77 Penerima MBG di Karangan Diare dan Sakit Perut Satgas Tunggu Hasil Lab

Zaki Jazai • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 10:04 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

KARANGAN, Radar Trenggalek – Sebanyak 77 penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) di MA Global dan SMP Global, Kecamatan Karangan, mengalami gangguan kesehatan berupa diare dan sakit perut. Satgas MBG Trenggalek kini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab keluhan tersebut.

Keluhan itu dilaporkan pada Selasa (15/9), sehari setelah para penerima manfaat menyantap menu MBG yang didistribusikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangan yang dikelola Yayasan Mulia Hiroku Gakkou.

Dari 77 penerima manfaat tersebut, 34 orang berasal dari MA Global yang terdiri atas 27 siswa dan tujuh guru. Sedangkan dari SMP Global terdapat 43 orang, terdiri atas 41 siswa dan dua guru.

Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek Sunarto mengatakan, laporan diterima setelah sejumlah penerima manfaat mengalami diare dan sakit perut. Namun, pihaknya belum dapat memastikan gangguan kesehatan tersebut berkaitan dengan makanan MBG.

Baca Juga: Struktur Ekonomi Daerah Bergeser

“Jadi tadi pagi itu (Selasa) ada laporan dari penerima manfaat yang ada di SMP dan MA Global, bahwa ada sebagian muridnya yang terkena keluhan berupa diare, kemudian ada sakit perut, dan lain sebagainya seperti itu,” kata Sunarto.

Menurut dia, dugaan keterkaitan dengan menu MBG masih harus dibuktikan melalui penelusuran dan pemeriksaan. Sebab, makanan yang diduga berkaitan dengan keluhan tersebut merupakan menu yang dikonsumsi pada Senin (14/9).

“Yang tercatat ada 77 anak. Ini diduga dari proses makan MBG yang kemarin. Karena waktu untuk hari ini belum dikonsumsi, seperti itu,” ujarnya.

Satgas MBG bersama koordinator wilayah, dinas kesehatan, dan puskesmas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penelusuran. Tim juga mengecek penerima manfaat lain untuk mengetahui apakah terdapat keluhan serupa.

 Baca Juga: Truk Muat Kayu Tabrak Taman Sopir Diduga Mengantuk

Sunarto menyebut, dari sekitar seribuan penerima manfaat yang ditelusuri, sementara hanya 77 orang yang terdeteksi mengalami keluhan kesehatan.

“Terus kemudian kita lakukan penelusuran pada penerima manfaat, yaitu sekitar 1.000 sekian. Itu yang masih terdeteksi hanya itu tadi, hanya 77 orang tersebut,” jelasnya.

Adapun menu MBG yang dikonsumsi pada Senin terdiri atas ayam bumbu rendang tanpa santan, acar timun dan wortel, tempe goreng, serta melon.

Untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan, Satgas melakukan pemeriksaan terhadap SPPG dan menelusuri seluruh proses penyediaan makanan. Pemeriksaan dilakukan mulai dari bahan baku diterima hingga makanan didistribusikan kepada penerima manfaat.

Baca Juga: SMAN 1 Karangan Gelar Maharatanga Reka Vol. 5, Hadirkan ICON dan Raisa Dinta

Nah, di sini nanti kita cari. Untuk kasus seperti ini biasanya kita seperti mirip audit, kita catat nanti proses mulai dari bahan itu datang sampai nanti penerima manfaat,” jelas Sunarto.

Selain penelusuran proses penyediaan makanan, sampel menu juga akan diambil untuk pemeriksaan laboratorium. Sampel tersebut rencananya dikirim ke Surabaya karena fasilitas pemeriksaannya lebih lengkap.

“Lab-nya nanti kan diambil, nanti tetap dikirim ke Surabaya yang cukup lengkap ya. Jadi nanti akan dicek beberapa bakteri,” katanya.

Sunarto menjelaskan, pemeriksaan laboratorium milik Pemkab Trenggalek memiliki kemampuan mendeteksi sejumlah parameter, termasuk bakteri E. coli. Sementara pemeriksaan di Surabaya dapat dilakukan terhadap lebih banyak jenis bakteri sekaligus membantu menelusuri kemungkinan penyebab gangguan kesehatan.

Baca Juga: Warga Miskin Bisa Masuk Desil Tinggi Penentuannya Berdasarkan Banyak Indikator

“Kalau di sini lab Pemkab Trenggalek hanya bisa mendeteksi beberapa saja, seperti E. coli. Kalau di Surabaya kan lab-nya lengkap, terus kemudian nanti di sana ada analisis penyebab itu dari mana, seperti itu,” ujarnya.

Peristiwa tersebut juga telah dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN). SPPG yang mengalami kejadian serupa berpotensi mendapatkan penghentian sementara atau suspend. Namun, keputusan tersebut masih menunggu perkembangan pemeriksaan.

“Terus kemudian kita juga tetap melakukan pemeriksaan terhadap SPPG. Dan ini sudah dilaporkan ke BGN Pusat, biasanya akan berisiko terjadinya suspend. Tapi nanti kita tunggu nanti perkembangannya seperti apa,” tegas Asisten I Setda Trenggalek ini. (jaz/din)

Editor : Juwita Ratnasari
Sumber : RADAR TRENGGALEK
MakanBergiziGratis KeracunanMakanan SatgasMBG