KOTA-Radar Trenggalek BAGI sebagian orang, hobi sekadar menjadi kegiatan untuk mengisi waktu luang. Namun, bagi Angga Dimenthari, 26, hobi justru menjadi ruang untuk mengembangkan diri sekaligus mendukung pekerjaannya. Warga Desa Ngepeh, Kecamatan Tugu, itu memilih menari sebagai salah satu aktivitas yang paling disukainya.
Kecintaannya terhadap dunia tari berawal dari kesenangan mengekspresikan diri melalui gerakan. Baginya, setiap gerakan memiliki cara tersendiri untuk menyampaikan ekspresi dan perasaan.
“Menari bagi saya bukan hanya kegiatan yang menyenangkan. Dari menari saya bisa belajar kreativitas, kepercayaan diri, koordinasi gerak, sekaligus bagaimana mengekspresikan diri,” ungkap Angga.
Menurut dia, menari juga memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas tersebut membuat dirinya menjadi lebih percaya diri dan ekspresif ketika berinteraksi dengan orang lain.
Menariknya, hobi tersebut memiliki keterkaitan dengan profesinya sebagai guru taman kanak-kanak (TK). Dunia pendidikan anak usia dini memang tidak lepas dari kegiatan seni, gerak, dan lagu. Kemampuan menari pun dapat dimanfaatkan untuk menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan.
Baca Juga: Nadita Amalia Berwirausaha, Berorganisasi, Berprestasi
Angga dapat mengajak anak-anak bergerak mengikuti irama, menirukan gerakan sederhana, hingga mengenalkan berbagai jenis tarian dengan cara yang sesuai dengan usia mereka.
“Anak-anak biasanya lebih mudah tertarik ketika pembelajaran dikemas dengan gerakan dan permainan. Jadi, hobi menari ini juga membantu saya ketika mengajar,” katanya.
Bagi Angga, berinteraksi dengan anak-anak membutuhkan energi dan kreativitas. Karena itu, menari menjadi salah satu cara untuk menjaga semangat sekaligus memperkaya ide dalam membuat kegiatan pembelajaran.
Tak berhenti di dunia tari, Angga juga memiliki ketertarikan pada make-up. Dia menikmati proses mencoba berbagai teknik rias dan memadukan beragam gaya sesuai kebutuhan.
Make-up, menurut dia, juga menjadi bentuk kreativitas. Dari hobi tersebut, seseorang tidak hanya dapat mengembangkan keterampilan, tetapi juga membuka peluang untuk memperoleh penghasilan.
“Saya juga suka make-up karena bisa berkreasi dan mencoba berbagai teknik. Kalau terus dikembangkan, hobi ini tentu bisa menjadi keterampilan yang menghasilkan,” ujarnya.
Angga melihat setiap hobi memiliki potensi apabila ditekuni secara serius. Kuncinya adalah kemauan untuk terus belajar, berlatih, dan berani mengembangkan kemampuan.
Bagi dia, menari dan make-up bukan sekadar aktivitas pengisi waktu. Keduanya menjadi cara untuk terus bertumbuh, mengenali potensi diri, serta menghadirkan kreativitas dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.
Angga percaya, sesuatu yang awalnya dilakukan karena senang dapat berkembang menjadi keterampilan berharga. Bahkan, bukan tidak mungkin keterampilan tersebut kelak menjadi jalan untuk menciptakan peluang baru. (bim/din)
Editor : Adinda Okta FitrianaSumber : RADAR TRENGGALEK