KARANGAN, Radar Trenggalek – Keterbatasan lahan dan tantangan cuaca bukanlah penghalang untuk terus berinovasi. Semangat inilah yang terpancar dari sosok Ibnu Jadid, Kepala Desa (Kades) Salamrejo, Kecamatan Karangan.
Di balik kesibukannya menjalankan roda pemerintahan desa (pemdes) dan mengabdi kepada masyarakat, Ibnu Jadid menyimpan sisi lain yang inspiratif. Dia merupakan seorang petani melon sukses yang getol mengusung konsep pertanian modern.
Langkah Ibnu Jadid di dunia budi daya melon bukan sekadar hobi pengisi waktu luang. Bagi pria yang dikenal ramah ini, bertani adalah panggilan jiwa sekaligus laboratorium lapangan untuk menciptakan terobosan baru. Melalui pendekatan berbasis teknologi modern—seperti pemanfaatan sistem greenhouse serta pola penyiraman dan pemupukan terukur, dia mampu membuktikan bahwa sektor pertanian bisa dikelola secara profesional, presisi, dan sangat menguntungkan.
"Bertani zaman sekarang tidak bisa lagi hanya mengandalkan pola lama atau sekadar spekulasi. Kita harus berani berinovasi, memanfaatkan teknologi, dan responsif terhadap permintaan pasar," ujar Ibnu Jadid saat ditemui di kebun melon miliknya.
Keunggulan utama dari gaya bertani Kades Salamrejo ini terletak pada keberaniannya bereksperimen dengan jenis-jenis melon terbaru. Ketika sebagian besar petani lokal masih bertahan pada varietas konvensional, Ibnu Jadid justru aktif berburu dan membudidayakan varietas unggulan yang baru masuk ke Indonesia. Mulai dari melon jenis inthanon, golden emerald, hingga varietas eksotis bertekstur renyah dan memiliki kadar kemanisan (brix) tinggi.
Baca Juga: Bekas Pasar Durenan Berubah Jadi TPS Lama Terbengkalai Tanpa Kejelasan
Keberhasilannya memanen melon-melon kualitas premium ini membuktikan bahwa tanah Trenggalek memiliki potensi luar biasa jika dikelola dengan teknik yang tepat. Hasil panen dari kebunnya tidak hanya dipasarkan secara lokal, tetapi juga berhasil menembus pasar modern dan konsumen kelas atas yang mendambakan buah berkualitas tinggi.
Sisi inspiratif sang kades tidak berhenti pada kesuksesan pribadinya. Ibnu Jadid memiliki visi besar untuk menularkan semangat inovasi ini kepada warga Desa Salamrejo dan masyarakat Trenggalek pada umumnya.
Kebun melon miliknya kerap dijadikan tempat belajar dan ruang diskusi terbuka bagi para petani muda maupun warga setempat yang ingin mempelajari teknik budi daya melon modern. Dia ingin mematahkan stigma bahwa pekerjaan sebagai petani identik dengan kemiskinan dan kerja keras tanpa kepastian.
Melalui kepemimpinannya, Ibnu Jadid berharap Desa Salamrejo kelak mampu menjadi salah satu sentra percontohan agrowisata dan pertanian modern berbasis inovasi varietas buah unggulan.
Dedikasinya memadukan peran sebagai pamong masyarakat dan inovator di bidang pertanian menjadi bukti nyata bahwa seorang pemimpin tidak hanya memberi arahan dari balik meja, tetapi juga mampu memberikan teladan konkret melalui karya nyata di tengah masyarakat. (gun/c1/din)
Editor : Adinda Okta FitrianaSumber : RADAR TRENGGALEK