Pasar Murah, Jaga Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi

Gunawan Awan • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 11:05 WIB
BERMANFAAT: Warga ketika mengikuti pasar murah di Kecamatan Tugu.(GUNAWAN/RADAR TRENGGALEK)
BERMANFAAT: Warga ketika mengikuti pasar murah di Kecamatan Tugu.(GUNAWAN/RADAR TRENGGALEK)

TUGU, Radar Trenggalek - Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok serta mengendalikan laju inflasi terus digenjot.

Melalui Dinas Komunikasi dan Perdagangan (Diskomidag) Kabupaten Trenggalek yang disokong penuh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur, pasar murah resmi digelar di halaman kantor Kecamatan Tugu pada Jumat (28/8).

Kepala Diskomidag Kabupaten Trenggalek, Saniran mengatakan, pasar murah bertujuan mendasar untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat, sekaligus membantu warga memperkuat daya beli di tengah dinamika harga bahan pokok.

"Pasar murah ini dilaksanakan dalam rangka pengendalian inflasi daerah serta mendukung ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Trenggalek. Kami bekerja sama dengan Disperindag Provinsi Jawa Timur dan Perum Bulog untuk memfasilitasi kebutuhan pokok warga agar bisa diperoleh dengan harga terjangkau," ujar Saniran saat ditemui  di lokasi.

​Saniran menambahkan, intervensi pasar semacam ini sangat krusial untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya keluarga prasejahtera yang terdampak fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasaran.

Baca Juga: DPRD Trenggalek Dukung Pembebasan PPB Sawah, Langsung Koordinasi untuk Siapkan Dasar Hukum

Dengan adanya subsidi atau pemotongan rantai distribusi langsung dari produsen ke konsumen, warga bisa bernapas lebih lega.

Dalam gelaran pasar murah tersebut, diskomidag menyediakan berbagai komoditas pangan pokok dan produk industri kecil menengah (IKM) unggulan.

Rincian komoditas pangan pokok yang dijual meliputi,​beras medium SPHP Rp 11 ribu per kg, ​beras premium Rp 14 ribu per kg, tepung terigu Rp 10 ribu per kg, minyak goreng Rp 15 ribu per liter, ​gula pasir Rp 16 ribu per kg, ​telur ayam ras Rp 22 ribu  per pack, bawang putih Sinco Rp 6 ribu per 250 gr, bawang merah Rp 6 ribu per 250 gr, ​cabai rawit merah Rp 4 ribu per 100 gr, ​cabai merah besar Rp 2 ribu per 100 gr.

​Berdasarkan pantauan di lokasi menunjukkan bahwa bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur menjadi item yang paling cepat diserbu oleh ibu-ibu rumah tangga.

Menurut beberapa warga sekitar, harga komoditas pangan yang ditawarkan di pasar murah ini amat meringankan beban pengeluaran harian mereka dibanding belanja rutin di pasar tradisional. 

"Harapan kami, kegiatan ini benar-benar membawa dampak positif secara langsung bagi kesejahteraan warga Kecamatan Tugu dan sekitarnya. Ke depan, langkah sinergis bersama Pemprov Jatim dan pihak terkait akan terus kami gulirkan di titik-titik kecamatan lainnya di Trenggalek," tegas Saniran.

Antusiasme warga yang bertahan hingga acara usai membuktikan bahwa program stabilisasi harga seperti pasar murah ini amat dinantikan.

Pemkab Trenggalek pun berkomitmen untuk terus memantau pergerakan harga komoditas pangan secara berkala demi menjamin keterjangkauan dan ketersediaan pangan di seluruh wilayah Bumi Menak Sopal. (gun/c1/din)

Editor : Adinda Okta Fitriana
Sumber : RADAR TRENGGALEK
Disperindag pemkab inflasi Diskomidag