KARANGAN, Radar Trenggalek – Desa Salamrejo, Kecamatan Karangan, terus mendorong penguatan ketahanan pangan berbasis potensi lokal. Salah satunya melalui pengembangan budi daya ikan lele dengan sistem bioflok.
Langkah tersebut mendapat dukungan dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Trenggalek melalui bantuan sarana dan prasarana (sarpras) budi daya lele sistem bioflok.
Kepala Desa Salamrejo, Ibnu Jadid mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam mendorong peningkatan perekonomian masyarakat. Karena itu, harapannya bantuan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh kelompok penerima.
“Alhamdulillah, tahun ini (kelompok pembudi daya ikan (Pokdakan) Salam Mitra Jaya mendapatkan bantuan dari dinas perikanan. Semoga bantuan ini benar-benar bisa menyejahterakan warga dan menjadi motivasi bagi Pokdakan lainnya,” ujarnya, Rabu (2/9).
Menurut Ibnu, pengembangan budi daya lele menjadi salah satu langkah strategis Desa Salamrejo untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar desa. Terutama untuk memenuhi kebutuhan lauk-pauk berupa ikan.
Baca Juga: DPRD Trenggalek Sahkan Dua Perda Bentuk Peduli Pekerja dan Madrasah Nonformal
Dia menargetkan, budi daya lele dengan sistem bioflok tersebut tidak berhenti pada kegiatan produksi semata. Ke depan, program tersebut diharapkan mampu mengantarkan Salamrejo menjadi desa yang mampu memenuhi kebutuhan ikan lele secara mandiri.
“Harapan kami, nanti Desa Salamrejo bisa menjadi swasembada ikan lele,” katanya.
Ibnu menambahkan, sistem bioflok dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan masyarakat karena dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan produktivitas budi daya ikan.
Dengan pengelolaan yang baik, hasil budi daya diharapkan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi sekaligus memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat.
Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri perangkat Desa Salamrejo dan anggota Pokdakan Salam Mitra Jaya. Bantuan itu pun disambut antusias para pembudi daya. Sebab, sarana budi daya tersebut telah lama dinantikan untuk mendukung peningkatan produksi lele.
Baca Juga: SMAN 2 Trenggalek Siap Tampilkan Permainan Terbaik Bermain Lepas, Kompak, dan Tetap Sportif
Salah satu anggota Pokdakan Salam Mitra Jaya, Antok, mengaku terbantu dengan adanya bantuan tersebut. Menurut dia, dukungan sarana dan prasarana dari pemerintah dapat menjadi modal penting bagi kelompok untuk meningkatkan kapasitas produksi.
“Ini benar-benar luar biasa. Bantuan ini sangat membantu kami untuk meningkatkan produksi lele,” ungkapnya.
Ibnu berharap program budi daya lele bioflok tidak berhenti pada bantuan sarana dan prasarana. Pemerintah desa bersama kelompok pembudi daya akan terus mendorong pengembangan program agar dapat berjalan secara berkelanjutan.
Selain memperkuat ketahanan pangan, budi daya lele juga diharapkan mampu menjadi salah satu sumber pendapatan asli desa (PADes) ke depan. Dengan demikian, potensi perikanan di Salamrejo dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Dengan kerja keras dan komitmen bersama, kami optimistis Desa Salamrejo bisa menjadi desa yang mandiri dan berdaulat pangan,” pungkas Ibnu.(gun/c1/din)
Editor : Juwita RatnasariSumber : RADAR TRENGGALEK