KOTA, Radar Trenggalek – Dampak kasus gangguan kesehatan yang terjadi setelah konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamanan Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah belum kembali beroperasi. Pasalnya, hingga Kamis (3/9), status suspend pada SPPG tersebut masih diberlakukan dan belum diajukan untuk dicabut.
Koordinator wilayah SPPI Trenggalek Shiella Ammanda Yanu Fadilla mengatakan, hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan menjadi bahan evaluasi sebelum SPPG Tamanan dapat kembali menjalankan pelayanan. Sejumlah perbaikan masih harus dilakukan, baik menyangkut sarana dan prasarana maupun manajemen pengelolaan SPPG.
"Seperti hasil laboratorium seperti ini, oh tindak lanjutnya seperti ini, mengganti supplier. Dia (SPPG Tamanan, Red) melakukan perbaikan sarana dan prasarana, dan apa belum menjadi perbaikan, oh ini harus dilakukan perbaikan," katanya.
Menurut dia, proses pembenahan tersebut masih berlangsung. Karena itu, SPPG Tamanan belum mengajukan pencabutan status suspend. Perbaikan menjadi tahapan yang harus dituntaskan sebelum pelayanan MBG dari dapur tersebut kembali berjalan.
"Tentunya soal perbaikan dari kualitas SPPG mulai dari sarana dan prasarana maupun secara manajemen, masih dilakukan sarpras, belum mengajukan pencabutan suspend," ujarnya.
Baca Juga: Tingkatkan Literasi Pelajar, Disippus Trenggalek Gelar Bimtek Resensi Buku
Selama SPPG Tamanan belum beroperasi, penerima manfaat tidak dibiarkan kehilangan layanan MBG. Pelayanan dialihkan ke SPPG lain yang berada di sekitar wilayah tersebut.
Shiella mengatakan, seluruh penerima manfaat yang sebelumnya mendapat layanan dari SPPG Tamanan telah dialihkan. Jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 2.000 penerima manfaat.
"Iya dialihkan, ke SPPG terdekat. Kecuali yang paling penting menanyakan kepada penerima manfaat, apakah dia mau menerima kembali, atau seperti apa, karena itu hak masing-masing. Jika mau menerima ya dilayani SPPG terdekat," jelasnya.
Pengalihan tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan MBG tetap berjalan meski SPPG Tamanan masih dalam proses pembenahan. Penerima manfaat juga diberikan ruang untuk menentukan apakah bersedia kembali menerima makanan melalui SPPG pengganti.
"Semua penerima manfaat dari SPPG Tamanan, kami alihkan ke SPPG lain sehingga tidak terjadi kekosongan pelayanan, kalau tidak salah penerima manfaat kurang lebih 2.000," katanya.
Namun, untuk penerima manfaat di SMPN 1 Trenggalek, hingga kini sekolah tersebut belum kembali menerima layanan MBG. Kondisi tersebut masih menunggu informasi lebih lanjut terkait pelayanan berikutnya.
"SMPN 1 Trenggalek saat ini setahu saya belum menerima manfaat lagi sampai nanti informasi lanjutan," ujarnya.
Shiella menegaskan, keputusan penerima manfaat untuk kembali menerima MBG tetap dihormati. Bagi penerima yang bersedia menerima, pelayanan akan diberikan melalui SPPG terdekat. Sementara mereka yang belum bersedia tetap dihormati keputusannya.
"Kalau yang paling penting menghargai penerima manfaat. Jika menerima, kami layani. Jika belum, kami menghargai," katanya.(jaz/c1/din)
Editor : Adinda Okta FitrianaSumber : RADAR TRENGGALEK