Pusaka Diinapkan di Balai Desa Kamulan Senin Kembali ke Pendapa

Gunawan Awan • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 13:08 WIB
KHIDMAT: Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengawal prosesi kedatangan kirab pusaka di Balai Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Sabtu (29/8) malam.(GUNAWAN RADAR TRENGGALEK)
KHIDMAT: Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengawal prosesi kedatangan kirab pusaka di Balai Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Sabtu (29/8) malam.(GUNAWAN RADAR TRENGGALEK)

DURENAN, Radar Trenggalek – Suasana sakral dan penuh penghormatan terasa di Balai Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Sabtu (29/8) malam.

Ratusan warga memadati kawasan balai desa untuk menyambut kedatangan kirab pusaka utama Kabupaten Trenggalek yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-832 Kabupaten Trenggalek.

Prosesi tersebut turut dihadiri Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin atau akrab disapa Mas Ipin. Orang nomor satu di Kabupaten Trenggalek itu hadir sekaligus mengawal jalannya prosesi kirab hingga pusaka ditempatkan di Balai Desa Kamulan.

Mas Ipin tampak mengenakan pakaian adat Jawa. Kehadirannya menambah khidmat suasana prosesi yang berlangsung di bawah tenda dengan nuansa merah putih tersebut. Sejumlah sesepuh desa dan perangkat Desa Kamulan turut menyambut kedatangan pusaka dengan penuh takzim.

Sejumlah pusaka tersebut memiliki nilai historis penting bagi Kabupaten Trenggalek. Di antaranya, tombak Korowelang dan Songsong Tunggul Nogo. Sejumlah panji serta tombak yang menjadi simbol sejarah berdirinya Kabupaten Trenggalek juga turut dalam prosesi.

Baca Juga: Pembangunan Infrastruktur Tak Boleh Berhenti

Kedatangan pusaka di Desa Kamulan bukan sekadar agenda seremonial. Prosesi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga sekaligus menghidupkan kembali nilai sejarah dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Pusaka utama tersebut kemudian diinapkan di Balai Desa Kamulan selama dua malam sebelum kembali dikirab menuju Pendapa Kabupaten Trenggalek. Selama berada di Kamulan, keberadaan pusaka mendapat penghormatan dan penjagaan dari masyarakat setempat.

Kepala Desa Kamulan, Masruri, mengungkapkan rasa syukur sekaligus bangga karena desanya dipercaya menjadi tempat persinggahan pusaka dalam rangkaian kirab tersebut.

“Ini adalah kehormatan besar bagi kami, warga Desa Kamulan. Kami berjanji akan menjaga pusaka-pusaka ini dengan sebaik-baiknya selama menginap di sini,” ujarnya.

Bagi masyarakat Kamulan, kedatangan pusaka juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus mengenalkan nilai-nilai sejarah daerah kepada generasi muda. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya masyarakat yang datang dan mengikuti prosesi hingga selesai.

Kehadiran Bupati Mochamad Nur Arifin juga mendapat sambutan hangat dari warga. Kehadiran kepala daerah dalam prosesi budaya tersebut dinilai menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap pelestarian tradisi dan warisan sejarah Trenggalek. “Maturnuwun Pak Bupati, sampun rawuh ing Balai Desa Kamulan,” ungkap salah seorang warga.

Setelah menjalani prosesi penginapan selama dua malam, pusaka-pusaka tersebut dijadwalkan kembali dikirab menuju Pendapa Kabupaten Trenggalek pada Senin (31/8) pagi. Masyarakat diperkirakan kembali memadati jalur kirab untuk turut mengantar pusaka hingga ke pusat pemerintahan kabupaten.

Kirab pusaka tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Jadi Ke-832 Kabupaten Trenggalek. Selain menjadi sarana mengenang perjalanan sejarah daerah, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal.

Pelestarian tradisi, sejarah, dan pusaka daerah menjadi bagian penting agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Namun dapat terus dikenal, dipahami, dan diwariskan kepada generasi penerus Kabupaten Trenggalek. (gun/c1/din)

Editor : Adinda Okta Fitriana
Sumber : RADAR TRENGGALEK
Mochamad Nur Arifin bupati trenggalek kirab pusaka budaya lokal