KARANGAN, Radar Trenggalek - Kerusakan infrastruktur jalan di Kabupaten Trenggalek seolah tiada habisnya. Termasuk kondisi memprihatinkan terlihat di ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Sukowetan, Kecamatan Karangan, dan Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh. Tepatnya di area Dusun Soho, Desa Sukowetan.
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Trenggalek di lapangan, aspal di jalur vital tersebut hampir tidak tersisa. Sepanjang kurang lebih 300 meter, jalanan berubah menjadi tumpukan kerikil dan batu lepas yang bergelombang parah. Kondisi ini membuat setiap pengendara yang melintas harus ekstra waspada untuk menghindari kecelakaan.
Ironisnya, penderitaan warga dan pengguna jalan ini sudah berlangsung cukup lama. Terhitung hampir dua tahun terakhir jalur ini tidak tersentuh perbaikan berarti. "Sudah lama sekali kondisinya seperti ini. Aspalnya mengelupas total, tinggal batu dan debu," keluh salah satu pengguna jalan, Imam, 40, saat ditemui saat berteduh dari debu.
Kondisi diperparah dengan kemarau panjang yang melanda wilayah Trenggalek saat ini. Jalan yang rusak parah itu kini berubah menjadi sumber polusi udara yang akut. Setiap kali ada kendaraan beroda dua maupun empat melintas, kepulan debu tebal langsung membubung tinggi, menyelimuti pengendara lain dan rumah-rumah warga di pinggir jalan.
Debu pekat ini tidak hanya mengganggu pandangan, tetapi juga mulai berdampak pada kesehatan warga sekitar. Mereka terpaksa harus menghirup udara bercampur debu setiap hari yang berpotensi menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Baca Juga: Kondisi Normal, Usai Suplai dari Bendungan Tugu
Masalah ini juga dikonfirmasi oleh Kepala Desa (Kades) Sukowetan, Sururi. Dia membenarkan kerusakan jalan di Dusun Soho tersebut sudah sangat parah dan berlangsung menahun. "Ya, kondisinya memang seperti itu. Sekitar 300 meter lebih aspalnya sudah mengelupas parah, bergelombang. Sudah hampir dua tahun ini belum ada perbaikan," ungkap Sururi.
Sururi menambahkan, saat kemarau seperti ini, warga memang paling menderita akibat polusi debu dari lalu-lalang kendaraan. Dia pun mengkhawatirkan risiko kecelakaan akibat jalan yang berlubang dan berkerikil tajam. "Lalu lalang pengguna jalan sangat padat di sini dan debunya luar biasa saat kemarau," imbuhnya.
Pemerintah Desa Sukowetan berharap Pemkab Trenggalek melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Trenggalek segera mengambil langkah konkret untuk mengaspal kembali ruas jalan tersebut. Mengingat, jalan ini merupakan urat nadi perekonomian dan mobilitas warga antara Sukowetan dan Mlinjon.(gun/c1/din)
Editor : Adinda Okta FitrianaSumber : RADAR TRENGGALEK