. Pemilik tidak disarankan menggunakan pompa berkapasitas terlalu besar untuk akuarium kecil maupun sebaliknya. Pompa perlu disesuaikan agar kotoran di dalam akuarium dapat tersedot secara maksimal.

Box filter juga harus memiliki ukuran yang sesuai. Untuk akuarium berukuran sekitar 50 sentimeter ke bawah, box filter standar seperti yang dicontohkan disebut masih dapat digunakan. Sementara untuk akuarium berukuran 60 sentimeter ke atas, disarankan menggunakan box filter yang lebih besar, seperti filter talang, filter kaca, atau jenis filter lainnya.

Baca Juga: GIIAS Surabaya 2026 Bikin Bocil Betah, 6 Mobil Ini Jadi Incaran Pengunjung

Media filter di dalam box juga menjadi bagian penting. Beberapa media yang disebut dalam video antara lain karang jahe, bioring, bioball, dan kapas. Media tersebut digunakan untuk membantu menyerap serta mengolah kotoran dan zat yang tidak baik di dalam air sehingga air tetap jernih dan sehat.

Pengaturan pakan turut menentukan kebersihan akuarium. Ikan tidak perlu diberi makan terlalu sering maupun terlalu banyak. Pemberian pakan cukup sedikit agar ikan tidak kelaparan. Dalam video, pemberian makan satu kali sehari disebut cukup. Jika diberikan dua kali sehari, jumlahnya tetap tidak boleh berlebihan karena sisa makanan dapat membuat air cepat kotor dan berpotensi membuat ikan lebih mudah terkena penyakit.

Untuk kaca akuarium yang mulai berlumut, air tidak perlu langsung diganti. Lumut dapat dibersihkan menggunakan busa atau spons yang lembut. Setelah kaca dibersihkan, pemilik dapat menambahkan air penjernih secukupnya jika diperlukan.

Baca Juga: GIIAS Surabaya 2026 Bikin Bocil Betah, 6 Mobil Ini Jadi Incaran Pengunjung

Lampu akuarium juga tidak disarankan menyala terus-menerus karena dapat mempercepat pertumbuhan lumut. Lampu cukup dinyalakan ketika penghobi ingin menikmati atau memamerkan akuarium. Saat malam hari atau ketika rumah sedang kosong, lampu dapat dimatikan.

Terakhir, volume air perlu diperhatikan karena air dapat berkurang akibat penguapan. Jika permukaan air mulai surut, pemilik dapat menambahkan air kembali sekitar lima hari hingga satu minggu sekali sampai volumenya kembali seperti semula. Langkah tersebut disebut membantu mencegah kaca mudah mengerak sekaligus menjaga tampilan akuarium tetap bersih.

 

source: Youtube @IRFAN SODIKIN

Editor : Ais Mufida Zamzam
Filter Akuarium Cara Membuat Air Akuarium Jernih Air Akuarium ikan hias akuarium