KOTA, Radar Trenggalek – Perolehan pendapatan asli daerah (PAD) dari sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Trenggalek hingga Agustus 2026 telah mencapai separo lebih dari target yang ditetapkan sepanjang tahun ini.
Menurut Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek, Agus Subchi, dari total target PAD Rp 2 miliar (M) pada 2026, realisasi hingga Agustus tercatat sekitar Rp 1,475 M atau 73 persen. Capaian tersebut diharapkan terus meningkat dalam sisa waktu tahun berjalan sehingga dapat melampaui target yang telah ditetapkan.
Salah satu penyumbang PAD berasal dari BPR Jwalita. Hingga Agustus, realisasinya telah mencapai sekitar 83 persen dari target Rp 1,4 M. Capaian tersebut menjadi salah satu yang terus didorong agar dapat memenuhi bahkan melampaui target tahunan.
Sementara itu, lanjut dia, Perumda Tirta Wening Trenggalek atau perusahaan daerah air minum (PDAM) ini memiliki target PAD Rp 210 juta. Hingga Agustus, realisasinya telah mencapai sekitar Rp 122 juta atau 58 persen.
Baca Juga: Tren NTP Diklaim Naik
Untuk PT Jwalita Energi Trenggalek (JET), target PAD tahun ini Rp 250 juta. Realisasinya hingga Agustus mencapai sekitar Rp 130 juta atau 52 persen. Capaian tersebut masih akan digenjot melalui sejumlah inovasi dan pengembangan usaha.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, capaian sejumlah BUMD juga menunjukkan perkembangan. Pada 2025, BPR Jwalita dan PT JET tercatat mampu merealisasikan PAD lebih dari target. PT JET, misalnya, dari target Rp 200 juta mampu merealisasikan sekitar Rp 257 juta.
PDAM pada tahun sebelumnya memiliki target sekitar Rp 137 juta dengan realisasi Rp 74 juta. Salah satu faktor yang memengaruhi capaian tersebut adalah adanya sejumlah penerimaan yang masuk ke pos lain, termasuk retribusi kepada Jasa Tirta, pemanfaatan air permukaan yang masuk ke bapenda, serta sewa aset di kawasan bendungan.
Untuk mengejar target tahun ini, upaya peningkatan PAD dilakukan melalui inovasi pada masing-masing BUMD. Khusus PDAM, pengembangan pendapatan juga diarahkan melalui sektor di luar pelayanan utama agar kontribusi terhadap PAD dapat lebih optimal.
Baca Juga: Puluhan Kabel Membelit Satu Tiang Petugas Masih Lacak Pemiliknya
Evaluasi terhadap kinerja BUMD dilakukan secara berkala melalui forum pimpinan atau CEO Forum yang digelar setiap tiga bulan. Evaluasi tersebut membahas perkembangan kinerja, realisasi pendapatan, hingga pencapaian target masing-masing BUMD.
Dalam evaluasi sebelumnya, aspek inovasi dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat menjadi salah satu perhatian. Selain itu, target produksi dan pendapatan juga diminta berjalan sesuai rencana agar capaian PAD dapat memenuhi target yang telah ditetapkan. (bim/c1/din)
Editor : Juwita RatnasariSumber : RADAR TRENGGALEK