KOTA, Radar Trenggalek – Berbagai kebutuhan masyarakat sekaligus menyusun prioritas pembangunan daerah dilakukan DPRD dan Pemkab Trenggalek.
Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi menilai terdapat tiga fokus besar yang perlu terus diperkuat dalam pembangunan daerah. Ketiganya meliputi kelestarian lingkungan hidup, pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta peningkatan sumber daya manusia (SDM). “Tiga sektor tersebut dinilai saling berkaitan dan menjadi dasar untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Trenggalek secara berkelanjutan,” katanya.
Dari sisi lingkungan, Trenggalek memiliki karakter wilayah dengan kekayaan alam yang besar. Namun, kondisi geografis tersebut juga membuat sejumlah wilayah rawan menghadapi bencana, terutama banjir dan tanah longsor ketika musim hujan.
Maka, upaya menjaga kelestarian alam menjadi salah satu perhatian utama. Kelestarian hutan dan lingkungan diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mempertahankan sumber-sumber air bagi masyarakat saat memasuki musim kemarau.
Persoalan air juga masih menjadi perhatian. Meski jumlah titik yang mengalami kekurangan air disebut terus menurun setiap tahun, kondisi tersebut tetap perlu diantisipasi.
Baca Juga: Dua Tahun Bak Jalan Makadam Warga Sukowetan “Makan Debu”
Dengan menjaga kawasan hutan dan sumber air, kebutuhan masyarakat diharapkan tetap dapat terpenuhi, baik pada musim hujan maupun kemarau. DPRD juga mendorong penguatan pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan.
Dia menegaskan, dukungan tersebut salah satunya diwujudkan melalui fungsi penganggaran DPRD. Penambahan armada pengangkut sampah, bak sampah, hingga dukungan terhadap pengelolaan sampah di tingkat TP3SR menjadi bagian dari langkah yang terus diperkuat. Tahun ini, pengadaan mesin pencacah juga didorong di sejumlah titik tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TP3SR). Mesin tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai jual hasil pengolahan sampah, terutama sampah plastik yang dapat dicacah dan diproses kembali.
Fokus kedua adalah pertumbuhan ekonomi masyarakat. Struktur perekonomian Trenggalek dalam beberapa tahun terakhir mulai mengalami pergeseran. Jika sebelumnya sektor pertanian dan perkebunan memberikan kontribusi sekitar 36 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB), kini kontribusinya berada di kisaran 24 persen. Di sisi lain, sektor industri pengolahan mulai menunjukkan peningkatan dan dinilai memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan.
Karena itu, DPRD mendorong agar industri pengolahan menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru Trenggalek. Produk pertanian, perikanan, maupun hasil perkebunan diharapkan tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah. Pengembangan industri pengolahan juga dinilai semakin terbuka karena perkembangan teknologi dan pemasaran digital membuat produk lokal tidak lagi terbatas oleh kondisi geografis.
Dia menambahkan, dukungan terhadap sektor ekonomi juga diarahkan kepada pelaku usaha kecil dan industri kecil menengah (IKM). DPRD terus mendorong program pelatihan, pengembangan usaha, serta akses pembiayaan bagi masyarakat.
Selain itu, regulasi mengenai ekonomi kreatif juga tengah disiapkan setelah Trenggalek mendapatkan pengakuan sebagai salah satu daerah kreatif. Rancangan peraturan daerah tentang ekonomi kreatif diharapkan dapat menjadi landasan pengembangan sektor tersebut ke depan.
Sementara itu, fokus ketiga adalah peningkatan kualitas SDM. Sektor pendidikan dan kesehatan menjadi bagian penting dalam upaya tersebut. DPRD menyebut anggaran pendidikan di Trenggalek mencapai sekitar 33 persen, lebih tinggi dibandingkan mandatory spending pendidikan yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar 20 persen. Kondisi tersebut menunjukkan komitmen daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus kapasitas masyarakat.
Dukungan peningkatan SDM juga diarahkan melalui sektor kesehatan dan pendidikan keagamaan. Salah satu regulasi yang tengah mendapat perhatian adalah peraturan daerah mengenai pondok pesantren. Penguatan sektor pendidikan diharapkan tidak hanya meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan, tetapi juga membentuk SDM yang memiliki kompetensi dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Dalam menjalankan tiga fokus tersebut, DPRD memiliki peran melalui tiga fungsi utama yakni legislasi, pengawasan, dan penganggaran. Melalui fungsi legislasi, DPRD mendorong lahirnya regulasi yang mendukung lingkungan, ekonomi kreatif, pendidikan hingga pengelolaan sampah. Sementara fungsi pengawasan dilakukan untuk memastikan program pemerintah daerah berjalan sesuai target dan tepat sasaran. Sementara melalui fungsi anggaran, DPRD memberikan dukungan terhadap program-program prioritas yang berkaitan dengan tiga fokus pembangunan tersebut. (gun/c1/din)
Editor : Adinda Okta FitrianaSumber : RADAR TRENGGALEK