BBWS Brantas Gercep Antisipasi Kekeringan

Dharaka R. Perdana • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 12:44 WIB
TANGGAP DARURAT: BBWS Brantas menyalurkan pasokan air bersih dan menyiapkan pompa pertanian di Trenggalek.(BBWS UNTUK RADAR TRENGGALEK)
TANGGAP DARURAT: BBWS Brantas menyalurkan pasokan air bersih dan menyiapkan pompa pertanian di Trenggalek.(BBWS UNTUK RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas mempercepat langkah antisipasi dampak kemarau di Kabupaten Trenggalek. Selain memetakan wilayah yang terdampak kekeringan lahan pertanian, BBWS juga menggelontorkan bantuan air bersih untuk menjaga kebutuhan dasar masyarakat.

Hingga 26 Agustus 2026, hasil monitoring BBWS mencatat sedikitnya 72 hektare lahan pertanian di sembilan desa terdampak kekeringan. Wilayah tersebut tersebar di Kecamatan Karangan, Tugu, Gandusari, dan Bendungan. Tanaman yang terdampak meliputi padi dan jagung dengan usia sekitar satu hingga empat bulan.

Dalam rilis resminya, BBWS Brantas mengatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi kekeringan dapat segera ditangani sebelum berdampak lebih luas. Selain debit sungai yang menurun, ketersediaan air sumur di sejumlah wilayah juga mulai berkurang..

Langkah BBWS tidak berhenti pada pemantauan. Pengaturan distribusi air menjadi salah satu upaya yang dilakukan bersama dinas pertanian, pemerintah desa, Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA), Gabungan HIPPA (GHIPPA), kelompok tani, dan penyuluh pertanian lapangan (PPL).

Sumber air alternatif juga disiapkan. BBWS mengupayakan penambahan debit dari sumur air tanah setempat menggunakan pompa Alcon. Usulan pembangunan pompa sumur dalam untuk Desa Malasan, Kecamatan Durenan, juga telah diajukan. Upaya serupa mencakup Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, dan Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan.

Baca Juga: Marak Parkir Event Agustusan Bukan Wewenang DPKPHub Telah Dibahas dalam Rapat

Di sisi kebutuhan rumah tangga, BBWS Brantas juga bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih. Pada 26 Juli lalu, sebanyak 16 ribu liter air didistribusikan ke Dusun Bungur, Desa Besuki, dan Dusun Slorok, Desa Nglebeng, Kecamatan Panggul. Bantuan tersebut menyasar ratusan warga yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih akibat menyusutnya sumber air.

Antisipasi juga dilakukan dengan mendorong penyesuaian pola tanam. Sejumlah petani mulai beralih ke tanaman palawija yang kebutuhan airnya lebih rendah. Sementara petani di wilayah terdampak memanfaatkan pompa air untuk menambah pasokan dari sumber yang masih tersedia.

BBWS Brantas memastikan monitoring dan koordinasi akan terus dilakukan selama musim kemarau. Dengan status siaga di sejumlah wilayah, langkah pengaturan distribusi air, pemanfaatan sumber alternatif, hingga dropping air bersih disiapkan agar dampak kekeringan tidak meluas dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Sementara itu, Camat Panggul Bambang Supriyadi mengucapkan terima kasih atas bantuan air bersih dari BBWS Brantas untuk warga di wilayahnya yang mengalami dampak kekeringan. "Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga bermanfaat bagi semua," tuturnya. (*/c1/rka)

Editor : Juwita Ratnasari
Sumber : RADAR TRENGGALEK
KekeringanTrenggalek BBWSBrantas AirBersih PertanianTrenggalek