Delapan Titik Sinyal Lemah Jadi Pekerjaan Rumah Pemkab

Zaki Jazai • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 10:41 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

KOTA, Radar Trenggalek – Persoalan konektivitas internet di Bumi Menak Sopal, belum sepenuhnya tuntas.

Pasalnya, kendati pemerintah mengklaim area blank spot atau wilayah tanpa jaringan internet sudah nihil, tapi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) masih menemukan sedikitnya delapan titik yang mengalami sinyal lemah (weak signal).

Delapan titik tersebut menjadi perhatian Pemkab Trenggalek karena kualitas jaringan di lokasi tersebut belum optimal.

“Delapan titik itu, mayoritas berada di kawasan pegunungan yang memiliki kondisi geografis cukup sulit untuk pemerataan jaringan telekomunikasi,” Ungkap Plt Kepala Diskominfo Trenggalek Yusuf Widharto.

Dia melanjutkan, selain itu berdasarkan hasil pemetaan sementara menunjukkan masih terdapat sejumlah lokasi yang kualitas sinyalnya belum kuat.

Baca Juga: Tagihan Bengkak Akibat KIS Mati Saat Berobat di RS Warga Masuk Desil 6

Kondisi tersebut berbeda dengan blank spot karena masyarakat di wilayah tersebut masih dapat menangkap jaringan seluler. “Kendala yang masih kami temukan sementara ini berupa indikasi sinyal lemah di beberapa titik,” ujarnya.

Yusuf menyebut terdapat sekitar delapan titik yang saat ini masuk dalam pemetaan diskominfo. Kawasan pegunungan menjadi perhatian utama karena kondisi medan menjadi salah satu tantangan dalam penguatan jaringan telekomunikasi.

“Ada sekitar delapan titik indikasi sinyal lemah. Kawasan pegunungan tentu menjadi prioritas utama yang kami dorong penanganannya,” tambahnya.

Pemkab Trenggalek kemudian berkoordinasi dengan sejumlah penyedia layanan telekomunikasi untuk mencari solusi penguatan jaringan di lokasi tersebut.

Pemerintah daerah tidak dapat melakukan penguatan jaringan secara mandiri sehingga membutuhkan dukungan investasi dan pembangunan infrastruktur dari pihak operator.

“Tentu kami terus berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, terutama bermitra langsung dengan pihak provider,” kata Yusuf.

Salah satu operator yang intens berkoordinasi dengan Pemkab Trenggalek adalah Telkomsel. Pemerintah telah menyampaikan titik-titik yang terindikasi mengalami sinyal lemah agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam optimalisasi jaringan maupun penguatan pemancar Base Transceiver Station (BTS). “Kami sudah mengusulkan titik-titik yang terindikasi memiliki sinyal lemah,” ungkapnya.

Yusuf menjelaskan, secara umum Trenggalek saat ini tidak lagi memiliki wilayah yang benar-benar kehilangan jaringan. Berdasarkan pengecekan langsung tim teknis di lapangan, area blank spot sudah tidak ditemukan.

Namun, keberadaan sinyal belum otomatis menunjukkan koneksi internet yang berkualitas. Di delapan titik tersebut, warga masih dapat menangkap jaringan, tetapi kekuatan dan kestabilan koneksi belum optimal untuk mendukung aktivitas digital secara maksimal.

Karena itu, Pemkab Trenggalek kini mengarahkan perhatian dari persoalan ketersediaan jaringan menuju peningkatan kualitas sinyal.

Penguatan jaringan di kawasan yang masih mengalami weak signal diharapkan dapat membuat koneksi lebih stabil sehingga kebutuhan komunikasi, pendidikan, administrasi, hingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih lancar.

“Itu yang menjadi perhatian kami, sebab berdasarkan pengecekan langsung teman-teman teknis di lapangan, area blank spot di sini saat ini sudah tidak ada,” tegas Kabag Dokumentasi Pimpinan ini Setda Trenggalek ini. (jaz/din)

Editor : Adinda Okta Fitriana
Sumber : RADAR TRENGGALEK
Yusuf Widharto Base Transceiver Station diskominfo internet Pemkab Trenggalek