KOTA, Radar Trenggalek – Penerapan standar keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bumi Menak Sopal masih menghadapi sejumlah persoalan.
Pasalnya, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Trenggalek menemukan beberapa petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih abai terhadap standar operasional prosedur (SOP) pengolahan makanan.
Temuan tersebut terungkap saat dinkes PPKB melakukan monitoring dan evaluasi (monev) secara berkala terhadap pelaksanaan MBG. Sejumlah celah ditemukan mulai dari penggunaan alat pelindung diri (APD), penataan bahan pangan dan perlengkapan kebersihan, hingga penggunaan peralatan yang sama untuk mengolah bahan mentah dan makanan matang.
“Temuan ini kami dapatkan saat monitoring bersama para kepala SPPG dan pengawas gizi,” ungkap Plt Kepala Dinkes PPKB Trenggalek, Andiek Muarifin, Rabu (9/9).
Baca Juga: APBD-P, Tambah Dana Penanganan Kekeringan
Saat itu, tim tidak hanya melihat hasil makanan, tetapi memeriksa seluruh rantai penyediaan makanan mulai persiapan bahan, proses memasak, penyimpanan, hingga distribusi kepada penerima manfaat.
“Kami menerjunkan tim untuk melaksanakan monev berkala terhadap pelaksanaan program MBG di wilayah Trenggalek,” ujar Andiek.
Menurut dia, temuan di lapangan menjadi bahan evaluasi bagi pengelola SPPG. Dinkes PPKB tidak semata-mata mencari kesalahan, tetapi memberikan rekomendasi teknis agar kekurangan yang ditemukan segera diperbaiki.
“Dinkes memberikan rekomendasi serta masukan teknis, terutama menyangkut tata kelola dan penatalaksanaan higienitas MBG,” tegasnya.
Baca Juga: Anggaran Pilkada di Kisaran Rp 93 M
Salah satu persoalan yang ditemukan berada di ruang penyimpanan. Petugas mendapati sabun pel, sabun mandi, dan bahan pembersih lainnya berada di ruang yang sama dengan bahan makanan. Kondisi tersebut dinilai tidak sesuai dengan SOP keamanan pangan.
“Petugas menemukan sabun pel, sabun mandi, dan bahan pembersih lainnya berada di ruang yang sama dengan bahan makanan. Hal ini jelas melanggar SOP dan tidak boleh menyatu,” terang Andiek.
Tak hanya soal penyimpanan, penggunaan peralatan dapur juga menjadi perhatian. Dinkes PPKB menemukan perlunya pemisahan yang tegas antara peralatan untuk bahan mentah dan makanan matang.
“Penggunaan alat seperti pisau untuk memotong bahan mentah dan makanan matang harus terpisah secara tegas. Tidak boleh menggunakan alat yang sama,” ungkapnya.
Baca Juga: BMKG Ingatkan Belum Tentu Awal Musim Penghujan Trenggalek Dua Hari Diguyur Hujan
Pemisahan tersebut penting untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang. Sebab, penggunaan peralatan yang sama untuk bahan mentah dan makanan matang berpotensi memindahkan bakteri atau mikroorganisme dari bahan mentah ke makanan yang siap dikonsumsi.
Selain itu, kepatuhan petugas terhadap penggunaan APD juga menjadi bagian yang terus dievaluasi. Dinkes PPKB meminta seluruh petugas SPPG tidak menganggap remeh setiap tahapan SOP karena keamanan makanan tidak hanya ditentukan dari kualitas bahan baku.
Proses pengolahan, penyimpanan, distribusi, hingga perilaku penerima manfaat turut menentukan keamanan pangan. Terlebih, pelaksanaan MBG di Trenggalek sebelumnya sempat menghadapi insiden kesehatan yang menjadi perhatian publik.
“Setiap hal yang belum berjalan baik tentu langsung menjadi bahan evaluasi komprehensif,” katanya.
Baca Juga: DPRD Trenggalek Sahkan Perda Perubahan APBD 2026, Anggaran Atasi Kekeringan Ditambah
Karena itu, dinkes PPKB meminta pengelola SPPG segera membenahi titik-titik yang masih belum sesuai ketentuan. Praktik yang telah memenuhi standar juga diminta dipertahankan agar SOP tidak sekadar menjadi aturan tertulis, tetapi benar-benar diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Pengawasan bahkan tidak berhenti ketika makanan keluar dari dapur SPPG. Dinkes PPKB juga mendorong sekolah dan pendamping memberikan edukasi kepada penerima manfaat, terutama mengenai kebiasaan mencuci tangan sebelum menyantap makanan.
“Kunci penting lainnya terletak pada edukasi penerima manfaat. Kami harus memastikan apakah siswa benar-benar mencuci tangan menggunakan sabun secara bersih sebelum menyantap paket MBG,” pungkas dokter gigi ini. (jaz/c1/din)
Editor : Juwita RatnasariSumber : RADAR TRENGGALEK