Layanan Adminduk Tetap Digenjot meski Kekurangan SDM

Gunawan Awan • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 11:14 WIB
SEMOGA SEHAT: Dukcapil Trenggalek mencatat penambahan penduduk pada semester I tahun 2026 capai 934 jiwa.(GUNAWAN/RADAR TRENGGALEK)
SEMOGA SEHAT: Dukcapil Trenggalek mencatat penambahan penduduk pada semester I tahun 2026 capai 934 jiwa.(GUNAWAN/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek – Jumlah penduduk Kabupaten Trenggalek pada semester I tahun 2026 tercatat mencapai 755.555 jiwa.

Angka tersebut mengalami penambahan 934 jiwa jika dibandingkan dengan data semester 2 Tahun 2025 yang berada di angka 754.621 jiwa.

​Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Trenggalek, Ririn Eko Utoyo menjelaskan, angka tersebut murni bersumber dari Data Konsolidasi Bersih (DKB) yang diterbitkan langsung oleh Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, bukan hasil olahan daerah secara mandiri.

​"Data 755.555 jiwa ini merupakan given dari pusat. Dirjen Dukcapil memastikan data yang dirilis ini akurat, tunggal, dan tidak ada persoalan kepenunggalan data lagi," ujar Ririn.

​Kendati terdapat tren kenaikan jumlah penduduk selama rentang waktu enam bulan terakhir, Ririn menegaskan hal tersebut tidak berdampak signifikan terhadap ritme pelayanan di disdukcapil.

Baca Juga: Lahan Dekat Pantai Pasir Putih Terbakar Puntung Rokok Diduga Jadi Penyebab

Meski begitu, dia tidak menampik adanya tantangan terkait keterbatasan sumber daya manusia (SDM) petugas pelayanan.

Kondisi kekurangan tenaga kerja paling terasa di sejumlah unit pelaksana teknis (UPT) seperti Panggul, Watulimo, dan Munjungan.

Banyak petugas di wilayah tersebut yang telah memasuki purnabakti, mengingat sebagian besar dari mereka sebelumnya merupakan mantan sekretaris desa (sekdes) yang usianya memasuki masa pensiun.

​"Secara rasio memang terasa kurang. Untuk mengatasi hal ini, kami terus berkoordinasi dengan BKPSDM guna memproses penambahan tenaga, baik di UPT maupun di dinas utama. Namun prinsipnya, berbagai upaya tetap kami maksimalkan agar masyarakat melayani dengan baik," jelasnya.

​Saat ini, lonjakan permohonan layanan didominasi oleh perekaman dan pencetakan KTP elektronik (e-KTP). Momen menjelang pemilihan kepala desa (pilkades) membuat masyarakat, khususnya para calon pemilih baru, berbondong-bondong mengurus e-KTP, baik perekaman pemula, perubahan data, maupun penggantian kartu yang hilang.

​Menyikapi hal tersebut, Disdukcapil Trenggalek terus menggencarkan program jemput bola (door-to-door).

Layanan keliling ini menyasar kelompok masyarakat rentan untuk perekaman biometrik hingga rumah-rumah warga.

Selain itu, petugas juga turun ke sekolah-sekolah untuk perekaman e-KTP bagi pelajar kelas XII atau usia wajib KTP, pencetakan kartu identitas anak (KIA) menggunakan webcam, serta asesmen status pernikahan warga yang belum tercatat.

​Tak hanya pelayanan tatap muka, optimalisasi layanan berbasis digital juga terus dipacu. Disdukcapil memanfaatkan aplikasi Liyontin untuk pelaporan akta kematian secara langsung dari tingkat desa.

Sementara untuk pembuatan akta kelahiran maupun akta kematian di fasilitas kesehatan dan permohonan dari desa digunakan sistem Siminak Sopal dengan proses verifikasi secara elektronik.

​Melalui integrasi layanan digital dan jemput bola tersebut, Disdukcapil Trenggalek berkomitmen menjaga kualitas pelayanan adminduk tetap cepat dan terintegrasi bagi seluruh lapisan masyarakat.(gun/c1/din)

Editor : Adinda Okta Fitriana
Sumber : RADAR TRENGGALEK
Ririn Eko Utoyo penduduk Kabupaten SDM disdukcapil