Ratusan Jiwa di Mlinjon Menanti Air Bersih

Gunawan Awan • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 10:32 WIB
DAMPAK KEMARAU: Dua dusun di Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, mengalami krisis air bersih.(GUNAWAN/RADAR TRENGGALEK)
DAMPAK KEMARAU: Dua dusun di Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, mengalami krisis air bersih.(GUNAWAN/RADAR TRENGGALEK)

SURUH, Radar Trenggalek – Dampak musim kemarau di Kabupaten Trenggalek kian meluas. Ratusan warga Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, kini harus berjuang menghadapi kelangkaan air bersih.

Kondisi ini memicu pemerintah desa (pemdes) setempat bersurat resmi kepada Bupati Trenggalek guna meminta bantuan pasokan air bersih bagi warganya yang terdampak.

​Berdasarkan surat permohonan  pada 28 Agustus 2026 yang ditandatangani Kepala Desa Mlinjon, Dendik Kuncoro, dampak kekeringan telah melanda dua dusun di wilayahnya. Yakni, Dusun Mlinjon dan Dusun Selorejo.

​Di Dusun Mlinjon, krisis air bersih melanda wilayah RT 27 yang dihuni sedikitnya 64 kepala keluarga (KK) dengan total 130 jiwa.

Sementara itu, dampak lebih luas terjadi di Dusun Selorejo yang mencakup lima wilayah RT, di antaranya RT 28 (42 KK/126 jiwa), RT 30 (51 KK/102 jiwa), RT 31 (54 KK/162 jiwa), RT 43 (65 KK/67 jiwa), serta RT 52 (49 KK/98 jiwa). Secara keseluruhan, terdapat ratusan keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan air harian.

Baca Juga: Ratusan KPM di Kamulan Terima Bantuan Pangan Berupa Beras Gratis dari Bulog

Sebagai langkah awal penanganan, bantuan pasokan air bersih mulai disalurkan ke wilayah tersebut melalui kolaborasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Pemdes Mlinjon. Namun, dropping air sementara ini baru bisa mencukupi sebagian kecil dari wilayah terdampak. ​

"Untuk pengiriman awal ini didukung oleh Baznas bersama relawan dan Pemdes Mlinjon. Bantuan sementara baru mencakup wilayah RT 30 dan RT 31 di Dusun Selorejo," ujar Kepala Desa Mlinjon, Dendik Kuncoro, Jumat (4/9).

Dendik menjelaskan, keterbatasan armada dan anggaran penanganan bencana disinyalir menjadi alasan penyaluran bantuan air belum bisa merata ke seluruh titik kekeringan.

Wilayah RT lain yang turut mengajukan permohonan hingga kini masih menunggu jadwal serta alokasi lanjutan dari pihak BPBD Kabupaten Trenggalek.

​Kondisi kekeringan di Desa Mlinjon diprediksi dapat terus meluas jika hujan tak kunjung turun dalam waktu dekat.

Pemdes Mlinjon berharap Pemkab Trenggalek melalui instansi terkait dapat mempercepat penambahan kuota penyaluran air bersih agar seluruh warga terdampak di Dusun Mlinjon maupun Selorejo dapat terjangkau secara menyeluruh.

​"Harapan kami dari pihak desa, seluruh RT yang terdampak dan sudah diusulkan bisa segera tertangani bantuan air bersih. Sebab, kekeringan mulai meluas dan warga sangat membutuhkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari," pungkas Dendik.(gun/c1/din)

Editor : Adinda Okta Fitriana
Sumber : RADAR TRENGGALEK
bpbd bupati trenggalek baznas musim kemarau