LKP Tatik Modes, Sukses Cetak Wirausaha Baru Melalui PKW Platinum 2026

Mohammad Bima Faisal Mirza • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 10:26 WIB
SUKSES: Penutupan program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Platinum 2026 di LKP Tatik Modes, Desa Salamrejo, Kecamatan Karangan, Selasa (15/9).(AMALIA RIZKY IP/RADAR TRENGGALEK)
SUKSES: Penutupan program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Platinum 2026 di LKP Tatik Modes, Desa Salamrejo, Kecamatan Karangan, Selasa (15/9).(AMALIA RIZKY IP/RADAR TRENGGALEK)

KARANGAN, Radar Trenggalek -Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Tatik Modes kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak wirausaha baru melalui program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Platinum 2026.

Program yang berlangsung selama 250 jam pelajaran tersebut resmi ditutup Selasa (15/9) di Aula LKP Tatik Modes, Desa Salamrejo, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek.

Sebanyak 25 peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Tidak hanya dibekali keterampilan menjahit, peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai perencanaan usaha, penyusunan pola dan produksi busana, pemasaran, digital marketing, pembuatan konten, hingga pengelolaan keuangan usaha.

Program semakin lengkap dengan pembekalan legalitas usaha melalui nomor induk berusaha (NIB). Seluruh peserta telah difasilitasi dalam proses pengurusan NIB sebagai salah satu fondasi penting untuk mengembangkan usaha secara lebih profesional.

Penutupan program dilakukan Kabid Pengelolaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan Trenggalek Rully Tri Anggraeni.

Baca Juga: Kekeringan Parah Terjang Dusun Secang Pogalan Warga Harus Bergilir Angkut Galon demi Air Bersih

Dalam kesempatan tersebut, peserta juga menerima sertifikat serta dukungan peralatan dan bahan yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha setelah pelatihan berakhir.

Rully mengapresiasi pelaksanaan program yang dinilai memberikan perubahan kepada peserta. Menurutnya, selesainya pelatihan bukan menjadi akhir, melainkan awal bagi peserta untuk membuktikan keterampilan yang telah diperoleh.

“Jangan berhenti setelah pelatihan selesai. Terus kembangkan keterampilan, model produk, serta pemasaran, baik secara langsung maupun melalui media digital,” pesannya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Komidag Trenggalek, Nurul Najdmi, menekankan pentingnya legalitas usaha bagi peserta. NIB menjadi langkah awal agar usaha yang dirintis memiliki identitas dan dapat dikembangkan ke tahap berikutnya.

Pimpinan LKP Tatik Modes, Mintartik SPd MH, menyampaikan bahwa seluruh materi dirancang agar peserta tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memahami dunia usaha.

Peserta diarahkan mulai dari membuat desain, mengukur, membuat pola, memotong, menjahit, menjaga kualitas produk, menghitung keuangan, hingga memasarkan hasil produksi.

Manfaat program juga dirasakan langsung peserta. Andiana, salah satu peserta PKW Platinum 2026, berharap program serupa dapat kembali digelar sehingga lebih banyak masyarakat memperoleh kesempatan meningkatkan keterampilan dan merintis usaha.

“Harapan saya untuk LKP Tatik Modes Trenggalek, semoga tahun depan bisa mengadakan program PKW selanjutnya agar banyak orang mendapatkan kesempatan seperti saya. Semoga LKP Tatik Modes semakin sukses, jaya, dan luar biasa,” ungkapnya.

Dengan bekal keterampilan, legalitas usaha, pengalaman produksi, serta dukungan peralatan, 25 peserta PKW Platinum 2026 kini diharapkan mampu melanjutkan langkah sebagai wirausaha mandiri. (bim/c1/din)

Editor : Adinda Okta Fitriana
Sumber : RADAR TRENGGALEK
NIB LKP Mintartik SPd MH PKW Platinum