KOTA, Radar Trenggalek – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyiapkan anggaran hingga Rp 19 miliar untuk mendukung pembebasan lahan jalan lintas selatan (JLS) atau pansela. Anggaran tersebut diharapkan mempercepat tersambungnya konektivitas kawasan selatan Trenggalek, sekaligus membuka akses ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, dukungan anggaran tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Jatim memperkuat konektivitas kawasan pesisir selatan. Itu dilakukan lantaran pembangunan pansela tidak sekadar berkaitan dengan akses transportasi. Tersambungnya jalur tersebut diharapkan mampu membuka ruang bagi masyarakat pesisir untuk mengembangkan aktivitas ekonomi secara lebih produktif.
“Kita terus memperjuangkan pembangunan jalan lintas selatan. Kita ingin mewujudkan sarana pendukung yang membuat masyarakat pesisir bekerja lebih produktif hingga muaranya meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Emil.
Baca Juga: Warga Durenan Bingung, Lapangan Desa Hilang Fungsi Digantikan Paving yang Tidak Mendukung Aktivitas
Untuk mendukung proses tersebut, Pemprov Jatim menyiapkan anggaran sekitar Rp 18 miliar hingga Rp 19 miliar untuk membantu penyiapan lahan proyek pansela. Langkah itu menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah provinsi agar pembangunan konektivitas selatan dapat terus berjalan.
Emil menyebut konektivitas dari arah Pacitan kini telah tersambung hingga Kecamatan Panggul, Trenggalek. Tahapan berikutnya diarahkan untuk memperkuat koneksi dari Panggul menuju kawasan Teluk Prigi.
Dari Prigi, jaringan pansela selanjutnya diharapkan dapat terhubung menuju Popoh, Tulungagung, kemudian berlanjut ke kawasan Malang. Dengan jaringan tersebut, wilayah selatan Jawa Timur diharapkan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri dalam mengembangkan potensi ekonominya.
“Harapan besar kita, seluruh wilayah pesisir selatan mulai dari Jogjakarta, Trenggalek, Blitar, hingga Malang dapat terhubung secara utuh,” ungkapnya.
Baca Juga: STKIP PGRI Trenggalek Cetak 175 Lulusan Unggul dan Berkarakter Kukuhkan Eksistensi Kampus
Menurut Emil, konektivitas menjadi salah satu kunci untuk mengangkat potensi ekonomi wilayah selatan. Selama akses antarkawasan belum sepenuhnya tersambung, potensi yang dimiliki masing-masing daerah akan lebih sulit dikembangkan secara optimal.
Karena itu, pembangunan pansela dipandang memiliki arti strategis bagi Trenggalek. Terlebih, sebagian wilayah pesisir selatan memiliki jarak cukup jauh dari pusat pemerintahan kabupaten yang dapat mencapai sekitar 40 kilometer.
Emil mengibaratkan kekuatan konektivitas kawasan selatan seperti sapu lidi. Masing-masing daerah memiliki potensi, tetapi akan jauh lebih kuat apabila dihubungkan melalui jaringan transportasi yang saling terintegrasi.
Baca Juga: Puluhan Pusaka Trenggalek Dijamas
“Ibaratnya sapu lidi. Kalau lidi dipisah sendiri-sendiri, kita gampang mematahkan lidi itu. Tetapi jika kita mengikatnya jadi satu, ikatan itu menjadi sangat kuat,” ulasnya.
Konektivitas tersebut nantinya diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Lebih jauh, tersambungnya kawasan selatan dapat mempertemukan berbagai potensi ekonomi antardaerah, mulai dari pariwisata, perdagangan, perikanan, hingga sektor produktif lainnya.
“Jika kawasan selatan saling tersambung, insya Allah potensi ekonomi warga di pesisir selatan juga akan melompat naik,” tandas mantan bupati Trenggalek ini. (jaz/c1/din)
Editor : Juwita RatnasariSumber : RADAR TRENGGALEK