Pasar Rakyat Sumbang 7,31 Ton Sampah Berlangsung selama 12 Hari Perlu Pengelolaan sejak di Lokasi

Zaki Jazai • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 10:27 WIB
PERLU PERHATIAN: Petugas kebersihan dari DLH Trenggalek saat membersihkan jalan setelah acara Agustusan.(DLH UNTUK RADAR TRENGGALEK)
PERLU PERHATIAN: Petugas kebersihan dari DLH Trenggalek saat membersihkan jalan setelah acara Agustusan.(DLH UNTUK RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek – Kemeriahan Pasar Rakyat di kawasan Alun-Alun Trenggalek selama 12 hari lalu menyisakan persoalan sampah. Pasalnya, dari kegiatan tersebut, tercatat sekitar 7,31 ton sampah dihasilkan. Kondisi ini menjadi catatan agar penyelenggaraan event ke depan dibarengi aktivitas pengelolaan sampah sejak dari lokasi kegiatan.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Trenggalek Ariyoga Widyaseto Wahono mengatakan, peningkatan aktivitas masyarakat selama rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI turut berdampak terhadap volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

Data timbulan sampah menunjukkan, sepanjang Juni tercatat 798,925 ton sampah masuk TPA. Jumlah tersebut turun pada Juli menjadi 796,665 ton. Namun, memasuki Agustus, volumenya meningkat menjadi 875,130 ton.

“Peningkatan timbulan sampah pada Agustus ini salah satunya dipengaruhi meningkatnya aktivitas masyarakat dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan. Berbagai kegiatan dilaksanakan secara bersamaan, termasuk Pasar Rakyat di kawasan Alun-Alun Trenggalek,” kata Ariyoga.

Pasar Rakyat yang berlangsung selama 12 hari menjadi salah satu penyumbang timbulan sampah dari kegiatan di kawasan alun-alun. Total sampah yang dihasilkan mencapai sekitar 7,31 ton.

Baca Juga: SMAN 1 Durenan Bawa Semangat Tanding Ingin Atmosfer Kompetisi dan Tak Pasang Target Tinggi

Tak hanya Pasar Rakyat. Kegiatan karnaval dan parade drum band dari berbagai tingkatan sekolah juga menghasilkan sekitar 5,44 ton sampah. Dari keseluruhan sampah kegiatan tersebut, petugas melakukan pemilahan dan berhasil memisahkan sekitar 2,21 ton material daur ulang (MDU).

“Sampah yang masih bisa dimanfaatkan kita pilah menjadi material daur ulang. Sedangkan sampah yang tidak bisa dimanfaatkan kembali diarahkan ke landfill TPA,” ujarnya.

Menurut Ariyoga, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan masyarakat dengan jumlah pengunjung besar memiliki konsekuensi terhadap timbulan sampah. Karena itu, pengelolaan sampah seharusnya tidak menjadi pekerjaan setelah event selesai.

“Ke depan perlu ada penguatan pemilahan sampah sejak dari lokasi kegiatan. Penyelenggara juga perlu menyiapkan fasilitas pengumpulan material daur ulang,” terangnya.

Jenis sampah yang dominan muncul selama rangkaian kegiatan Agustusan antara lain alas duduk sekali pakai, styrofoam yang digunakan untuk pembuatan maket maupun ornamen karnaval, banner dan spanduk berbahan flexi/vinyl (PVC), serta kemasan plastik makanan dan minuman.

Baca Juga: Ratusan KPM di Kamulan Terima Bantuan Pangan Berupa Beras Gratis dari Bulog

Material tersebut tidak seluruhnya mudah didaur ulang. Karena itu, pembatasan penggunaan produk sekali pakai dan material yang sulit didaur ulang perlu mulai menjadi perhatian dalam setiap penyelenggaraan event, khususnya kegiatan berskala besar.

“Setiap kegiatan yang mendatangkan banyak masyarakat pasti menghasilkan sampah. Karena itu, pengelolaannya juga harus dipikirkan sejak awal, bukan setelah kegiatan selesai,” tegasnya.

Dengan pengelolaan dari sumber, sampah yang masuk ke TPA diharapkan dapat ditekan. Sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dipilah dan didaur ulang, sementara hanya residu yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan yang berakhir di landfill.

Besarnya timbulan sampah selama Agustus menjadi gambaran bahwa kemeriahan event masyarakat perlu diimbangi dengan tanggung jawab pengelolaan lingkungan.

“Kegiatan masyarakat seperti Pasar Rakyat boleh meriah, tetapi persoalan sampah tidak boleh ikut menjadi warisan setelah kegiatan berakhir. Makanya ke depan kami akan buat skema pengelolaan yang tepat,“ jelas mantan Sekcam Pogalan ini. (jaz/c1/din)

Editor : Juwita Ratnasari
Sumber : RADAR TRENGGALEK
DLHTrenggalek KelolaSampah PasarRakyat