PULE, Radar Trenggalek – Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin yang diketahui pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WITA meninggalkan duka bagi warga Bumi Menak Sopal. Diketahui, dari sekitar 243 korban kapal tersebut, ada warga Trenggalek wilayah Kecamatan Pule. Mereka adalah Arip Nur Cahyono dan Lita Lestari.
Mengetahui kabar tersebut, Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Pule langsung meneruskan informasi mengenai adanya warga Desa Pule yang diduga berada di Kapal Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin kepada pihak keluarga.
Sebab, pemerintahan kecamatan menerima informasi terkait adanya warga Pule yang masuk dalam daftar penumpang Kapal Virgo Transport 8 sekitar pukul 01.00, Senin (14/9). Kapal tersebut sebelumnya dilaporkan menghadapi cuaca buruk sebelum kemudian hilang kontak di perairan Laut Jawa.
Menindaklanjuti informasi tersebut, pihak Kecamatan Pule langsung berkoordinasi dengan lintas sektor untuk memastikan identitas warga sekaligus meneruskan informasi kepada keluarga.
Baca Juga: Lahan Dekat Pantai Pasir Putih Terbakar Puntung Rokok Diduga Jadi Penyebab
“Setelah mendapatkan informasi, kami langsung berkoordinasi dengan lintas sektor untuk memastikan informasi tersebut. Kemudian, kami menemui pihak keluarga untuk menyampaikan informasi yang kami terima,” kata Camat Pule, Budi Supriyanto.
Berdasarkan penelusuran pemerintah kecamatan, Arip Nur Cahyono diketahui merupakan warga Desa Pule, Kecamatan Pule, tepatnya berdomisili di Dusun Tirisan. Dia tinggal seorang diri wilayah tersebut. Namun, Arip masih memiliki kakak yang tinggal di wilayah desa tersebut, tetapi di dusun yang berbeda.
Pihak kecamatan kemudian menemui sang kakak untuk menyampaikan informasi mengenai perkembangan pencarian Kapal Virgo Transport 8. Keluarga selanjutnya memutuskan bertolak ke Surabaya untuk memantau informasi lebih lanjut.
“Untuk keluarga, saat ini kakaknya sudah berangkat ke Surabaya. Karena kami juga masih menunggu informasi perkembangan dari proses pencarian,” ujarnya.
Baca Juga: DPD PAN Trenggalek Bidik Kebangkitan
Budi menegaskan hingga saat ini belum ada kepastian mengenai kondisi Arip. Pihak kecamatan belum dapat memastikan apakah yang bersangkutan selamat, meninggal dunia, atau masih dalam pencarian.
Karena pihak keluarga bertolak ke Surabaya, kondisi rumah Arip di Desa Pule untuk sementara terlihat sepi. Pemerintah kecamatan masih menunggu informasi resmi dari proses pencarian dan pertolongan yang dilakukan tim SAR.
Sementara itu, terdapat pula nama Lita Lestari yang disebut warga berada dalam kapal tersebut. Namun, pemerintah kecamatan masih mengalami kendala ketika melakukan penelusuran melalui data administrasi kependudukan (adminduk).
Berdasarkan data yang dimiliki, nama maupun NIK Lita Lestari belum berhasil ditemukan dalam sistem adminduk. Karena itu, pemerintah kecamatan belum dapat memastikan identitas maupun domisilinya secara administratif.
Baca Juga: APBD Turun, Persentase Belanja Pegawai Meningkat
Meski demikian, berdasarkan informasi dari warga sekitar, Lita Lestari disebut merupakan istri Arip Nur Cahyono. Pemeritahanan kecamatan menduga data administrasi kependudukan yang bersangkutan belum terbarui sehingga belum muncul ketika dilakukan penelusuran.
Untuk sementara, pihak Kecamatan Pule masih menunggu perkembangan informasi resmi terkait proses pencarian Kapal Virgo Transport 8. Pemerintah kecamatan juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memperoleh kepastian kondisi warga yang disebut berada dalam kapal tersebut.
Diketahui, Kapal Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin dilaporkan menghadapi cuaca buruk sekitar pukul 01.00 WIB sebelum hilang kontak. Kantor SAR Banjarmasin kemudian menerima laporan dari pihak kapal sekitar pukul 04.10 WIB dan mengerahkan KN SAR Laksmana 241 menuju titik terakhir kapal diketahui.
Basarnas juga menyiapkan unsur pencarian lainnya, termasuk helikopter SAR, armada KRI TNI AL, Polairud, serta potensi SAR lainnya. Hingga kini, status Arip masih menunggu kepastian dari proses pencarian dan pendataan korban.
Baca Juga: Sang Pelopor Melon Varietas Unggul dan Berani Bereksperimen
Budi mengatakan pemcam akan terus mengikuti perkembangan informasi tersebut dan menyampaikannya kepada pihak keluarga.
“Kami masih menunggu informasi resmi terkait kondisi yang bersangkutan. Yang jelas, keluarga sudah berangkat ke Surabaya untuk memantau perkembangan lebih lanjut,” pungkasnya. (jaz/c1/din)
Editor : Juwita RatnasariSumber : RADAR TRENGGALEK