KOTA, Radar Trenggalek – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Raya Panglima Sudirman, masuk Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek, Rabu (16/9) dini hari. Truk Mitsubishi bernopol AB 8177 AD yang dikemudikan Agus Salim, 37, warga Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan mengangkut ratusan batang kayu sengon menabrak taman dan tiang hingga akhirnya roboh ke sisi kiri jalan. Beruntung, kecelakaan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.
Berdasarkan informasi yang didapat di lapangan, kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 02.30 tersebut bermula dari truk yang melaju dari arah utara menuju selatan. Saat melintas di lokasi kejadian, kendaraan diduga tidak dapat dikendalikan karena pengemudi mengantuk.
“Diduga pengemudi mengantuk sehingga tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya. Kendaraan kemudian menabrak taman dan tiang hingga roboh ke kiri,” terang Kasi Humas Polres Trenggalek AKP Katik.
Truk tersebut diketahui mengangkut kayu sengon sebanyak 309 batang dengan volume sekitar 13,8863 meter kubik. Setelah menabrak taman dan tiang, kendaraan mengalami kerusakan pada bagian depan dan samping.
Baca Juga: SMAN 1 Karangan Gelar Maharatanga Reka Vol. 5, Hadirkan ICON dan Raisa Dinta
Dari hasil pemeriksaan awal, faktor pengemudi diduga menjadi penyebab kecelakaan. Sementara kondisi kendaraan disebut masih layak berjalan normal. Faktor alam juga tidak mempengaruhi kejadian karena kondisi cuaca saat itu cerah. “Untuk kondisi jalan di lokasi juga baik, tidak bergelombang maupun berlubang,” jelasnya.
Petugas kepolisian yang menerima laporan kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.
Pengemudi truk sendiri diketahui memiliki SIM BI Umum. Polisi masih melakukan penanganan lebih lanjut terhadap kecelakaan tunggal tersebut.
Karena itu Polisi mengimbau pengemudi, khususnya kendaraan angkutan barang yang melakukan perjalanan pada malam hingga dini hari, untuk memastikan kondisi tubuh tetap prima.
“Jadi kami sampai jika pengemudi mulai mengantuk agar tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan demi mencegah kecelakaan,“ jelas Katik. (jaz/din)
Editor : Juwita RatnasariSumber : RADAR TRENGGALEK