Skema Berlapis untuk Anggaran Dampak Kekeringan

Gunawan Awan • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 10:25 WIB
MASIH PANJANG: Dampak musim kemarau yan terus meluas dan dropping air bersih terus dilakukan.(GUNAWAN/RADAR TRENGGALEK)
MASIH PANJANG: Dampak musim kemarau yan terus meluas dan dropping air bersih terus dilakukan.(GUNAWAN/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek – Bencana kekeringan akibat dampak fenomena El Nino di Kabupaten Trenggalek kini dilaporkan semakin meluas.

Kesulitan akses air bersih yang pada awalnya lebih banyak dialami oleh wilayah pegunungan, kini mulai dirasakan oleh masyarakat di kawasan dataran rendah.

Merespons kondisi tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, memastikan bahwa pemkab bersama berbagai elemen masyarakat terus bergerak menyalurkan bantuan.

Pemkab melalui BPBD Trenggalek, dengan dibantu oleh banyak relawan serta organisasi masyarakat (ormas), rutin mendistribusikan pasokan air bersih kepada warga yang terdampak. 

​"Dampak kekeringan ini semakin meluas, bahkan wilayah yang datar itu juga sebagian ada yang terdampak. Namun, pemkab melalui BPBD terus men-support air bersih, dan pergerakan kawan-kawan relawan serta ormas juga sudah mulai banyak untuk membantu masyarakat," ungkap Doding.

Baca Juga: Normalisasi Sungai, Kurangi Risiko Luapan

​Terkait ketersediaan anggaran, Doding menegaskan bahwa telah menyetujui penambahan alokasi dana untuk penanganan krisis air ini pada Perubahan APBD. Anggaran tambahan tersebut secara spesifik difokuskan untuk biaya distribusi air bersih dan pengadaan tandon air.

Apabila alokasi reguler tersebut habis, Pemkab Trenggalek siap menggunakan dana belanja tidak terduga (BTT) yang saat ini masih bersisa sekitar Rp 5 hingga Rp 6 miliar.

Skema pendanaan berlapis ini dipersiapkan untuk mengantisipasi prediksi BMKG yang memperkirakan musim kemarau dapat berlangsung hingga Februari 2027.

"Kita berharap prediksi BMKG itu salah dan Desember nanti sudah musim hujan. Akan tetapi, kita sudah menyiapkan anggaran ini untuk meng-cover bulan Oktober, November, Desember, hingga nanti masuk anggaran baru di Januari 2027," jelas Doding.

​Selain penanganan darurat, DPRD dan Pemkab Trenggalek juga terus mematangkan solusi jangka panjang dengan rutin membangun sumur-sumur dalam di berbagai titik setiap tahunnya.

Meskipun diakui ada sejumlah sumur yang debit airnya ikut menyusut akibat kemarau panjang, program ini dinilai secara bertahap mampu mengurangi luasan wilayah krisis air di Trenggalek. 

Upaya ini juga berjalan selaras dengan visi Net Zero Carbon yang diusung daerah untuk melindungi dan melestarikan sumber-sumber air.

Doding mengimbau masyarakat untuk tidak panik menghadapi musim kemarau ini. Pemkab berkomitmen penuh memberikan dukungan.

Layanan BPBD Trenggalek selalu siaga berkoordinasi dengan masyarakat selama 24 jam untuk mendistribusikan air yang bisa dimanfaatkan warga untuk kebutuhan konsumsi maupun mandi.

Kolaborasi pengerahan armada dropping dari BPBD yang dibantu oleh tangki relawan diharapkan dapat menjangkau titik-titik yang membutuhkan dengan lebih cepat. (gun/c1/din)

Editor : Adinda Okta Fitriana
Sumber : RADAR TRENGGALEK
El Nino bmkg BPBD Trenggalek DPRD doding rahmadi