DURENAN, Radar Trenggalek – Suasana tenang warga Desa Gador, Kecamatan Durenan, mendadak gempar pada Kamis (17/9) pagi. Hal ini menyusul ditemukannya jasad Dul Muangit, 60, warga RT 13/RW 03 Dusun Pingit Kidul, Desa Gador, yang tergeletak tak bernyawa di areal tegalan perkebunan perbukitan desa setempat.
Pria paro baya tersebut sebelumnya dilaporkan hilang sejak Rabu (16/9) setelah pamit pergi ke ladang untuk menghalau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengancam pekarangannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Trenggalek, kronologi kejadian berawal pada Rabu pagi. Sebagaimana rutinitas masyarakat di wilayah pegunungan Durenan, korban beraktivitas mengolah lahan tegalan miliknya sejak pagi hari. Sekitar pukul 10.00 WIB, korban sebenarnya sempat kembali ke rumah.
Namun, dari area permukiman, korban melihat adanya kepulan asap tebal dan kobaran api yang membakar kawasan bukit (atau warga setempat menyebutnya area parit) tak jauh dari lokasi ladangnya.
Khawatir kobaran api makin membesar dan merembet melalap tanaman di tegalan miliknya, korban mendadak berinisiatif kembali ke atas pegunungan sekitar pukul 11.00 WIB. Dul Muangit berniat membuat sekat bakar sederhana agar kobaran api tidak menjalar sampai ke pekarangan perkebunan.
Baca Juga: Kekeringan Parah Terjang Dusun Secang Pogalan Warga Harus Bergilir Angkut Galon demi Air Bersih
Di tengah perjalanan menuju lokasi titik api, korban sempat berpapasan dengan salah seorang warga bernama Japar. Melihat situasi kebakaran lahan yang cukup riskan, Japar sebenarnya sudah mewanti-wanti dan menyuruh korban untuk kembali pulang.
Warga khawatir asap pekat dan hawa panas berisiko keselamatan jiwa jika ditangani seorang diri tanpa peralatan memadai. Namun, rasa tanggung jawab mengamankan aset ladang membuat korban tetap bulak tekad melanjutkan langkahnya ke atas bukit.
"Kemarin pagi sekitar jam 10, korban sebenarnya sudah pulang. Tapi karena melihat ada kebakaran di area parit (bukit), beliau kembali lagi ke ladang untuk menyekat api agar tidak menjalar ke pekarangan. Sempat disuruh pulang sama warga lain (Pak Japar), tapi tetap lanjut," terang Waras, perangkat Desa Gador, Kamis (17/9).
Hingga sore hari, tanda-tanda keberadaan korban tak kunjung terlihat. Padahal, kebiasaan sehari-hari Dul Muangit selalu pulang dari ladang paling lambat pukul 16.00 hingga 17.00 WIB sebelum magrib. Rasa cemas keluarga pun memuncak saat petang berganti malam, namun korban tak jua kembali ke rumah.
Mendapati laporan tersebut, pihak keluarga dibantu puluhan warga sekitar langsung berinisiatif melakukan pencarian menyisir kawasan tegalan dan perbukitan.
Dalam kondisi medan yang terjal dan gelap gulita, upaya pencarian dilakukan secara maraton hingga menjelang dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Karena keterbatasan jarak pandang dan medan yang membahayakan, pencarian malam itu sempat dihentikan.
Sebagian warga memutuskan pulang untuk beristirahat, sementara beberapa warga lainnya memilih berjaga dan menginap di gubuk pekarangan bagian bawah bukit. Begitu fajar menyingsing di pada Kamis (17/9), proses penyisiran kembali dilanjutkan secara masif.
Usaha pencarian warga akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 05.30 WIB. Korban ditemukan berada di area parit tegalan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Jasad korban ditemukan dalam posisi terlentang memujur dengan posisi kepala menghadap ke arah selatan.
Warga segera melaporkan temuan tersebut kepada aparat desa dan Polsek Durenan. Tak lama kemudian, jajaran Kepolisian Sektor Durenan, tim medis dari Puskesmas Durenan, Tim SAR Trenggalek, hingga Satreskrim Polres Trenggalek diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan medis awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Setelah proses identifikasi selesai, jasad korban dievaluasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak. (gun/c1/din)
Editor : Adinda Okta FitrianaSumber : RADAR TRENGGALEK