KOTA, Radar Trenggalek – Keamanan pelaksanaan event di wilayah Bumi Menak Sopal tampaknya masih perlu mendapat perhatian. Buktinya, dua lapak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) peserta Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) 2026 di kawasan Alun-Alun Trenggalek dibobol saat ditinggal pemiliknya. Aksi tersebut bahkan terekam kamera pengawas (CCTV).
Diketahui, peristiwa itu terjadi pada Rabu (23/9) sekitar siang hari. Dua lapak yang menjadi sasaran yakni stan kesenian jaranan milik Ervan Sanjaya dan stan photobooth milik Brian Prisly. Keduanya berada di kawasan Alun-Alun Trenggalek yang tengah digunakan sebagai lokasi kegiatan FJTT 2026.
“Saat kejadian, saya meninggalkan lapak untuk menjemput anak pulang sekolah,“ terang pemilik salah satu lapak yang dicuri, Ervan Sanjaya.
Sebelum pergi, stan miliknya sudah ditutup menggunakan terpal. Namun, ketika hendak meninggalkan lokasi, dia sempat melihat seorang anak berada di depan area stan.
Baca Juga: Tingkat Kepatuhan Uji Kir 56 Persen
“Saya meninggalkan stan dalam keadaan tertutup rapat. Saat hendak pergi, saya melihat ada anak berdiri di depan kios,” terang Ervan.
Ervan baru mengetahui lapaknya dibobol ketika kembali ke lokasi pada sore hari. Terpal yang sebelumnya digunakan untuk menutup stan sudah terbuka. Kondisi di dalam lapak juga berantakan.
Setelah diperiksa, sejumlah perlengkapan kostum jaranan diketahui hilang. Barang tersebut berupa satu set celana barongan warna hijau dan satu aksesori penutup kepala atau enyong barongan.
Ervan kemudian mengecek rekaman CCTV milik pedagang di sebelah lapaknya. Dari rekaman tersebut, terlihat seseorang masuk ke area stan miliknya.
Baca Juga: Calon Pengantin di Sambirejo Wajib Lepas Sepasang Burung
“Setelah menyadari ada barang yang hilang, saya langsung melihat rekaman CCTV tetangga stan. Dari situ terlihat jelas ada orang yang menerobos masuk,” jelasnya.
Dari rekaman tersebut, Ervan mengenali pelaku yang masih berusia anak-anak. Setelah berkoordinasi dengan keluarga, persoalan tersebut akhirnya dipilih untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Sebagian barang yang hilang juga telah kembali, termasuk satu set celana barongan warna hijau.
“Tidak semua barang kembali, sebab satu aksesori kostum jaranan masih dibawa (berada di tangan pelaku, Red),” imbuh Ervan.
Tak hanya stan jaranan, lapak photobooth yang berada tepat di sebelahnya juga menjadi sasaran. Brian Prisly mendapati kondisi lapaknya berantakan ketika hendak membuka usaha pada sore hari.
Sejumlah sampel cetakan foto ditemukan berserakan di lantai. Brian kemudian memeriksa rekaman CCTV dan mendapati orang yang sama masuk ke area stan photobooth.
Baca Juga: PAD BUMD Tembus 73 Persen
“Identitas pelakunya sudah ketahuan dari rekaman CCTV, Mas,” kata Brian Prisly.
Meski demikian, Brian tidak kehilangan barang berharga. Pelaku hanya merusak sejumlah lembar kertas foto sampel menggunakan gunting.
“Yang dirusak itu cuma kertas foto sampel pajangan, bukan foto pesanan konsumen,” perjelasnya.
Kejadian tersebut menjadi catatan bagi penyelenggara maupun pelaku UMKM yang mengikuti event di kawasan Alun-Alun Trenggalek. Terlebih, kegiatan FJTT masih berlangsung sehingga aktivitas pedagang dan pengunjung di lokasi cukup padat. (jaz/c1/din)
Editor : Juwita RatnasariSumber : RADAR TRENGGALEK