KOTA, Radar Trenggalek – Kendati hujan mengguyur sejumlah wilayah Bumi Menak Sopal selama dua hari terakhir, kondisi tersebut belum menjadi penanda daerah ini telah memasuki awal musim penghujan. Hujan yang terjadi masih bersifat lokal, singkat, dan belum merata.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kedir, Satria Kridha Nugraha mengatakan, hujan yang turun di sejumlah wilayah Trenggalek dalam beberapa hari terakhir belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan musim penghujan telah dimulai.
"Mungkin hanya hujan yang bersifat lokal, Mas. Tidak merata dan waktunya juga singkat," terang Satria saat dikonfirmasi, Selasa (8/9).
Menurut dia, kepastian mengenai awal musim hujan 2026 masih menunggu rilis resmi dari BMKG pusat. Karena itu, masyarakat diminta tidak langsung mengartikan hujan yang turun selama beberapa hari sebagai peralihan musim kemarau menuju musim penghujan.
"Untuk saat ini kami juga menunggu press release resmi dari (BMKG) pusat terkait awal musim hujan," tambahnya.
Baca Juga: DPRD Trenggalek Sahkan Perda Perubahan APBD 2026, Anggaran Atasi Kekeringan Ditambah
Satria menjelaskan, berdasarkan prakiraan curah hujan bulanan dari Stasiun Klimatologi Jawa Timur, curah hujan pada September hingga Oktober masih belum menunjukkan peningkatan signifikan. Kedua bulan tersebut diperkirakan masih berada pada kategori curah hujan rendah.
Memasuki November, curah hujan diperkirakan mulai mengalami peningkatan ke kategori menengah. Namun, peningkatan tersebut juga belum terjadi secara merata di seluruh wilayah. "Lalu, curah hujan hingga Oktober masih dalam kategori rendah, November mulai naik ke menengah namun belum merata," ulasnya.
Sementara itu, salah satu warga Kelurahan Kekuatan, Kecamatan Trenggalek, M. Herlambang Putra, mengakui kondisi hujan lokal tersebut. Dia merasakan hujan turun pada waktu subuh selama dua hari terakhir. Namun, intensitasnya tidak terlalu deras dan berlangsung singkat. "Sekitar antara pukul 3 ke pukul 4 subuh. Namun hanya sebentar," beber Herlambang.
Meski belum menjadi pertanda masuknya musim penghujan, hujan tersebut setidaknya membuat kondisi udara terasa lebih sejuk. Selain itu, air hujan turut membasahi jalan yang sebelumnya dipenuhi debu akibat kondisi kemarau. "Hujan jadi adem, alhamdulillah tidak panas," tandasnya. (jaz/c1/din)
Editor : Juwita RatnasariSumber : RADAR TRENGGALEK