DURENAN, Radar Trenggalek – Kondisi bekas Pasar Durenan di Kabupaten Trenggalek kian memprihatinkan. Lahan dan bangunan yang dulunya menjadi pusat perputaran ekonomi warga setempat, kini mangkrak tak terawat. Tanpa penataan dan kejelasan fungsi dari pihak berwenang, area tersebut perlahan beralih fungsi menjadi tempat pembuangan sampah liar bagi masyarakat sekitar.
Berdasarkan pantauan di lokasi, deretan los dan rangka atap bangunan pasar tampak kusam dan rusak dimakan usia. Area halaman yang dulunya ramai oleh lalu lalang pembeli kini dipenuhi tumpukan sampah plastik, limbah rumah tangga, hingga puing-puing sisa material.
Pemandangan kumuh serta aroma tidak sedap kerap mengganggu warga maupun pengguna jalan yang melintas di sekitar kawasan tersebut.
Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam dari warga setempat. Abdul Kamit, salah seorang warga Durenan, menuturkan kekecewaannya melihat aset daerah yang dulunya hidup kini dibiarkan terbengkalai tanpa pengelolaan yang jelas.
Baca Juga: Sarirotun Nadziroh Dari Rumah, Buktikan Perempuan Bisa Berkarya dan Berdaya
Menurut dia, pemandangan sampah yang menumpuk setiap hari semakin memperburuk citra kawasan Durenan.
"Harus ada solusi untuk penataan yang jelas. Bisa dibangun tempat istirahat seperti musala, fasilitas kamar mandi, atau sarana umum lainnya agar pengunjung atau warga wilayah sekitar bisa merasa nyaman," ujar Abdul Kamit, Kamis (10/9).
Kamit menambahkan, hingga kini fungsi kawasan bekas pasar tersebut sangat jauh dari kata layak. Tanpa adanya pengawasan dan regulasi yang tegas, lokasi tersebut hanya diandalkan sebagai tempat pembuangan sampah sembarangan tanpa ada penanganan berkelanjutan.
"Soalnya sekarang fungsinya cuma buat pembuangan sampah saja. Setiap hari tumpukan sampah terus bertambah dan belum ada solusi nyata. Harapannya ya bisa ditata rapi, ditata nyaman, dan difungsikan kembali pasar ini," tegasnya.
Baca Juga: Semarak Pitulasan Desa Munjungan Rawat Budaya dan Perkuat Guyub Warga
Menanggapi wacana yang beredar mengenai rencana alih fungsi lahan bekas Pasar Durenan menjadi terminal kecil atau sub-terminal, Kamit menyambut baik gagasan tersebut.
Menurut dia, pengalihan fungsi menjadi terminal justru akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan membiarkannya menjadi lahan mati yang memicu timbulnya lokasi pembuangan sampah liar.
"Kalau saya setuju saja, itu lebih baik. Supaya tidak ada parkir liar yang murat-marit di pinggir jalan. Kalau difungsikan jadi terminal atau pusat aktivitas baru, penataan lalu lintas lebih tertata dan area ini kembali hidup," ungkapnya.
Warga berharap Pemkab Trenggalek maupun dinas terkait tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah konkret untuk menentukan masa depan lahan tersebut. Selain menghilangkan kesan kumuh dan ancaman masalah kesehatan akibat tumpukan sampah, revitalisasi atau pemanfaatan kembali lahan bekas Pasar Durenan dinilai mampu menggerakkan kembali roda perekonomian warga lokal.
Baca Juga: Data Desil Tak Sesuai, Fakta di Lapangan Jadi Acuan
"Kalau difungsikan lagi untuk jualan atau fasilitas umum, tempatnya jadi bersih, nyaman, dan bisa mendukung roda perekonomian masyarakat di Durenan," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Durenan masih menunggu kepastian langkah dari pemerintah daerah terkait alih fungsi maupun rencana revitalisasi kawasan bekas pasar tersebut agar tidak terus-menerus menjadi lokasi pembuangan sampah yang mengganggu estetika dan kenyamanan lingkungan.(gun/din)
Editor : Juwita RatnasariSumber : RADAR TRENGGALEK