DURENAN, Radar Trenggalek - Sungai yang melewati wilayah Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan, sedang dinormalisasi menggunakan alat berat. Pengerukan dilakukan pada badan sungai sekaligus penataan bagian tepi untuk memperbaiki kondisi aliran air.
Berdasarkan kondisi di lapangan, sebuah ekskavator terlihat bekerja di sisi sungai. Material tanah hasil pengerukan ditata di sepanjang tepian. Badan sungai tampak lebih lebar dengan tebing tanah yang dibuat miring. Air berwarna kecokelatan masih mengalir di dasar sungai.
Pekerjaan normalisasi tersebut berada tidak jauh dari permukiman warga. Sejumlah pepohonan dan bangunan warga terlihat di sekitar lokasi. Kondisi tebing sungai menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan karena masih berupa tanah dan berpotensi tergerus apabila debit air meningkat.
Kepala Desa Kendalrejo, Subero mengatakan, normalisasi dilakukan untuk menangani kondisi sungai yang sebelumnya mengalami pendangkalan. Pengerukan diharapkan mampu memperlancar aliran air, khususnya ketika hujan dengan intensitas tinggi.
Baca Juga: Produksi Pangan Jangan Korbankan Lingkungan Target Net-Zero Carbon 2045 Tetap Dikawal
“Normalisasi ini dilakukan karena kondisi sungai sebelumnya sudah mengalami pendangkalan. Kami berharap setelah dilakukan pengerukan dan penataan, aliran air bisa lebih lancar, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi,” ujarnya.
Keberadaan sungai tersebut menjadi penting bagi lingkungan sekitar. Ketika kapasitas sungai berkurang akibat sedimentasi, aliran air berpotensi tidak berjalan optimal saat debit meningkat. Karena itu, normalisasi diharapkan dapat mengembalikan kapasitas sungai sekaligus mengurangi risiko air meluap ke area sekitar.
Warga di sekitar sungai, Suwarno, berharap pengerjaan memberikan manfaat nyata, bukan hanya membuat kondisi sungai terlihat lebih lebar dan dalam.
“Sebelumnya sungai ini memang terlihat dangkal. Kalau hujan deras, tentu kami khawatir air tidak bisa mengalir dengan lancar. Sekarang setelah dikeruk terlihat lebih dalam. Harapannya setelah selesai tetap dirawat agar tidak cepat dangkal lagi,” katanya.
Baca Juga: Wujudkan Ruang Aman tanpa Bullying di Lingkungan Madrasah
Selain pendangkalan, kebersihan sungai juga menjadi perhatian. Sampah yang masuk ke aliran air dapat menghambat aliran sekaligus mempercepat penumpukan material di dasar sungai.
“Terpenting bagi kami hasilnya nanti bisa dirasakan. Jangan sampai setelah selesai dikeruk, beberapa waktu kemudian kembali penuh lumpur atau sampah. Kalau sungainya terawat, kami tentu merasa lebih aman ketika hujan deras,” ungkapnya. (bim/c1/din)
Editor : Juwita Ratnasari
Sumber : RADAR TRENGGALEK